Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Aliran Seni Rupa

7 min read

Aliran Seni Rupa

Aliran Seni Rupa adalah hal-hal yang berkaitan dengan Seni Rupa. Aliran seni rupa menjelaskan keseluruhan mengenai seni rupa yang memiliki aliran tertentu.

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan.

Kesan seperti ini diciptakan dengan mengolah konsep titik, garis, bidang, volume, bentuk, tekstur, warna, dan pencahayaan dengan berdasarkan estetika.

Jika kita lihat dari segi fungsinya dibedakan antara seni rupa murni dan seni rupa terapanApakah kamu sudah tahu mengenai perbedaannya? Jika belum, singkat saja penjelasan dibawah ini.

Seni rupa murni lebih menitik beratkan pada ekspresi jiwa semata misalnya lukisan, sedangkan seni rupa terapan proses pembuatannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu misalnya seni kriya.

Sedangkan, jika dilihat dari segi wujud dan bentuknya seni rupa dibedakan menjadi 2, yaitu seni rupa 2 dimensi yang memiliki panjang dan lebar saja serta seni rupa 3 dimensi yang memiliki panjang lebar serta ruang.

Penjelasan lebih lengkap mengenai macam-macam aliran seni rupa tentunya simak di bawah ini. Jangan sampai ada yang terlewat guys karena semua penting!

Aliran Seni Rupa Naturalisme

Aliran Seni Rupa Naturalisme

Naturalisme di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek ralistis dengan penekanan setting alam. Mungkin kalau sekarang konsepnya seperti back to nature.

Hal ini merupakan pendalaman lebih lanjut dari gerakan realisme pada abad ke-19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme.

Loading...

Untuk ciri-ciri aliran seni rupa naturalisme adalah wujudnya sama persis sesuai dengan real-nya yang dilihat oleh mata kita.

Perspektif, proporsi, keseimbangan, pewarnaan, dan prinsip-prinsip yang dimiliki seni rupa lainnya tergambar sesuai dengan pemandangan yang sebenarnya.

Kebanyakan sih dari aliran seni rupa naturalisme ini mengambil objek landscape atau pemandangan alam. Kalau untuk pecinta alam, pasti sudah paham banget nih view-nya seperti apa.

Salah satu tokoh aliran seni rupa naturalisme di Indonesia adalah Basuki Abdullah, yang melukis seorang perawan desa dengan pakaian lusuh justru tampak seperti bidadari.

Tokoh yang mempopulerkan naturalisme lainnya di Indonesia  selain beliau adalah Raden Saleh, Gambir Anom dan Abdullah Sudrio Subroto. Kalau untuk saat ini mungkin Choirun Saleh.

Untuk tokoh luar negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa naturalisme adalah Franss Hall, William Bliss Baker, Theodore Rousseu, dan William Hogart.

Aliran Seni Rupa Realisme

Aliran Seni Rupa Realisme

Realisme di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu.

Di daam aliran ini penekanannya ada pada suasana saat kejadian berlangsung, tidak spesifik pada objek tertentu. Lalu, apa ciri-ciri aliran realisme dalam seni rupa?

Untuk ciri-ciri aliran seni rupa realisme ada di penggambaran objek harus sangat diperhatikan dan detail. Khususnya, untuk menciptakan kesan dan suasan dari objek tersebut.

Kebanyakan, aliran realisme mengambil objek seperti manusia ataupun hewan dengan ekspresi yang terlihat hidup.

Kebanyakan dari aliran seni rupa realisme mengambil objek seperti manusia ataupun hewan dengan ekspresi yang terlihat hidup. Sekilas info, India adalah ide realisme pada 2400 SM.

Tokoh aliran realisme seni rupa di Indonesia adalah Tarmizi dan Basuki Abdullah.

Sedangkan, tokoh yang mempopulerkan aliran seni rupa realisme adalah Charles Prancois, Gustove Corbert, Fransisco de Goya dan Honore Daumier.

Aliran Seni Rupa Romantisme

Aliran Seni Rupa Romantisme

Romantisme dalam seni rupa adalah aliran yang mengedepankan unsur emosi suatu karya dengan cara penggambaran dan pembangunan citra yang dramatis, teatrikal dan memiliki suasana seperti dalam mimpi.

Ciri-ciri aliran seni rupa romantisme adalah lebih memainkan warna cerah dan mencolok pada objek dan benda disekitar objek. Umumnya, aliran ini menggambarkan objek yang lebih sedikit.

Kebanyakan juga, aliran ini mengambil objek manusia seperti objek pria dan wanita dalam situasi yang penuh dengan romantisme.

Untuk tokoh aliran romantisme di Indonesia adalah Raden Saleh. Sedangkan, tokoh luar negeri aliran romantisme adalah Eugene Delacroix, Victor Marie Hugo, Theoborre dan Ferdinand Victor.

Aliran Seni Rupa Impresionisme

Aliran Seni Rupa Impresionisme

Impresionisme dalam seni rupa adalah aliran yang mengusung keakuratan warna pada pencahayaan objek yang dilukis berdasarkan teori proses terjadinya warna melalui sapuan kuas kecil namun berwarna.

Aliran impresionisme melukis di alam terbuka dalam kurun waktu yang singkat, sehingga harus mengorbankan keakuratan bentuk, namun sebagai imbalannya mereka dapat menangkap keakuratan cahaya yang terjadi pada kurun waktu tertentu.

Ciri-ciri aliran seni rupa impresionisme adalah objek yang digambarkan tanpa memperlihatkan detail yang khusus dan cenderung kabur atau blur.

Biasanya lukisan kabur atau blur disebabkan oleh lukisan harus dilukis dengan cepat, karena mengandalkan pencahayaan dari matahari.

Tokoh aliran seni rupa impresionisme di Indonesia adalah Kusnadi, Zaini, Solichin dan Affandi. Tokoh luar negeri aliran impresionisme adalah Claude Monet, Edward Degas, Mary Cassat dan Casmile Pissaro.

Aliran Seni Rupa Ekspresionisme

Aliran Seni Rupa Ekspresionisme

Ekspresionisme dalam seni rupa adalah aliran seni rupa yang menganggap bahwa seni merupakan sesuatu yang keluar dari diri seniman, bukan dari peniruan alam dunia.

Seniman memiliki cara pandang tersendiri dari apa yang pernah dilihatnya di alam, lalu diekspresikan pada karyanya. Singkatnya, Ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menonjolkan ungkapan dari jiwa.

Ciri-ciri aliran ekspresionisme menggambarkan tentang kekerasan, hal mengerikan, kemiskinan, kesedihan serta beberapa maksud lain di balik sesuatu yang dilakukan oleh manusia.

Tokoh aliran seni rupa ekspresionisme di Indonesia adalah Affandi, Srihadi Soedarsono dan Popo Iskandar. Sedangkan, di luar negeri adalah Vincent Van Gogh, Paul Klee, dan Paul Gaugiuin.

Aliran Seni Rupa Fauvisme

Aliran Seni Rupa Fauvisme

Fauvisme dalam seni rupa adalah aliran yang menekankan kualitas unsur-unsur seni rupa seperti garis, bentuk dan warna yang kuat diatas nilai-nilai realistis yang masih dipertahankan oleh Impresionisme.

Bisa dikatakan, aliran ini merupakan versi yang lebih radikal daripada impresionisme. Fauvisme menggunakan gaya yang mirip impresionisme, namun menolak ide dasar peniruan alam tersebut.

Ciri-ciri aliran seni rupa fauvisme adalah wujud yang digambar tidak terlalu penting, keliaran gambar sangat ditonjolkan, dan memiliki warna yang imajinatif.

Beberapa pelukis ada yang melukis fauvisme ini dalam bentuk landscape dan ada pula yang tidak terikat pada objek tertentu.

Tokoh aliran fauvisme di Indonesia belum diketahui, namun kalau tokoh aliran fauvisme di luar negeri adalah Rauol Dufi, Andre Dirrain, dan Kess Van Dongen.

Aliran Seni Rupa Kubisme

Aliran Seni Rupa Kubisme

Kubisme dalam seni rupa adalah seni rupa yang memuat beberapa sudut pandang dari suatu objek atau figur di dalam satu gambar yang sama, sehingga menghasilkan lukisan yang terfragmentasi dan terdeformasi.

Aliran ini juga seakan memecah gambar melalui penyederhanaan objek hingga menyerupai bentuk geometris. Objek yang digambar biasanya manusia dan hewan dengan background alam atau bangunan.

Ciri-ciri aliran seni rupa kubisme adalah di dalam penggambarannya, objek diubah dalam kombinasi bidang-bidang, semisal persegi, segitiga, lingkaran, dan sebagainya.

Tokoh aliran kubisme di Indonesia adalah Srihadi Sudarsono dan Fajar Sidik. Kalau, tokoh luar negeri aliran kubisme adalah Francis Picabia, Juan Gris, Gezanne, Metzinger dan Pablo Ruiz Picasso.

Baca juga: Pameran Seni Rupa

Aliran Seni Rupa Futurisme

Aliran Seni Rupa Futurisme

Futurisme dalam seni rupa adalah aliran yang sangat menekankan keindahan gerak, garis, visual, dan warna sebagai aliran seni rupa anti kubisme yang dikatakan statis.

Futurisme sendiri lahir pada tahun 1990 dengan mengedepankan gerak. Karena fokus utama adala gerak, maka memungkinkan ditemukan kuda berkaki lebih dari 4 dalam karya seni yang dihasilkan.

Ciri-ciri aliran seni rupa futurisme adalah objek yang digambarkan dalam bentuk sedang bergerak, sehingga memiliki gerak bayang disekitarnya.

Tokoh aliran futurisme di Indonesia sampai saat ini belum diketahui, namun jika dari luar negeri ada Boccioni, Umberto, Gioccomo Ballad dan Carlo Cara.

Aliran Seni Rupa Dadaisme

Aliran Seni Rupa Dadaisme

Dadaisme dalam seni rupa adalah aliran yang tidak ingin membuat suatu karya indah secara fisik, namun bermuatan kritik tajam, pesan perdamaian, hingga ungkapan provokatif terhadap kaum negatif yang memberikan dampak buruk kepada manusia.

Aliran ini juga diperkenalkan dengan metode kolase menggunakan barang bekas, rongsokan, dan/atau bahkan menggunakan sampah.

Ciri-ciri aliran seni rupa dadaisme adalah gambar suatu objek cenderung berbau kekerasan, kasar, dan bersifat kritikan, sindiran ataupun plesetan.

Tokoh aliran dadaisme di Indonesia adalah Hendra Gunawan. Sedangkan, di luar negeri adalah Marcel Duchamp, Max Ernst, Hans Arp, Juan Gross, dan Picabia.

Baca juga: Apresiasi Seni Rupa

Aliran Seni Rupa Surealisme

Aliran Seni Rupa Surealisme

Surealisme dalam seni rupa adalah aliran yang menghadirkan kontradiksi antara mimpi dan realita menjadi nyata dalam gambar yang memperlihatkan objek nyata dalam keadaan yang tidak mungkin terjadi, seperti dalam mimpi atau alam bawah sadar.

Surealisme bersifat tidak realistis dan tidak mungkin berwujud dalam kehidupan nyata. Objek yang digabung dalam lukisan bisa benda mati/hidup, asalkan menjadi unik.

Ciri-ciri aliran seni rupa surealisme adalah penggabungan antara dua objek nyata yang berbeda wujud dan terkesan aneh.

Tokoh aliran surealisme di Indonesia adalah Gusti Putu Saderi dan Abdul Rahman. Sedangkan, di luar negeri adalah Andre Masson dan Salvador Dali.

Aliran Seni Rupa Konstruktivisme

Aliran Seni Rupa Konstruktivisme

Konstruktivisme dalam seni rupa adalah aliran seni yang cenderung memberikan penekanan kuat terhadap penggambaran objek seni rupa yang berbentuk bangunan.

Ciri-ciri aliran seni rupa konstruktivisme adalah objek utama yang dilukis adalah bangunan dan latar yang berada di sekitar bangunan dari satu sudut lukis.

Objek dalam aliran ini bisa berupa bangunan kuno, klasik, modern atau bangunan apapun.

Tokoh aliran seni konstruktivisme di Indonesia adalah Supankat, Jim Nyoman Nuarta, Angelina P dan Sprinka. Sedangkan dari luar negeri adalah Oscar Schlemmer dan Naum Gabo.

Aliran Seni Rupa Abstraksionisme

Aliran Seni Rupa Abstraksionisme

Abstraksionisme dalam seni rupa adalah aliran yang menggunakan bentuk dan warna dalam cara non-representasional.

Aliran ini juga dikenal aliran yang menghindari peniruan objek secara mentah, memberikan sensasi keberadaan objek dan menggantikan unsur bentuk dan porsinya.

Ciri-ciri aliran seni rupa abstraksionisme adalah memiliki 2 aliran, yakni abstraksionisme geometri dan abstraksionisme nonfiguratif.

Abstraksionisme geometri berbentuk objek abstrak geometris murni. Sedangkan, abstraksionisme nonfiguratif berbentuk garis dan warna.

Tokoh aliran abstraksionisme di Indonesia adalah Fajar Sidik dan Zaini. Sedangkan, tokoh luar negeri adalah Wassily Kadinsky, Naum Goba dan Alexander Rodchenko.

Aliran Seni Rupa Populer Art/Pop Art

Aliran Seni Rupa Populer Art/Pop Art

Pop Art dalam seni rupa adalah aliran yang menggambarkan sebuah budaya yang lebih berkaitan dengan hiburan, komersial, dan sifatnya non formal.

Pop Art adalah gerakan dalam seni modern yang meniru metode, gaya, dan tema dari budaya populer dan media massa; seperti komik, iklan, dan fiksi ilmiah.

Ciri-ciri aliran seni rupa pop art adalah sebagian besar berupa seni rupa karikatur yang menggambarkan kritik, humor, ataupun sindiran. Biasanya objek berupa manusia yang digambarkan secara perspektif lain.

Tokoh aliran seni rupa pop art di Indonesia adalah Nyoman Nuarta dan Ris Purnomo. Sedangkan, tokoh luar negeri adalah Claes Oldenburg, George Segal, Cristo, Tom Wasselman dan Yoseph Benys.

Aliran Seni Rupa Pointilisme

Aliran Seni Rupa Pointilisme

Pointilisme dalam seni rupa adalah aliran yang menggambarkan sebuah objek menggunakan titik-titik. Saat dilihat dari jarak tertentu, titik-titik pada lukisan pontilisme benar-benar tercampur dengan titik lainnya.

Untuk pencampuran warna, maka warna baru yang dihasilkan bisa menjadi lebih jernih dan kuat dibanding pencampuran langsung pada palet, sebab yang bergabung adalah warna, bukan pigmen.

Ciri-ciri aliran seni rupa pointilisme adalah ketika objek digambar maka akan terlihat jelas dari kejauhan, dan agak membaur jika dinikmati dari dekat.

Titik yang digunakan terdiri dari berbagai macam variasi, baik tebal tipis, besar kecil ataupun berwarna hitam putih.

Tokoh aliran pointilisme di Indonesia adalah Keo Budi Harijanto dan Rijaman. Sedangkan, dari luar negeri adalah Vincent van Gogh dan Serat’s La Parade.

Aliran Seni Rupa Neo – Klasik

Aliran Seni Rupa Neo - Klasik

Neo-Klasik dalam seni rupa adalah aliran seni rupa yang bersifat klasik, objektif, dan rasional. Aliran seni rupa ini muncul pertama kali setelah pecahnya revolusi Perancis.

Neo-Klasik sendiri bersifat rasional, objektif, penuh dengan disiplin dan beraturan serta bersifat klasik.

Ciri-ciri aliran seni rupa neo-klasik adalah digambar dalam wujud hiperbolis, seimbang, dan menggunakan batasan warna yang bersih dan statis.

Objek yang digambar pada aliran ini biasanya berlatar istana sentris dan akademis. Apakah kamu termasuk salah satu penganut aliran ini?

Tokoh aliran neo-klasik di Indonesia belum diketahui pastinya. Sedangkan, di luar negeri adalah Dominique Ingres dan Jean August.

Aliran Seni Rupa Primitif

Aliran Seni Rupa Primitif

Primitif dalam seni rupa adalah aliran yang menggambarkan sebuah objek berdasarkan gaya penggambaran primitif di dinding goa-goa.

Seni primitif berkembang pada jaman pra-sejarah, yang mana tingkat kehidupan manusia pada masanya sangat sederhana sekali dan sekaligus merupakan ciri utama.

Ciri-ciri aliran seni rupa primitif adalah objek yang digambar berupa manusia, hewan, dan tumbuhan dalam bentuk garis sederhana. Detail tidak di tonjolkan, hanya penggambaran minimalis berupa garis sederhana.

Tokoh aliran primitif di Indonesia adalah S. Sudjojono. Sedangkan, tokoh luar negeri yang mempopulerkan aliran ini adalah Ricardo Ponce.

Aliran Seni Rupa Pittura Metafisica

Aliran Seni Rupa Pittura Metafisica

Pittura Metafisica dalam seni rupa adalah aliran dimana objek diperlihatkan melalui goresan maupun sentuhan metafisica.

Aliran ini adalah penentang aliran futuristik serta kubisme. Apakah kamu salah satu yang suka dengan aliran seni pittura metafisica ini?

Ciri-ciri aliran seni rupa pittura metafisica adalah objek biasanya berbentuk boneka yang erat dengan hal yang bersifat metafisica dan biasanya berupa manusia yang sedang melakukan aktifitas dengan latar belakang tertentu.

Tokoh aliran ini di Indonesia adalah belum diketahui. Sedangkan, tokoh luar negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa ini adalah Giorgio de Chirico dan Carlo Carra.

Aliran Seni Rupa Optik

Aliran Seni Rupa Optik

Optik dalam seni rupa adalah aliran yang memperlihatkan objek manipulasi visual yang bisa menipu penglihatan mata.

Ciri-ciri aliran seni rupa optik adalah objek yang digambar hanya berupa bidang, garis, ataupun objek yang hanya berwarna hitam putih. Gambar memiliki bentuk sederhana dan tidak mempunyai detail yang rumit.

Tokoh aliran seni rupa optik di Indonesia adalah Agus Djaja. Sedangkan, di luar negeri adalah Walter Gropius dan Bridget Louise Riley.

Aliran Seni Rupa Gotik

Aliran Seni Rupa Gotik

Gotik dalam seni rupa adalah aliran yang memperlihatkan suatu objek dengan garis tebal dan bentuk ramping serta menekankan sesuatu berdasarkan pemilihan warna.

Ciri-ciri aliran seni rupa gotik adalah objek yang digambarkan biasanya adalah tokoh suci, raja, ratu, ataupun ksatria. Biasanya, lukisan ini ada di kerajaan-kerajaan, rumah ibadah dan kastil.

Tokoh aliran seni rupa gotik di Indonesia belum diketahui. Namun, di luar negeri adalah Mathias Grunnewald, Albert Durer, dan Pieter Droughel.

Itulah merupakan beberapa penjelan lengkap dan rinci dari kami theinsidemag.com mengenai macam-macam aliran yang ada di dalam seni rupa.

Jika terdapat kesalahan dalam penjelasan harap dimaafkan. Mohon untuk membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. MasyaaAllah! Salam pendidikan.

Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tari Bali

Kusuma
6 min read

Tari Tradisional

Kusuma
16 min read

Pengertian Seni

Kusuma
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *