Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Hukum Archimedes

3 min read

Hukum Archimedes

Hukum Archimedes merupakan hukum yang diciptakan oleh ilmuan bernama Archimedes, ilmuan tersebut berasal dari Yunani yang ahli di bidang matematika, fisika, teknik, dan astronomi.

Ia menyebutkan bahwa semua benda memiliki massa jenis, inilah yang membuat sebuah benda bisa terapung saat diletakkan di atas air.

Archimedes telah banyak menemukan teori-teori yang sangat luar biasa, namun yang paling terkenal adalah hukum archimedes.

Hingga kini teori tersebut banyak digunakan sebagai dasar acuan atau tolak ukur suatu benda yang memiliki massa jenis.

Sejarah Hukum Archimedes

Sejarah Hukum Archimedes

Hukum Archimedes pertama kali diungkapkan oleh ilmuan tersebut saat ia mencoba memecahkan masalah seorang Raja Hieron II.

Raja tersebut meminta Archimedes untuk mengetahui apakah mahkotanya murni terbuat dari emas atau terkandung perak di dalamnya.

Pada saat itu Archimedes berfikir sangat keras namun tetap tidak menemukan jawabannya.

Hingga ia kelelahan dan mencoba mandi untuk menenangkan pikirannya, saat ia masuk ke dalam bak mandi ia melihat air yang ada di bak mandi tumpah ke lantai.

Ketika itu juga ia sadar bahwa semua benda memiliki massa yang berbeda-beda, massa tersebutlah yang menentukan keberadaan sebuah tersebut.

Dengan penemuannya tersebut Archimedes mencoba membuktikan mahkota raja tersebut murni atau tidak, dan dengan menghitung massa jenis yang dimilikinya mahkota tersebut dikatakan terdapat perak di dalamnya.

Sehingga raja sangat marah dan menghukum mati pengrajin mahkota yang ia gunakan tersebut.

Menyinggung hukum ini, ada loh teori hukum lain. Belajar yuk mengenai hukum newton yang terdiri dari 123.

Teori Hukum Archimedes

Teori Hukum Archimedes

Teori Hukum Archimedes mengatakan “Bila sebuah benda diletakkan dalam sebuah air, maka benda tersebut akan mendapat gaya apung sebesar berat dari air yang dapat dipindahkan”.

Dalam teori tersebut didapatkan bahwa setiap benda memiliki massa jenis, dimana semakin ringan massa jenis maka semakin kuat pula daya apung yang dimilikinya.

Walaupun sebuah benda yang sangat berat sekalipun, bila ia memiliki massa jenis yang lebih ringan dari pada massa jenis air maka ia akan tetap bisa terapung.

Tergantung jumlah massa jenis suatu benda ia bisa terapung ataupun tenggelam di dalam air.

Rumus Hukum Archimedes

Adapun mengenai rumus dari hukum archimedes adalah sebagai berikut ini:

FA = ρc.Vb.g

Keterangan rumus:

FA = Gaya Apung

(N) ρc = Massa Jenis Zat Cair (kg/m3)

Vb = Volume Benda Yang Tercelup (m3)

g = Gravitasi (m/s2)

3 Kemungkinan dari Hukum Archimedes

Berikut ini merupakan kemungkinan-kemungkinan hukum ini :

1. Benda Terapung

Benda Terapung

Dalam hukum archimedes terdapat tiga kemungkinan yang bisa terjadi, kemungkinan yang pertama adalah terapung.

Benda yang terapung membuktikan bahwa benda tersebut memiliki massa jenis yang lebih rendah dari pada massa jenis air.

Hal ini memungkinkan ia dapat terapung di permukaan air.

Walaupun dibilang terapung di atas air, tetap saja ada bagian benda tersebut yang sedikit di bawah permukaan air.

Hal tersebut sangat wajar mengingat setiap benda tetap memiliki massa jenis, sehingga dapat ditemui benda yang terapung seperempat atau bahkan setengahnya saja.

Sisanya terendam air dikarenakan untuk menopang massa jenis dari benda tersebut.

2. Benda Melayang

Benda Melayang

Kemungkinan yang kedua adalah benda bisa melayang tepat di tengah air, sehingga ia tidak bisa dikatakan sebagai terapung ataupun tenggelam.

Hal ini bisa terjadi apabila sebuah benda memiliki massa jenis yang sama dengan massa jenis dari zat cair yang digunakan tersebut.

Hal ini sangat jarang ditemui namun tetap bisa ditemui dalam beberapa kasus, salah satunya ketika manusia sedang berenang di air laut.

Massa jenis dari manusia hampir sama dengan massa jenis air laut, sehingga memungkinkan manusia bisa leluasa berenang di tengah air laut tanpa tenggelam.

3. Benda Tenggelam

Benda Tenggelam

Kemungkinan yang terakhir adalah tenggelam, hal ini cenderung sering ditemui dalam benda-benda yang memiliki berat berlebih.

Terjadinya tenggelam bisa terjadi karena massa jenis suatu benda lebih berat dari pada massa jenis air.

Sehingga daya apung yang didapatkan oleh benda tersebut sangatlah kecil dan akibatnya benda bisa tenggelam sampai perkumaan dasar air tersebut.

Daya apung benda dengan massa jenis yang besar dapat dipengaruhi oleh massa jenis air, selain itu terdapat juga faktor gravitasi dan keadaan atau posisi dari suatu benda.

Suatu benda yang memiliki luas besar tentunya akan memiliki daya apung yang lebih besar juga, hal ini juga berlaku pada benda yang terapung maupun benda yang melayang ketika diletakkan di dalam air.

Contoh Penerapan Hukum Archimedes

Contoh Hukum Archimedes

Berikut ini merupakan contoh penerapannya :

1. Perahu atau Kapal

Dalam penerapannya Hukum Archimedes telah dapat dibuktikan secara nyata, salah satunya adalah penerapan perahu atau kapal.

Dimana massa jenis perahu lebih kecil dari pada massa jenis suatu air, hal ini dapat membuat perahu tersebut bisa mengapung di atas permukaan air.

Walaupun terapung tentunya terdapat sebagian dari perahu yang sedikit tenggelam, hal ini diakibatkan oleh massa jenis yang ada di atas perahu sehingga membuat perahu sedikit tenggelam.

Tentu saja semakin besar massa jenis air maka semakin besar pula daya apung yang akan diterima oleh perahu tersebut.

2. Kapal Selam

Kapal selam adalah contoh nyata penerapan dari hukum archimedes, dimana kapal selam dapat mengapung, melayang, bahkan tenggelam di bawah air.

Hal ini dikarenakan kapal selam menggunakan perhitungan gaya apung yang di dapatkan oleh kapal tersebut, sehingga bisa disesuaikan dan dapat mengapung, melayang, maupun menyelam.

3. Balon Udara

Hukum archimedes ternyata tidak hanya digunakan dalam air saja, namun penerapannya bisa meliputi benda lainnya.

Salah satu contohnya adalah balon udara, dimana dengan memasukkan gas pada balon membuat massa jenis balon lebih rendah dari pada massa jenis udara yang ada di atmosfer.

Hal inilah yang membuat balon udara dapat terbang di atas udara.

Hukum Archimedes memang merupakan salah satu temuan yang sangat luar biasa, dimana hukum ini menjadi dasar dari penciptaan banyak benda modern di masa kini.

Demikian yang dapat theinsidemag.com sampaikan, semoga bermanfaat! Terimakasih telah berkunjung salam sukses dan semoga

Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *