Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Hukum Dasar Kimia

4 min read

Hukum Dasar Kimia

Hukum Dasar Kimia adalah salah satu materi di dalam Kimia semester awal. Tentunya, materi ini agar lebih mengenal mengenai hukum dan rumusnya.

Nah, bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah sudah sedikit paham mengenai materi yang telah kami bahas dari awal teori atom sampai saat ini?

Alangkah lebih baik, Anda sendiri harus paham betul apa yang akan kami jelaskan. Dari mulai hukum dasar kimia sampai rumusnya.

Baik, untuk penjelasan secara kompleks dan lengkap, dapat dipahami mengalir dengan kalimat-kalimat di bawah ini beserta gambar.

Perlu diingat, pahami, amati dan hafalkan mengenai hukum dasar perhitungan kimia.

Pengertian Hukum Dasar Kimia

Pengertian Hukum Dasar Kimia

Hal yang pertama harus Anda lakukan dalam mengejar pembelajaran adalah mengenai pengertian atau definisi dari topik tersebut.

Disini, yang kami bahas adalah mengenai hukum-hukum dasar kimia. Sudah pasti dong kami akan memberikan apa pengertiannya.

Pengertian hukum kimia adalah hukum alam yang relevan dengan bidang kimia. Hukum kimia perlu dipahami karena menjadi dasar dalam mempelajari kimia.

Baik itu secara kuantitatif, seperti halnya keterkaitan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia. Maupun, secara kualitatif. Seperti penentuan jeniz zat.

Loading...

Konsep paling fundamental dalam kimia adalah hukum dasar kimia yang terbagi menjadi 5 hukum. Apa saja lima hukum dasar kimia? Berikut jawabannya:

  1. Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoiser).
  2. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust).
  3. Hukum Perbandingan Berganda (Hukum Dalton).
  4. Hukum Perbandingan Volume (Gay-Lussac).
  5. Hipotesis Avogadro

Penasaran tidak dengan penjelasannya? Tentu kami akan memberikan penjabaran secara rinci dan lengkap mengenai hukum dasar kimia tersebut.

Mulai dari hukum kekekalan massa. Yuk, simak di bawah ini secara seksama dan penuh pemahaman.

Hukum Kekekalan Massa

Hukum Kekekalan Massa

Apa sih yang dimaksud dengan hukum kekekalan massa atau hukum Lavoisiser?

Hukum kekekalan massa merupakam suatu hukum yang menyatakan massa dari sistem tertutup akan konstan walaupun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem itu sendiri.

Pernyataan yang umum dipakai untuk menyatakan hukum kekekalan massa yaitu:

“Massa mampu berubah bentuk akan tetapi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan”

Suatu proses kimiawi dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.

Hukum kekekalan massa dipakai secara luas, contoh pemakaian hukum kekelan massa adalah:

  • Kimia
  • Teknik Kimia
  • Mekanika
  • Dinamika Fluida

Mengacu kepada relativitas spesial, kekekalan massa merupakan pernyataan dari kekekalan energi.

Massa partikel yang tetap pada suatu sistem ekuivalen dengan energi momentum pusatnya.

Pada beberapa peristiwa radiasi, dikatakan bahwasanya terlihat adanya perubahan massa menjadi energi.

Hal ini terjadi saat suatu bendar beubah menjadi energi kinetik ataupun energi potensial dan begitu juga sebaliknya.

Untuk lebih memahami tentunya pelajari juga mengenai contoh soal hukum kekekalan massa yang ada di buku-buku hukum-hukum dasar kimia.

Ingat kembali materi tata nama senyawa dan persamaan reaksi!

Hukum Perbandingan Tetap

Hukum Perbandingan Tetap

Dalam pembelajaran materi kimia, hukum perbandingan tetap atau secara umum dikenal dengan hukum Proust yang diambil dari kimiawan Perancis (Joseph Prouset).

Hukum perbandingan tetap menyatakan bahwa:

“Suatu senyawa kimia terdiri atas unsur-unsur dengan perbandingan massa yang selalu sama”

Dengan kata lain, setiap sample pada suatu senyawa mempunyai komposisi unsur yang tetap,

Misalnya adalah air yang terdiri atas 8/9 massa oksigen dan 1/9 massa hidrogen.

Bersama dengan hukum perbandingan berganda (hukum Dalton), hukum perbandingan tetap yaitu hukum dasar stoikiometri.

Untuk lebih memahami tentunya pelajari juga mengenai contoh soal hukum perbandingan tetap yang ada di buku-buku hukum-hukum dasar kimia.

Hukum Perbandingan Berganda

Hukum Perbandingan Berganda

Hukum perbandingan berganda yakni salah satu hukum dasar stoikiometri. Hukum ini juga biasa disebut dengan hukum Dalton.

Diambil dari nama kimiawan Inggris John Dalton salah satu penemu teori atom. Tentunya sangat populer di kalangan kimiawan.

Tetapi, hukum ini biasanya merujuk kepada hukum tekanan parsial. Hukum perbandingan berganda menyatakan bahwa:

“Jika dua unsur bereaksi kemudian membentuk dua atau lebih senyawa, maka perbandingan berat salah satu unsur yang bereaksi dengan berat tertentu dari unsur yang lain pada kedua senyawa itu selalu merupakan perbandingan bilangan bulat sederhana’

Contohnya adalah karbon bereaksi dengan oksigen dan membentuk karbondioksida (CO2) dan karbonmonoksida (CO).

Jika jumlah karbon yang bereaksi pada masing-masing 1 gram, maka diamati bahwa pada karbonmoksida yang terbentuk akan ada 1,33 gram oksigen dan 2,67 gram oksigen pada karbondioksida.

John Dalton pertama kali mengemukakan pengamatan ini sejak tahun 1803. Beberapa tahun sebelumnya, kimiawan Perancis sudah mengemukakan hukum perbandingan tetap.

Dalton, merumuskan hukum ini berdasarkan pengamatan kepada nilai-nilai perbandingan Proust.

Kedua hukum ini merupakan penemuan yang amat penting untuk menjelaskan bagaimana senyawa terbentuk dari atom-atom.

Kemudian, pada tahun yang sama, Dalton mengajukan teori atom yang menjadi dasar dari konsep rumus kimia dalam senyawa.

Untuk lebih memahami tentunya pelajari juga mengenai contoh soal hukum perbandingan berganda yang ada di buku hukum-hukum dasar kimia.

Hukum Perbandingan Volume

Hukum Perbandingan Volume

Hukum perbandingan volume menyatakan bahwa:

“Saat gas bereaksi bersama-sama menjadi gas lain, dan semua volume diukur pada suhu dan tekanan yang sama’

Maka, rasio antara volume gas reaktan dengan produk bisa dinyatakan dalam bilangan bulat yang sederhana.

Hukum perbandingan volume sendiri dikenalkan oleh Joseph Louis Gay-Lussac tahun 1808.

Untuk lebih jelasn tentunya pelajari juga mengenai contoh soal hukum perbandingan volume yang ada di buku-buku pelajaran kimia.

Sudah paham materi bilangan kuantum dan struktur atom?

Hipotesis Avogadro

Hipotesis Avogadro

Hukum Avogadro atau Hipotesis Avogadro adalah hukum gas yang diberi nama sesuai dengan penemunya yaitu Amedeo Avogadro pada tahun 1811.

Hukum avogadro menyatakan bahwa:

“Gas-gas yang mempunyai volume sama, pada temperatur dan tekanan yang sama, akan memiliki jumlah partikel yang sama”

Artinya, jumlah molekul atau atom dalam suatu volume gas tidak bergantung pada ukuran ataupun jumlah massa dari molekul gas.

Misal, 1 liter gas hidrogen dan nitrogen akan mengandung jumlah molekul yang sama, selama suhu dan tekanannya sama.

Untuk lebih memahami tentunya pelajari juga mengenai contoh soal hipotesis avogadro yang ada di materi kali ini.

Rumus Hukum Dasar Kimia

Rumus Hukum Dasar Kimia

Adapun untuk rumus hukum-hukum dasar kimia adalah sebagai berikut ini.

Hukum Gay Lussac

Saat gas bereaksi bersama-sama menjadi gas lain, dan semua volume diukur pada suhu dan tekanan yang sama. Rumus hukum gay lussac yaitu:

P1 = P2 dan T1 = T2 berlaku : V1/V2 = n1/n2

Bagaimana? Sudah cukup paham bukan mengenai hukum gay lussac diatas?

Hukum Avogadro

Gas-gas yang mempunyai volume sama, pada temperatur dan tekanan yang sama, akan memiliki jumlah partikel yang sama.

Hukum Avogadro dapat dinyatakan secara sistematis yaitu:

V/n = k

Keterangan:

V = Volume gas

n = Jumlah mol

k = Tetapan kesebandingan

Harus baca juga sistem periodik unsur!

Contoh Soal Hukum Dasar Kimia

Contoh Soal Hukum Dasar Kimia

Berikut ini kami sertakan mengenai contoh soal tentang hukum dasar kimia beserta jawabannya yang sangat relevan dengan pembahasan 5 hukum diatas.

1. Serbuk magnesium yang massanya 3 gram tepat habis bereaksi dengan sejumlah serbuk belerang menghasilkan senyawa magnesium sulfida yang massanya 4 gram. Tentukan massa serbuk belerang yang telah bereaksi!

Pembahasan:

Persamaan reaksinya adalah..

 Mg(s) + S(s) → MgS(s)

3 gr        x gr      4 gr

Menurut hukum kekekalan massa: “massa sebelum bereaksi = massa sesudah bereaksi”

(3  + x) gr    = 4 gr

X = (4-3) gr = 1 gr

Maka massa serbuk belerang adalah 1 gram.

Nah, bagaimana mengenai hukum dasar kimia? Apakah Anda sudah sedikit dapat memahami mengenai 5 hukum dasar kimia diatas?

Cukup mudah bukan hehehehe.. yang penting Anda harus tetap belajar agar dimaksimalkan kepintarannya. Rumus hukum kimia dasar juga dipahami ya!

Terimakasih atas perhatiannya dalam membaca dari atas hingga bawah, untuk itu kami theinsidemag.com menunggu atas kritik dan sarannya! Salam sukses.

Biar pintar baca juga materi siklus krebs di kimia!

Referensi :

http:// chemistrifkawidiarti.blogspot.com/p/hukum-kimia-hukum-alam-relevan-dengan.html
https:// materibelajar.co.id/hukum-dasar-kimia/

Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tata Nama Senyawa

Kusuma
3 min read

Sistem Periodik Unsur

Kusuma
5 min read

Elektron Valensi

Kusuma
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *