Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Manajemen

8 min read

Manajemen

Manajemen adalah suatu seni untuk menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Materi ini biasanya berkelanjutan dari ilmu ekonomi dan kegiatan ekonomi.

Untuk mengatur organisasi atau perusahaan agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan awalnya, disinilah yang biasa kita sering dengar yakni me-manage hal tertentu.

Nah, disini Anda harus benar-benar memahami mengenai konsep managemen sendiri. Hal yang pertama akan dijelaskan adalah mengenai pengertian manajemen secara umum dan menurut para ahli.

Selanjutnya adalah mengenai fungsi manajemen, unsur-unsur manajemen, contoh manajemen, prinsip manajemen, peran manajemen. Untuk itu simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen

Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno menagement, yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur“. Ini adalah etimologi dari managemen.

Dari bahasa Italia (1561) maneggiare berarti “mengendalikan” terutama dalam konteks mengendalikan kuda, yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti “tangan”.

Bahasa Perancis kemudian mengadopsi kata ini dari Bahasa Inggris menjadi menagment, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

1. Pengertian Secara Umum

Pengertian Management Secara Umum

Pengertian Manajemen Secara Umum adalah sebuah proses untuk mengatur sesuatu yang dilakukan oleh sekelompok orang atau organisasi untuk mencapai tujuan, dengan cara bekerja sama memanfaatkan sumber daya yang ada.

Managemen sendiri dapat juga didefinisikan sebagai upaya perencanaa, pengkoordinasian, pengorganisasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efisien dan efektif.

Maksud efektif disini adalah untuk mencapai tujuan sesuai perencanaan dan efisien untuk melaksanakan pekerjaan dengan benar dan terorganisir.

Ada 3 alasan utama mengapa manajemen diperlukan, berikut menurut T. Hani Handoko:

  • Agar tujuan pribadi dan organisasi dapat tercapai.
  • Menjaga keseimbangan antara tujuan, sasaran, kegiatan yang saling bertentangan dari pihak yang punya kepentingan dalam organisasi.
  • Manajemen dibutuhkan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas suatu kerja organisasi.

Di dalam organisasi yang sedang berkembang, management yang dibutuhkan ada beberapa: meliputi manajemen strategi, manajemen sumber daya manusia, produksi, pemasaran, dan lain sebagainya.

2. Pengertian Menurut Para Ahli

Pengertian Management Menurut Para Ahli

Biasanya, pendapat para ahli ini dijadikan sebagai landasan dalam beberapa makalah ataupun penyampaian pendapat. Karena, ahli di bidangnya ini tentunya memiliki pendapat yang relevan.

Nah, ini adalah 10 pengertian manajemen menurut para ahli :

a). Mary Parker Follet

Menurut Mary Parker Follet, pengertian manajemen adalah sebuah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.

Dengan kata lain, seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan di dalam sebuah organisasi.

b). George R. Terry

Menurut George R. Terry, pengertian manajemen adalah sebuah proses yang khas yang terdiri dari beberapa tindakan; perencanaan, pengorganisasian, menggerakan, dan pengawasan.

Semua itu dilakukan untuk menentukan dan mencapai target atau sasaran yang ingin dicapai dengan memanfaatkan sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

c). Henry Fayol

Menurut Henry Fayol, pengertian manajemen adalah suatu proses perencanan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengawasan/kontrol terhadap sumber daya yang ada agar mencapai tujuan secara efektif.

d). Ricky W. Griffin

Menurut Ricky W. Griffin, pengertian manajemen adalah sebuah proses perencanaan, proses organisasi, proses koordinasi, dan proses kontrol terhadap sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

e). Lawrence A. Appley

Menurut Lawrence A. Appley, definisi managemen adalah sebuah keahlian yang dimiliki seseorang atau organisasi untuk menggerakan orang lain agar mau melakukan sesuatu.

f). Oey Liang Lee

Menurut Oey Liang Lee, pengertian managemen adalah ilmu atau senin dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengendalian terhadap sumber daya yang ada untuk mencapai tujuannya.

g). Hilman

Menurut Hilman, pengertian manajemen adalah fungsi untuk mencapai tujuan melalui perantara kegiatan orang lain serta mengawasi usaha-usaha setiap individu guna mencapai tujuan yang sama.

h). Dr. Ahuja

Menurut Dr. Ahuja, definisi manajemen adalah pihak-pihak yang menawarkan/menyediakan jasa untuk bidang yang berhubungan dengan managemen.

i). Renville Siagian

Menurut Renville Siagian, pengertian manajemen adalah salah satu bidang usaha yang bergerak di bidang jasa pelayanan yang dikelola oleh tenaga ahli yang berpengalaman dan sudah terlatih.

j). Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A

Menurut Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A, pengertian manajemen adalah ilmu perilaku yang terdiri dari aspek sosial eksak bukan dari tanggungjawab keselamatan serta kesehatan kerja baik dari sisi perencanaanya.

k). James A.F.Stoner

Menurut James A.F.Stoner, pengertian manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, leadership. serta pengendalian upaya dari anggota organisasi tersebut serta penggunaan sumber daya yang guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi sebelumnya.

Baca juga materi ekonomi kelas 10 lainnya:
1. Ilmu Ekonomi
2. Kegiatan Ekonomi
3. Permintaan dan Penawaran
4. Sistem Pembayaran
5. Bank Sentral

Fungsi Manajemen Dalam Bisnis

Fungsi Manajemen Dalam Bisnis

Fungsi Manajemen adalah sebagai elemen dasar yang harus melekat dalam managemen sebagai acuan manajer (seseorang yang mengelola manajemen) dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan.

Dengan cara merencanakan, mengorganisir, mengordinasi dan mengendalikan. Terdapat 5 fungsi utama di dalam sebuah managemen yaitu:

1. Perencanaan (Planning)

Fungsi manajemen yang pertama adalah perencanaan. Perencanaan adalah hal terpenting di dalam sebuah manajemen bisnis. Bagaimana maksudnya?

Dimana seorang manajer yang mengelola management dalam perusahaan atau bisnis akan merencankan dan mengevaluasi setiap tindakan yang sudah atau belum ditindaklanjuti dalam bisnis.

Perencanaan penting sekali dalam menentukan secara keseluruhan tujuan perusahaan dan upaya dalam memenuhi tujuan bersama.

Manajer selalu bertindak sebagai seseorang yang mencari alternatif dalam mencapai tujuan akhir, mencakup rencana jangka pendek, jangka menengah ataupun jangka panjang.

Tidak adanya perencanaan yang tepat di dalam bisnis, dapat mengakibatkan bisnis tersebut tidak berjalan sesuai dengan langkah awal. Ini jelas mengakibatkan ketidakteraturan hingga kebangkrutan.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Fungsi manajemen dalam bisnis yang kedua adalah sebagai pengorganisasian dengan membagi kegiatan besar menjadi beberapa kegiatan kecil atau serangkaian kegiatan.

Tujuannya adalah untuk mempermudah manajer melakukan pengawasan yang lebih efektif dan menentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan yang sudah dibagi menjadi lebih efisien.

Pengorganisasian secara lebih mudah dapat dilaksanakan dengan menentukan apa saja tugas yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan dan bagaimana harus dikerjakan.

Hal ini bertujuan agar dapat mencapai tujuan bisnis melalui proses yang lebih terstruktur atau terorganisasi.

3. Penempatan (Staffing)

Fungsi manajemen dalam bisnis yang ketiga adalah penempatan. Penempatan ini hampir sama dengan pengorganisasian (organizing), namun penggunaannya lebih luas.

Apabila organizing lebih memperhatikan manajemen sumber daya manusia, maka staffing lebih memperhatikan sumber daya secara umum.

Beberapa sumber daya tersebut diantaranya; peralatan, perlengkapan, dan inventaris yang ada pada sebuah organisasi.

4. Pengarahan (Directing)

Fungsi manajemen yang keempat adalah Pengarahan. Suatu tindakan yang mengupayakan agar setiap anggota bisnis atau kelompok mampu mencapai sasaran dan target sesuai prosedur manajerial yang sudah direncanakan.

Seorang manajer akan melakukan pengarahan jikalau terjadi masalah atau jika apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan yang direncanakan.

Karena, tidak semua hal yang telah direncanakan dalam bisnis, dapat diwujudkan secara nyata dalam sebuah tindakan. Mengingat, banyaknya kejadian yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Sehingga, disinilah fungsi management dibutuhkan sebagai pengarahan agar apa saja yang dikerjakan oleh sumber daya manusia sesuai dengan jalur yang semestinya.

5. Pengawasan (Controlling)

Dari berbagai rencana dan tindakan yang telah dijalankan, perlu adanya pengawasan atau controlling. Dalam hal ini adalah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja sumber daya perusahaan.

Manajer secara aktif akan melakukan pengawasan terhadap sumber daya yang sudah diorganisasi sebelumnya dan memastikan apa yang dikerjakan sesuai yang telah direncanakan.

Adanya kesalahan atau penyimpangan dalam menjalankan tugas dapat dikoreksi untuk menjadi pembelajaran pada perencanaan tahap berikutnya.

Klasifikasi dari masing-masing sumber daya juga cukup penting untuk menjadi bahan klasifikasi supaya tidak menimbulkan dominansi dari manajer saja.

Bisnis yang baik adalah bisnis yang anggotanya mampu bekerjasama secara tim dan berjalan secara simultan. Hal yang harus dipenuhi untuk melakukan pengawasan yaitu:

  • Jalur (routing)
    Manajer harus menetapkan jalur untuk memperkecil resiko kesalahan yang terjadi.
  • Penetapan Waktu (scheduling)
    Manajer harus memiliki waktu rutin untuk melakukan pengawasan, misalnya sebulan sekali.
  • Perintah Pelaksanaan (dispatching)
    Manajer memiliki sikap untuk memerintah supaya SDM menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
  • Tindak Lanjut (follow up)
    Manajer melakukan evaluasi dan memberikan solusi selama proses mencapai tujuan untuk meminimalisir kesalahan yang sama.

Prinsip Manajemen

Prinsip Manajemen

Prinsip-prinsip di dalam management bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah.

Menurut Henry Fayol, seorang pencetus teori management yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsi[ umum managemen ini terdiri dari:

  1. Pembagian kerja (division of work)
  2. Wewenang dan tanggung Jawab (authority and responsibility)
  3. Disiplin (discipline)
  4. Kesatuan perintah (unity of command)
  5. Kesatuan pengarahan (unity of direction)
  6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri (subordination of individual interests to the general interests)
  7. Pembayaran upah yang adil (renumeration)
  8. Pemusatan (centralisation)
  9. Hierarki (hierarchy)
  10. Tata tertib (order)
  11. Keadilan (equity)
  12. Stabilitas kondisi karyawan (stability of tenure of personnel)
  13. Inisiatif (inisiative)
  14. Semangat kesatuan (esporits de corps)

Unsur-Unsur Manajemen

Unsur-Unsur Manajemen

Dalam membentuk suatu struktur manajerial yang baik, diperlukan unsur-unsur management di dalamnya. Secara keseluruhan unsur ini terkait satu dengan yang lainnya.

Berikut ini adalah unsur-unsur manajemen tersebut:

1. Manusia (Human)

Faktor yang paling utama dalam suatu management adalah manusia. Dalam praktiknya, manusia sendiri yang membuat tujuan dan melakukan proses pencapaian tujuan tersebut.

Dengan kata lain, proses kerja tidak akan terjadi apabila tidak terdapat unsur manusia di dalamnya.

2. Uang (Money)

Uang adalah unsur management yang sangat berpengaruh karena hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah yang beredar di suatu perusahaan.

Unsur uang dapat menjadi alat dalam proses pencapaian tujuan dengan penggunaanya yang diperhitungkan secara rasional.

Di dalam suatu badan usaha atau perusahaan uang biasanya digunakan untuk biaya operasional, seperti gaji pegawai, pembelian dan perawatan alat kantor yang dibutuhkan perusahaan.

3. Bahan (Materials)

Bahan ini terdiri dari raw material (bahan setengah jadi) dan bahan jadi. Unsur material merupakan faktor penting dalam dunia usaha karena hasil yang baik hanya bisa dicapai bila terdapat material yang baik.

4. Mesin (Machine)

Mesin sangat dibutuhkan manusia untuk melakukan pekerjaan yang sulit menjadi lebih mudah dan cepat. Penggunaan mesin akan meningkatkan hasil dan keuntungan serta membuat proses kerja menjadi efektif.

5. Metode (Methods)

Proses pelaksanaan kerja hanya dapat berjalan dengan efektif dan efisien bila dilakukan dengan metode yang tepat. Suatu metode kerja harus mempertimbangkan sasaran, fasilitas, waktu, uang, dan kegiatan bisnis.

6. Pasar (Market)

Proses pemasaran produk merupakan unsur management yang sangat krusial bagi sebuah perusahaan. Jika tidak ada pemasaran maka barang tidak akan laku.

Suatu bisnis bisa menguasai pasar apabila menawarkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan minat dan daya beli konsumen. Itulah sebabnya proses pemasaran berhubungan dengan kualitas barang yang dipasarkan.

Peran Penting Manajemen Bagi Perusahaan

Peran Penting Manajemen Bagi Perusahaan

Peter F.Drucker seorang otoritas management mencatat telah menekankan pentingnya management untuk kehidupan sosial. Beliau memproklamirkan hampir seperempat abad hal tersebut.

Dia menyatakan management efektif adalah sumber daya yang paling dibutuhkan untuk negara berkembang bukan negara maju saja.

Berdasarkan dari penjelasan diatas mengenai pengertian managemen serta fungsi-fungsinya, dapat diketahui ini sangat penting bagi perusahaan atau organisasi.

Berikut pentingnya managemen bagi organisasi atau perusahaan:

  • Membantu mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
  • Mengoptimalkan sumber daya.
  • Menunjang organisasi atau perusahaan yang baik.
  • Menciptakan keseimbangan.
  • Meminimalisir biaya.

Sifat Kepemimpinan Dalam Manajemen

Sifat Kepemimpinan Dalam Manajemen

Managemen bukan sekedar elemen penting yang terorganisir dalam organisasi atau perusahaan. Lebih dari itu managemen merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Mengolah kehidupan sendiri juga tidak jauh berbeda dengan mengolah organisasi atau perusahaan. Dalam prosesnya dibutuhkan sifat-sifat kepemimpinan agar terorganisir dengan baik.

Beberapa sifat kepemimpinan yang baik dalam sebuah management adalah sebagai berikut:

  • Mendorong karyawan untuk berkontribusi secara efektif.
  • Membantu karyawan untuk berkoordinasi dan bekerjasama.
  • Tidak memaksakan pekerjaan yang sesuai kepada anggotanya.
  • Senantiasa memberikan arahan kepada anggotanya.
  • Menjalin ikatan yang erat dengan anggotanya.
  • Seorang pemimpin harus sebagai pilar pendukung anggotanya.
  • Dapat menyelesaikan dan mengintervensi konflik dengan segera.
  • Tidak terlalu keras kepada anggota.
  • Mampu menjadi teladan yang baik bagi anggotanya.

Contoh dan Jenis-Jenis Manajemen

Contoh dan Jenis-Jenis Manajemen

Di dalam penerapan ilmu manajemen dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak sekali contoh yang bisa kita temukan, sesuai dengan bidangnya.

Berikut ini adalah beberapa contoh dan macam-macam manajemen:

  • Manajemen Strategi
  • Manajemen Administrasi Perkantoran
  • Manajemen Biaya
  • Manajemen Organisasi
  • Manajemen Personalia dan Administrasi
  • Manajemen Perusahaan
  • Manajemen Pemasaran
  • Manajemen Produksi
  • Manajemen Keuangan
  • Manajemen Waktu
  • Manajemen Organisasi
  • Manajemen Komunikasi
  • Manajemen Pendidikan
  • Manajemen Konstruksi
  • Manajemen Agribisnis
  • Manajemen Stress
  • Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Manajemen Resiko
  • Manajemen Rantai Pasokan
  • Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Manajemen Hubungan Masyarakat
  • Dan lain sebagainya.

Ilmu management ternyata memang sangat luas dan contoh penerapan managemen dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya ada banyak sekali.

Dan pada dasarnya kehidupan manusia tidak pernah lepas dari ilmu management, mulai dari hal kecil hingga hal yang besar.

Manajer

Manajer

Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka dalam mencapai sasaran organisasi.

1. Tingkatan Manajer

Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional, berdasarkan tingkatannya. Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, menengah, dan lini pertama.

a). Manajemen Lini Pertama (first-line management)

Ini dikenal dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi.

Mereka sering disebut supervisor, manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).

b). Manajemen Tingkat Menengah (middle management)

Ini adalah semua management yang berada di antara manajer lini pertaama dan management puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya.

Jabatan yang termasuk manajer menengah diantaranya adalah kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.

c). Manajemen Puncak (top management)

Dikenal dengan istilah executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan.

Contohnya adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).

Meski demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini.

Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lain sesuai dengan permintaan pekerjaan.

2. Peran Manajer

Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu management, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya.

Ia kemudian mengelompokkan kesepuluh peran itu ke dalam 3 kelompok. Pertama adalah peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain (bersifat seremonial dan simbolis).

Kedua adalah peran informasional, dimana peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.

Ketiga, peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.

3. Keterampilan Manajer

Sekitar tahun 1970-an Robert L. Katz mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal 3 keterampilan dasar. 3 keterampilan dasar manajer adalah:

a). Keterampilan Konseptual (conceptional skill)

Manajer harus memiliki keterampilan membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Konsep harus dijabarkan menjadi rencana kegiatan. Keterampilan ini lebih terpaku untuk membuat rencana kerja. 

b). Keterampilan Berhubungan dengan Orang Lain (humanity skill)

Komunikasi persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang bersahabat akan membuat karyawan merasa dihargai dan akan terbuka pada atasan.

c). Keterampilan Teknis (technical skill)

Ini adalah keterampilan bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan ini untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misal menggunakan komputer, akuntansi, dsb.

4. Etika Manajerial

Etika manajerial adalah standar perilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka. Ada tiga kategori klasifikasi etika manajerial menurut Ricky W. Griffin:

  • Perilaku terhadap karyawan
  • Perilaku terhadap organisasi
  • Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya

Itulah tadi merupakan beberapa materi mengenai menejemen yang baik dan benar. Semoga materi dari kami theinsidemag.com tadi bermanfaat! Salam sukses.

Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *