Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Pantun Duka Cita

3 min read

Pantun Duka Cita

Pantun Duka Cita merupakan sebuah pantun yang mengekspresikan sebuah dukacita atas terjadinya sesuatu. Sebelumnya, apa itu dukacita?

Dukacita adalah sebuah rangkaian gelombang emosi dan mental, yang membawa setiap individu menuju kerapuhan diri dalam menjalani rutinitas.

Biasanya duka cita ini identik dengan masalah berkabung. Meninggalnya sanak saudara, teman atau guru, orang-orang terdekat.

Awal mula berkabung ini disebut duka cita. Semua manusia, sudah dipastikan tidak ingin mengalami duka cita, namun setiap insan pasti mengalaminya.

Untuk itu di bawah ini akan dijelaskan mengenai sebuah contoh pantun duka cita sedih yang dapat menyayat hati apabila mengenangnya.

Pantun Duka Cita Sedih

Pantun Duka Cita Sedih

Sebenarnya terlalu meratapi kesedihan tidaklah baik, namun apa daya? Manusia sejatinya bisa bersedih hingga berbulan-bulan.

Muslim yang baik adalah mengingat janji Allah SWT akan janjinya supaya kita tidak boleh bersedih, harus bersabar dan bertawakal.

Untuk itu, sedikit mengobati rasa duka cita yang mendalam adalah dengan melantunkan pantun. Berikut adalah contoh pantun duka cita sedih.

Indonesia negara agraris
Tak dibiarkan dijajah sejengkal
Aku sedih selalu menangis
Adiku sayang telah meninggal

Loading...

Roti sepotong silakan makan
Awas jatuh nanti ada kuman
Rasa duka yang kau rasakan
Akan berganti dengan senyuman


Bola ditepis
Masuk air mendidih
Kamu jangan menangis
Aku ikutan sedih


Ada hitam ada putih
Warna ungu kesukaan janda
Malam ini aku sangat sedih
Teringat kenangan ibunda yang sudah tak ada


Orang marah harus sabar
Karena itu bagian iman
Aku harus kuat dan selalu sabar
Karena ku yakin ini cobaan


Kura kura jalannya lambat
Lambat juga ada tenaga
Selamat jalan wahai sahabat
Ku doakan engkau masuk dalam surga


Makan manggis makan duku
Ramai sudah di rumah Bunda
Yaa Allah tolong kuatkan aku
Melihat bunda masuk keranda


Jadilah anak yang soleh
Agar selalu menjadi tampan
Ada masalah bersedih boleh
Menangis.. jangan


Ayah pulang membawa buah
Harganya murah 3 ribuan
Berdoalah kita kepada Allah
Semoga kuat dan ditabahkan


Mayangsari ke Jakarta
Ketemu bapak-bapak status duda
Aku benar-benar menderita
Harta tak ada ibu tiada

Itulah sebuah contoh pantun duka cita meninggalnya orang tua, sahabat, saudara, adik atau yang lainnya. Semoga pantun-pantun tersebut dapat menjadi pengingat bersama.

Pantun Duka Cita Kehilangan

Pantun Duka Cita Kehilangan

Kehilangan seseorang pasti akan menjadi ujian terberat dalam hidup kita, pandai-pandai bersyukur tatkala orang tua masih ada.

Untuk itu kami berikan contoh pantun duka cita mendalam atas kehilangan beberapa orang tersayang. Silakan dipahami dan direnungi.

Ada minang ada bugis
Cantiknya adik sarah
Setiap malam adik menangis
Teringat ibu yang sudah dalam tanah


Naik mobil merk Xenia
Pergi bersama bude Yanti
Biar menderita hidup di dunia
Asal bahagia di akhirat nanti


Ada madu ada lebah
Ada sayang ada cinta
Hapus airmata tetapkan tabah
Biar tak ada yang tahu ku menderita


Pergi ke Bromo naik Kuda
Kuda jalan portal tertutup
Sekarang orang tua telah tiada
Bagaimana cara aku bertahan hidup


Ada ayam ada ikan
Ikan bakar dimakan utuh
Tiap malam selalu ku doakan
Agar kamu yang sakit cepat sembuh


Di wayang ada sengkuni
Orang jahat berkacamata
Nasib derita selalu kujalani
Setiap hari dengan airmata


Ke indomart beli kebab
Kebab enak isinya ikan
Aku selalu berharap
Agar selalu dikuatkan


Ada kayu ada papan
Papan milik ayah Duta
Hidup harus tetap berjalan
Walau penuh luka dan juga derita


Jangan selalu merasa sial
Sial bukan ajaran rasul
Hari ini kamu yang meninggal
Siapa tahu besok aku menyusul


Pegunungan himalaya
Garam ada di dalam sana
Cobaan itu bukti cinta
Allah sedang menguji iman kita

Setelah merasa kehilangan orang tua, saudara dan lain sebagainya. Tentulah pasti, kalian harus berharap hanya kepada Allah saja.

Pantun Duka Cita Anak-Anak

Pantun Duka Cita Anak-Anak

Pantun ini dapat dilantunkan oleh anak-anak. Pantun duka cita anak anak ini sebenarnya lebih ke personality mengingat ibu yang telah tiada.

Beberapa juga menceritakan kesedihan seorang anak SD atau anak-anak dalam meratapi kerinduan yang tidak kunjung sirna.

Bertemu teman salam sapa
Teman jauh dari kota
Lama sudah tidak berjumpa
Rasa rindu penuhi dada


Ke jogja turun di Lempuyang
Jelas juga naik kereta
Pada ibu disana yang sangat ku sayang
Rindu hati ingin berjumpa


Buah iman adalah sabar
Mengaji lagi di hari rabu
Sangat lembut dan penyabar
Sedih hati mengenang ibu


Jauh jauh ke Tanjung Pinang
Tapi ternyata pesawat delay
Senyuman ibu dulu sangat tenang
Membuat diriku merasa damai


Siang siang makan tebu
Tebu punya ibu Arga
Sungguh rindu senyuman ibu
Semoga Ibu masuk surga


Ada merica ada lada
Ada beberapa daun kara
Ibu tiada ayah tiada
Hidupku hanya sebatang kara


Manis sekali air tebu
Tebu milik bapak Jalu
Ingin merakan kasih ibu
Agar sedih hilang dariku


Dari Papua menuju Jawa
Dari Jawa menuju Sumatera
Kepada Tuhan selalu berdoa
Semoga bapak ibu masuk ke surga


Bertemu di pasar dengan si Jeni
Jeni membeli sebuah kurma
Biarlah sedih di dunia ini
Tapi di akhirat berjumpa mereka


Banyak sekali tumbuhan berduri
Tapi bunganya indah di mata
Sedih hati menangis sendiri
Kepada siapa harus bercerita

Bagaimana mengenai contoh pantun kehilangan diatas? Pantun duka cita dibuat berdasarkan situasi dan kondisi yang dialami oleh pembuat.

Itulah tadi merupakan beberapa pantun duka cita yang bisa kami theinsidemag.com yang dapat kami sampaikan. Semoga kesedihan dapat segera hilang.

Adapun, jika kalian ingin mengirimkan karya kalian mengenai pantun duka cita silakan kirimkan di komentar. Terimakasih readers!

Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Pantun Pahlawan

Kusuma
2 min read

Pantun Dagang

Kusuma
2 min read

Pantun Agama

Kusuma
6 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *