Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Perang Dingin

4 min read

Perang Dingin

Sejarah Perang Dingin adalah salah satu sejarah yang akan selalu dikenang Dunia bahkan hingga beberapa generasi.

Salah satu peristiwa bersejarah di dunia yang cukup penting dan mempengaruhi pergolakan bangsa-bangsa lainnya adalah saat terjadinya Perang Dingin yang terjadi antara Blok Barat dengan Blok Timur.

Perang Dingin adalah perang yang terjadi dalam bentuk ketegangan dari perwujudan konflik kepentingan dan perebutan supremasi serta adanya perbedaan ideologi yang terjadi antara Blok Timur dengan Blok Barat.

Pengertian Perang Dingin

Pengertian Perang Dingin

Perang Dingin atau yang juga disebut cold war merupakan bentuk ketegangan yang terjadi antara Blok Timur yang dikuasai oleh Uni Soviet dan Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat. 

Perang Dingin adalah sebuah sebutan bagi suatu periode terjadinya ketegangan politik dan militer antara Dunia Barat, yang dipimpin Amerikat Serikat dan sekutu NATO-nya.

Dengan Dunia Komunis yang dipimpin Uni SOviet beserta sekutu negara-negara satelitnya.

Peristiwa ini terjadi setelah sekutu berhasil mengalahkan Jerman Nasi di Perang Dunia II, yang kemudian menyisakan Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Uni Soviet, bersama dengan negara-negara di Eropa Timur yang didudukinya, membentuk Blok Timur. Proses pemulihan pasca-perang di Eropa Barat difasilitasi oleh program Rencana Marshall USA.

Uni Soviet juga membentuk COMECON bersama sekutu Timurnya. USA membentuk aliansi militer NATO pada tahun 1949, sednagkan Uni Soviet juga membentuk Pakta Warsawa oada tahun 1955.

Beberapa negara memilih untuk memihak salah satu dari dua negara adidaya ini, sedangkan yang lainnya memilih untuk tetap netral dengan mendirikan Gerakan Non Blok.

Latar Belakang Terjadinya Perang Dingin

Latar Belakang Perang Dingin

Perang Dingin atau yang juga disebut cold war merupakan bentuk ketegangan yang terjadi antara Blok Timur yang dikuasai oleh Uni Soviet dan Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Ada beberapa hal yang menjadi latar belakang terjadinya Perang Dingin, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Munculnya Amerika Serikat Sebagai Negara Pemenang Perang di Pihak Sekutu

Kala itu pihak sekutu yang terdiri dari Inggris, Perancis dan Amerika Serikat berhasil memenangkan Perang Dunia II.

Dalam perang ini Amerika memiliki peranan yang besar dalam membantu negara Eropa Barat untuk bisa memperbaiki sistem perekonomiannya.

2. Munculnya Rusia atau Uni Soviet Sebagai Negara Adidaya yang Berperan Membebaskan Eropa Bagian Timur dari Tangan Jerman

Beberapa negara yang berada di Eropa Timur kala itu menjadi bagian dari kekuasaan jerman. Sejak kemunculan Uni Soviet, negara ini mensponsori terjadinya perebutan kekuasaan di negara-negara bagian timur di Eropa.

Diantaranya adalah Hongaria, Rumania, Polandia, Albania, Bulgaria dan Cekoslowakia yang masuk ke dalam pemerintahan komunis Rusia.

3. Munculnya Negara-Negara yang Merdeka Setelah Perang Dunia II di Luar Wilayah Eropa

Setelah Perang Dunia II, maka ada beberapa negara yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya. Mereka tergabung menjadi negara-negara maju dan berkembang yang mampu mempengaruhi perkembangan ekonomi dan politik dunia

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perang Dingin

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perang Dingin

Selain itu, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Perang Dingin adalah:

1. Perbedaan Faham

Amerika Serikat dan Uni Soviet merupakan dua negara yang memiliki kekuatan besar di dunia. Kedua negara yang merupakan negara pemenang Perang Dunia kedua memiliki paham atau ideologi yang berbeda.

Uni Soviet menganut paham komunis sementara Amerika Serikat menganut paham liberal-kapitalis.

Paham liberal-kapitalis merupakan ideologi yang mengagungkan kebebasan individu yang akan memungkinkan kapitalisme berkembang dengan pesat.

Sementara itu, paham sosial komunis berkeyakinan bahwa negara yang mengendalikan perusahaan dengan menggunakan keuntungannya untuk rakyat akan lebih mempercepat kesejahteraan kaum buruh.

Tentu keduanya menjadi sangat bertentangan.

2. Keinginan Berkuasa

Uni Soviet dan Amerika Serikat merasa sama-sama sebagai negara yang kuat berkeinginan untuk menjadi penguasa di dunia dengan melalui cara-cara yang baru.

Amerika Serikat sebagai negara kreditor besar menguasai suatu negara untuk berada di bawaH kekuasaannya dengan cara memberikan pinjaman.

Pinjaman tersebut digunakan oleh negara berkembang untuk melaksanakan pembangunan dengan harapan dapat meningkatkan kemakmuran rakyatnya.

Selain itu, Amerika Serikat juga menjadi tempat pemasaran dari berbagai hasil industri serta menjauhkan dari paham sosial-komunis.

Sementara itu, Uni Soviet memanfaatkan keberadaan masyarakat miskin sebagai sasaran empuk paham sosial-komunis. Uni Soviet menarik perhatian dari negara lain dengan cara memberikan bantuan berupa tenaga ahli dan senjata.

3. Berdirinya Pakta Pertahanan

Untuk mengatasi berbagai kepentingan dan perbedaan yang ada guna meraih kekuasaan.

Negara-negara di Eropa Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat membentuk pakta pertahanan dengan nama NATO (North Atlantic Treaty Organization).

Organisasi ini merupakan organisasi pertahanan yang berada di Atlantic utara.

Sementara itu, pada tahun 1955, Uni Soviet juga membentuk pakta pertahanan sama seperti halnya Amerika serikat, dengan nama Pakta Warsawa.

Beberapa negara yang tergabung ke dalam Pakta Warsawa antara lain adalah Jerman Timur, Uni Soviet, Bulgaria, Albania, Cekoslovakia, Hungaria, Rumania dan Polandia.

Berdirinya kedua pakta pertahanan tersebut akhirnya mengakibatkan rasa saling curiga diantara keduanya, ketidak percayaan dan kesalahpahaman antara Blok Timur dengan Blok Barat.

Amerika dituduh menjalankan politik imperialis.

Sementara Uni Soviet dianggap menggunakan ideologi komunisme untuk melakukan perluasan hegemoni atas negara-negara demokrasi. Karena hal inilah masing-masing pihak saling diliputi Perang Dingin.

Proses Terjadinya Perang Dingin

Proses Terjadinya Perang Dingin

Perang Dingin dimulai setelah berakhirnya Perang Dunia II dengan kemenangan Amerika Serikat dan Uni Soviet. Karena keduanya sama-sama memiliki kekuatan yang besar, terjadilah persaingan di antara keduanya.

Awal mula Perang Dingin terjadi setelah Jerman dibagi menjadi dua blok, jerman barat dan Jerman Timur. Jerman Timur dipimpin oleh Uni Soviet dan Jerman Barat dipimpin oleh Amerika Serikat.

Selanjutnya disusul dengan pembagian kota Berlin yang menjadi Berlin Barat dan Berlin Timur. Berlin Barat dikuasai oleh Inggris, Perancis dan Amerika Serikat, sementara Berlin Timur dikuasai oleh Uni Soviet.

Hanya dalam waktu yang singkat pada tahun 1945 hingga 1948, Uni Soviet sudah berhasil membentuk pemerintahan Komunis yang terdiri dari beberapa negara.

Diantaranya adalah Chekoslovakia, Polandia, Rumania, Hungaria dan Bulgaria. Melihat perkembangan yang begitu pesat, Amerika Serikat merasa terancam dan membentuk  strategi Politic Containment Policy.

Hal ini dilakukan dengan maksud agar bisa mencegah perkembangan atau sistem politik dari pihak lawan.

Strategi politik yang dilakukan bisa berupa Marshall Plan, Doctrine Truman yang bertujuan untuk menghambat jalur Uni Soviet menuju ke selatan yang akan mengancam negara-negara barat.

Konflik ideologi ini berkembang hingga ke Asia.

Peristiwa-Peristiwa Saat Terjadinya Perang Dingin

Peristiwa-Peristiwa Saat Terjadinya Perang Dingin

Sementara berlangsung terjadinya Perang Dingin di Eropa, di belahan bumi lainnya juga terdapat gejolak situasi dan kondisi yang bermacam-macam, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Perebutan Kekuasaan atau Hegemoni

Akibat kalahnya Jepang dari Sekutu menyebabkan Korea dan Manchuria diduduki oleh Uni Soviet dan membuatnya semakin berkuasa di wilayah Cina dan Korea.

Berdasarkan Konferensi Yalta akhirnya Korea dibagi menjadi dua wilayah yaitu Korea Utara dan Korea Selatan. Korea Selatan dikuasai oleh Amerika Serikat sementara Korea Utara dikuasai oleh Uni Soviet.

Dan menyebabkan perang saudara antar saudara.

Sementara itu, posisi komunisme di Cina juga semakin menguat. Kuatnya komunisme juga menyebabkan berkembangnya komunisme di wilayah Asia Tenggara. Salah satunya Vietnam yang jatuh ke tangan kekuasaan Komunis.

2. Sistem Aliansi

Pada saat Perang Dingin sedang berada di puncaknya, maka setiap negara yang sedang bertentangan melakukan usaha untuk memperkuat dirinya dan bergabung menjadi sebuah aliansi.

Aliansi tersebut terpisah menjadi Blok Barat dan Blok Timur.

Aliansi Blok Barat tergabung dalam NATO (North Atlantic Treaty Organization) yang terdiri dari Irlandia, Inggris, Kanada, Amerika Serikat, belanda, Belgia, Denmark, Norwegia, Islandia, Luxemburg, Portugal dan Perancis.

Tujuan dari NATO ini adalah membendung kekuasaan Komunis dari Eropa Utara hingga ke Yunani

Sedangkan pada Blok Timur tergabung dalam Pakta Warsawa yang terbentuk pada tahun 1955.

Negara yang tergabung ke dalam Pakta Warsawa antara lain adalah Hongaria, Bulgaria, Polandia, Rumania, Jerman Timur dan Albania. Pakta Warsawa ini merupakan aliansi pertahanan dan keamanan negara-negara komunis.

Adanya Perang Dingin yang berlangsung hingga beberapa tahun dan cukup lama, mengakibatkan beberapa dampak besar di dunia, baik dalam bidang, politik, ekonomi, sosial, dan militer.

Hingga akhirnya kedua negara adikuasa tersebut menyadari bahwa hubungan diantara keduanya sudah sangat memanas yang kemudian diakhiri dengan Perang Dunia III, sehingga pada tahun 1970 hubungan antar negara di dunia sudah mulai membaik.

Demikian dari kami theinsidemag.com semoga bermanfaat! Terimakasih telah berkunjung, apabila ada kritik dan saran silakan berkomentar. Salam sukses!

Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *