Kusuma Manusia pecandu sastra penikmat alam.

Perjanjian Versailles: Sejarah, Latar Belakang, Tokoh, Isi dan Dampaknya

3 min read

Perjanjian Versailles

Salah satu perjanjian internasional yang selalu terkenang dan menjadi perjanjian terpenting adalah Perjanjian Versailles. Bisa kalian cari juga mengenai perjanjian di google atau lainnya.

Perjanjian ini merupakan sebuah perjanjian penting yang menjadi akhir dari Perang Dunia I yang terus berkecamuk antara sekutu dengan Jerman.

Dengan adanya perjanjian ini, maka gencatan senjata yang berlangsung bisa diredam.

Sebagaimana diketahui, Perang Dunia I adalah salah satu perang terbesar di dunia. Banyak korban yang berjatuhan karena perang tersebut dan kerugian material yang tidak terhingga.

Peperangan ini juga menjadi awal terpisahnya beberapa negara menjadi kelompok blok yang berseteru beratus tahun kemudian.

Sejarah Singkat Perjanjian Versailles

Versailles adalah perjanjian yang menjadi akhir dari Perang Dunia I yang berkobar selama beberapa tahun.

Melalui konferensi pers yang dilakukan, Jerman menandatangani gencatan senjata di bulan November 1918 di Compiegne Forest.

Perjanjian ini diawali dengan pihak sekutu yang melakukan negosiasi sekitar tanggal 7 Mei 1949 yang bertepatan dengan peringatan RMS Lusitania.

Salah satu aturan yang diberlakukan pada waktu itu adalah Jerman akan menyerahkan sebagian wilayah yang ia kuasai ke beberapa negara tetangga.

Selain itu, Jerman juga melepaskan wilayah koloni dan membatasi tentara.

Perjanjian ini disebut oleh beberapa kalangan sebagai Mahkamah Agung Sekutu. Hal ini cukup beralasan karena seluruh isi Perjanjian Versailles dibuat oleh pihak sekutu.

Setelah itu, pihak Jerman diundang ke Versailles untuk menandatangani perjanjian tersebut. Nah, dengan dasar inilah seolah Versailles adalah karya tunggal dari pihak sekutu.

Mengetahui perjanjian itu nasionalisme, sudah paham perjanjian linggarjati dan perjanjian renville? Baca juga yuk perjanjian saragosa.

Waktu Pelaksanaan Perjanjian Versailles

Perjanjian Versailles dilakukan dalam waktu cukup lama. Awalnya, pihak sekutu dan Jerman menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada November 1918.

Setelah itu, pihak sekutu melakukan negosiasi dan membuat butir-butir perjanjian pada 7 Mei 1919. Hingga pada akhirnya, Versailles ditandatangani kedua belah pihak pada 28 Juni 1919.

Dalam perjanjian tersebut, dijelaskan bahwa Jerman menjadi pihak yang harus bertanggung jawab. Negara itu harus memikul segala macam ganti rugi yang disebabkan oleh adanya Perang Dunia I, sesuai dengan pasal 231-247.

Latar Belakang Perjanjian Versailles

Latar Belakang Perjanjian Versailles

Perjanjian ini merupakan anti klimaks dari Perang Dunia I yang terjadi. Pada awalnya, pemicu perang ini adalah pembunuhan Pangeran Franz Ferdinand dari Astro-Hongaria beserta istrinya di Sarajevo.

Kematian pangeran membuat penduduk Astro-Hongaria tidak terima dan melakukan perlawanan kepada pembunuh yang berasal dari Yugoslavia dan Serbia.

Tidak hanya itu, ada ultimatum dari Habsburg kepada Kerajaan Serbia. Ultimatum ini yang membuat perang tak terelakkan.

Perang yang dulunya hanya dua hingga tiga negara, melebar ke seluruh dunia. Jerman hadir dan membantu Astro-Hongaria untuk melawan Serbia.

Pada 28 Juli 1914, Jerman memutuskan untuk menyerang Serbia yang ternyata dibantu oleh Rusia.

Peperangan terjadi beberapa tahun hingga pada 11 November 1918 gencatan senjata ditandatangani. Dalam gencatan senjata tersebut Jerman kalah dari pihak sekutu.

Negara sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris Raya, Perancis dan beberapa negara lainnya memberikan ketentuan hukum pada Jerman yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Versailles.

Tokoh-Tokoh Perjanjian Versailles

Ada beberapa tokoh sentral yang merumuskan Perjanjian Versailles ini. Beberapa tokoh tersebut seringkali disebut dengan nama Big Four karena tugasnya yang besar dan terdiri dari empat orang.

Empat orang inilah yang merumuskan secara detail isi perjanjian yang pada akhirnya dianggap sangat merugikan Jerman.

Adapun tokoh yang ikut serta dalam perjanjian ini adalah:

  1. Perdana Menteri David Lloyd George dari Inggris Raya
  2. Perdana Menteri Geroges Clemenceau dari Perancis
  3. Vittorio Orlando dari Italia dan Presiden Woodrow Wilson dari Amerika.

Dalam perjanjian ini, tidak ada satu tokoh pun dari Jerman yang diundang dan diajak untuk berunding.

Sudah tahu mengenai perjanjian roem royen dan perjanjian bongaya? Baca-baca lagi juga yuk perjanjian giyanti.

Isi Perjanjian Versailles

Isi Perjanjian Versailles

Perjanjian alot yang berliku tersebut menghasilkan beberapa isi. Adapun isi dari Perjanjian Versailles tersebut yang dirumuskan oleh pihak sekutu adalah sebagai berikut:

  1. Jerman diharuskan untuk menyerahkan daerah Elzas Lotaringen kepada Perancis; daerah Eupen, Malmedy dan Meresnet kepada Belgia; daerah Prusia Barat dan Posen kepada Polandia; dan menyerahkan kota Danzig dengan wilayah muara sungai Wisla pada Laut Baltik sebagai wilayah merdeka yang bebas dan dilindungi Liga Bangsa-Bangsa.
  2. Penyerahan daerah Saar kepada LBB dalam waktu 15 tahun. Selanjutnya, warga Saar akan dipersiapkan untuk memilih bergabung bersama Perancis atau bergabung bersama Jerman
  3. Penyerahan wilayah jajahan Jerman kepada pihak sekutu, yakni Inggris, Perancis dan Jepang
  4. Jerman harus memberikan ganti rugi perang kepada sekutu akibat kerusakan yang ditimbulkan. Biaya ganti rugi yang harus dibayarkan adalah sekitar 132 miliar mark emas.
  5. Jerman diharuskan memberikan kapal dagang yang mereka miliki kepada pemerintah sekutu Inggris
  6. Angkatan militer Jerman akan dibatasi secara jumlah dan Jerman dilarang untuk mengadakan wajib militer di negaranya
  7. Daerah Rhein akan diduduki oleh sekutu

Perjanjian Versailles menjadi anti klimaks dari perang yang tak berkesudahan. Perang Dunia I yang berakhir dengan perjanjian ini membuat kawasan Eropa hancur lebur.

Tidak hanya itu, diperkirakan 8,5 juta tentara dan rakyat terbunuh serta 21 juta lainnya terluka. Ini adalah salah satu perang terbesar yang dialami oleh umat manusia yang ada di dunia.

Dampak Perjanjian Versailles

Perjanjian Versailles diharapkan menjadi titik temu dari blok yang berseteru untuk menghentikan peperangan. Dampak yang terjadi dari perjanjian ini memang lebih dirasakan oleh pihak Jerman.

Setelah perjanjian berakhir, Jerman kehilangan banyak wilayah kekuasaan. Tidak hanya itu, Jerman juga tidak lagi tampil sebagai imperialis terkuat di dunia karena daerah jajahan yang mereka miliki satu per satu mulai terlepas.

Bahkan, armada militer Jerman mulai dikerdilkan dengan pembatasan-pembatasan yang mereka terima.

Dampak lain perjanjian tersebut bagi Jerman adalah hancurnya ekonomi negara.

Jerman menjadi pihak yang harus mengeluarkan dana paling banyak karena dalam perjanjian menjadi pihak yang bertanggung jawab dan menyerahkan ganti rugi kerusakan akibat perang.

Selain itu, dampak lain dari terjadinya perjanjian ini adalah munculnya blok-blok kekuasaan.

Blok-blok kekuasaan yang diatur oleh pihak sekutu dan Jerman ini membentuk kelompok baru yang terus berseteru.

Dengan adanya blok tersebut, perbedaan lawan dan kawan menjadi lebih jelas.

Pelanggaran Perjanjian Versailles

Perjanjian yang diharapkan menjadi solusi pertikaian dunia ini ternyata tidak mulus dan bisa diterima begitu saja.

Jerman yang merasa menjadi pihak yang dirugikan, tidak terima dengan isi perjanjian. Mereka menentang perjanjian tersebut karena merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan.

Selain itu, Jerman juga kehilangan banyak daerah serta uang untuk ganti rugi.

Hitler yang menjadi penguasa Jerman pada waktu itu tidak terima begitu saja dan berusaha tetap memobilisasi massa untuk melakukan perlawanan.

Perlawanan Jerman terus bergelora hingga akhirnya nanti mencetus Perang Dunia II.

Demikian beberapa ulasan mengenai Perjanjian Versailles dari kami theinsidemag.com yang timbul karena perang. Sejatinya, perang bukanlah solusi yang tepat.

Namun, hingga kini, perang masih dianggap menjadi salah satu hal yang harus dilakukan dengan dalih menciptakan kedamaian. Apakah ada kedamaian yang akan tercipta dari sebuah kerusakan yang dilakukan?

Kusuma Manusia pecandu sastra penikmat alam.