Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Puisi Ayah

6 min read

Puisi Ayah

Puisi Ayah adalah salah satu contoh ungkapan kasih sayang kepada Ayah tercinta. Dengan cara ini, ungkapan kasih sayang Anda kepada Ayah akan berjalan dengan baik.

Tentunya, dalam hal ini seorang anak akan malu kepada Ayahnya jika hanya sekedar mengucapkan “aku sayang Ayah” 100% pasti kalian akan merasa malu bukan?

Kalau dalam bahasa jawa sih hal tersebut dinamakan “rikuh” karena perasaan yang gak enak ini muncul seketika di depan orang tua.

Ayah, adalah orang kedua yang selalu sayang dan rela berkorban apapun kepada kita setelah Ibu. Ayah adalah manusia kuat yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita.

Beliau menafkahi kita sebagai anaknya, Ayah rela bekerja banting tulang sepanjang hari demi keluarga kecilnya.

Rela kerja keras menyekolahkan anaknya sebagai pemimpin keluarga yang siap berkorban jiwa dan raga. Sungguh mulia sosok Ayah tercinta.

Ayah, adalah orang yang selalu mengingatkan jika kita salah, orang yang selalu membela di depan saat ada orang yang menyakiti kita.

Kita, sebagai anaknya tidak akan mampu membalas semua jasa yang sudah pernah Ayah berikan kepada kita. Dari mulai merawat dan mendidik dari kecil hingga dewasa.

Sebagai seorang anak, kita wajib untuk selalu mendoakan ayah kita untuk diberikan kesehatan dan umur yang berkah agar bisa melihat kesuksesan kita dan bangga dengan kita.

Nah, salah satu cara memberikan ungkapan terimakasih adalah dengan memberikan sebuah contoh puisi tentang ayah yang paling terbaik. Berikut ini puisi ayah dengan segala tema!

Puisi Ayah Singkat

Puisi Ayah Singkat

Loading...

Fyi, untuk tugas ataupun untuk puisi untuk Ayah ini Anda harus membaca dan memahami dengan saksama ya. Karena, begitu banyak pesan yang dapat Anda ambil.

Satu hal yang harus diingat adalah, jangan malu ketika membacakan puisi tentang ayah di depan kelas. Resapilah, karena akan membuat Anda semakin sayang terhadap Ayah tercinta.

1. Getar Malam Rinduku

Ini adalah salah satu puisi singkat tentang ayah 4 bait, dengan judul getar malam rinduku.

“Getar Malam Rinduku”

Ingin ku gali gundukan itu
Dan mencabut papan nama setiap dukaku
Biarlah nafasku memeluk tentangmu
Puisi-puisi gelap menimang ku

Sajak berairmata merangkulku
Dan merambatkan tiap ratap disekitar gelap
Seolah kau utus jangkrik untuk memejamkan lelahku
Nyanyi cerita tentang dahaga merindu

Seolah kau titipkan restumu
Lewat dingin malam menyuap
Mantra-mantra penghapus basah tatapku
Tiap dendang lantun macapat mengiring sendu
Seperti suara hati yang tersampaikan padaku

Bahkan suara gitar berbeda saat anganku
Menuju kenangmu
Getar yang memancar melahirkan syair
Bak pujangga berlagu
Ini untukmu, Itu buatmu, Dan doa sebagai baktiku
Aku sungguh merindumu, Ayahku..

2. Ayah Segalanya Untukku

Untuk puisi ayah singkat 3 bait ini, cukup membuat terenyuh hati jika memahami lebih dalam. Hargai perjuangan Ayah dengan baik ya!

“Ayah Segalanya Untukku”

Ayah..
Beribu kata telah kau ucapkan
Beribu cinta telah kau berikan
Beribu kasih telah kau suguhkan
Hanya untuk aku.. anakmu..

Ayah..
Kau ajarkan aku tentang kebaikan
Kau tunjukkan aku tentang arti cinta
Kau jelaskan aku tentang makna kehidupan
Dan kau mendidikku dengan sungguh kasih sayang

Ayah..
Betapa mulianya hatimu
Kau korbankan segalanya untukku
Kau banting tulang hanya untukku
Aku berjanji akan tulusnya hatimu
Bahwa aku akan selalu menjagamu
Aku akan selalu menyayangimu hingga akhir hidupku
Terimakasih Ayah untuk semua kasih sayangmu..

3. Puisi Ayah Kerinduan

Kalau ini sih bisa dikategorikan menjadi salah satu contoh puisi ayah singkat dan pendek tentang kerinduan. Coba baca dong!

“Kerinduan”

Ayah dimana engkau berada
Disini aku merindukan mu
Menginginkan untuk bertemu
Merindukan akan belaianmu

Kasih sayangmu selalu ku rindukan
Engkau selalu hadir dalam mimpiku
Mimpi yang begitu nyata bagiku
Menginginkan engkau untuk kembali

Aku selalu mengharapkan engkau hadir
Menemani aku setiap hari
Menemani masa pertumbuhanku
Untuk tumbuh menjadi besar
Tanpa engkau disisiku
Tanpa engkau yang menemani hari-hari ku

4. Lafaz Cinta Untuk Ayah

Dari judulnya sudah bisa ditebak bukan? Contoh puisi anak kepada ayah tercinta pendek 3 bait yang bisa banget buat terenyuh hati.

“Lafaz Cinta Untuk Ayah”

Untukmu ayahku..
Kau tanam cinta dihatiku
Bersemi hingga menyatu dalam jiwaku
Tak pernah luput dalam ingatanku

Bintang yang menemani malamku
Gelap yang menyapa malamku
Dan mentari yang akan temani hariku
Karna tulus dan indah cintamu
Aku akan menjadikanmu raja dalam hatiku
Yang akan terus mendekap hati dan jiwaku

Ayahku..
Cintaku, cinta kami selalu
Dan selamanya tetap bersamamu
Selamat jalan Ayahku..
Akan terus kukirim al-fatihah untukmu
Bukti cintaku padamu..

5. Pahlawan Kesuksesanku

Bagian ini adalah contoh puisi tentang ayah 2 bait singkat dan pendek tetapi membuat terenyuh hati. Cocok banget nih buat tugas Bahasa Indonesia.

“Pahlawan Kesuksesanku”

Fajar telah menyapa pagiku
Kau jadikan hari mu, hari untuk pengorbanan
Pengorbanan mencari rezeki, pengorbanan untuk mencari awal yang baru
Kau ajarkan aku arti perjuangan, kau ajarkan aku arti kesuksesan

Ayah mungkin tanpamu aku tidak bisa seperti ini
Mungkin tanpamu aku tidak bisa berdiri ditengah impianku
Impian untuk meraih keberhasilan
Impian untuk mencapai kemenangan
Kaulah pahlawan kesuksesanku

Puisi Ayah Yang Sudah Meninggal

Puisi Ayah Yang Sudah Meninggal

Berkenaan dengan contoh puisi ayah yang sudah meninggal, tentunya sangat sedih bukan ketika Anda mengingatnya?

Jangankan Anda, penulis saja sampai memikirkan bagaimana nasib Ayahnya. Hehehe.. jadi ini dia ya untuk kalian yang sedang rindu kepada Ayah.

1. Puisi Ayah Rindu di Antara Hujan

Ini adalah satu contoh puisi tentang ayah yang sudah tiada. Jangan bersedih, cukup doakan beliau agar senantiasa bahagia di alam sana.

“Rindu di Antara Hujan”

Tetes demi tetes air langit membasuh wajahku
Membasahi tanah yang telah kering
Bulir  itu terpecah saat membentur bumi
Setiap tetesnya mengandung rindu yang terpendam

Tak dapat ku cegah segala rasa rindu yang kian mendesak
Ingin segera kucurahkan atau sekedar ku ucap
Mataku menerawang pada masa laluku
Dimana aku dengan tanpa segan melompat pada punggung tegapmu
Dimana aku dengan lantang meminta mainan kepadamu

Tersenyum aku dalam lamunanku
Masih teringat jelas rahangmu yang menjadikanmu semakin tampan
Masih pula ku rekam suara tegasmu namun penuh kasih
Atau tentang kekarnya tanganmu yang dengan mudah menggendongku
Atau sekedar menaikkan ku pada kursi yang tinggi
Aku mengingatnya..
Mulai deras tangisanku karenamu..

Ayah..
Aku menitipkan rinduku padamu dari tetes hujan
Tak usah khawatir, aku baik-baik saja disini
Tak perlu kau cemas aku disini selalu tersenyum
Berbahagialah ayah..
Allah akan selalu menjagamu dalam tidur lelapmu
Kita akan berbahagia selalu nantinya..

2. Hilang Piliku

Titip rindu buat Ayah, mungkin satu kalimat yang akan Anda doakan kepada Allah SWT. Ini salah satu contoh puisi buat ayah juga yang bisa membuatmu menangis mengingatnya.

“Hilang Piluku”

Seandainya..
Matahari itu adalah rasa intimku dengan Ayah
Aku tak tahu bagaimana menghadirkan kembali matahari itu
Satu-satunya matahari yang terbit kemarin
Telah ditelan gerhana berkepanjangan

Apakah ini cemburu?
Entahlah.. Aku tak tahu
Aku hanya merasakan rasa memilikiku terusik oleh seseorang
Yang seharusnya tak boleh mengganggu keintimanku dengan Ayah

Tapi.. Aku tak bisa mencegahnya
Sorot langkahnya begitu yakin untuk mengambil Ayahku dari pelukanku
Jika memang aku harus membiarkanmu hilang
Tak apa..
Piluku kini mungkin akan sirna nanti..

3. Saat-Saat Bersama Ayah

Contoh puisi tentang ayah yang sudah tiada 3 bait ini mencerminkan rindu buat Ayah tercinta. Baca dan pahami dengan baik.

“Saat-Saat Bersama Ayah”

Waktu berjalan begitu cepat
Menikam waktu dan kenangan yang kugenggam bersama Ayah
Bermain dengan puisi biru saat aku beku
Hilang kosong di tangan, raib..

Seandainya waktu sedikit tahu
Tahu bahwa hatiku teramat menyayangi Ayah
Aku tidak akan kehilangan seperti ini
Seperti puisi kehilangan baris

Kenangan begitu banyak berputar di otakku
Saat bermain hujan saat memancing
Kenangan itu masih menyatu dengan kenyataan
Kenyataan yang tiada berhenti mempermainkanku

Puisi Ayah dan Ibu

Bacakan puisi ini di hadapan mereka! Berani? Alhamdulillah semoga menjadi amalan yang baik dengan Anda mengucap syukur kepada Allah SWT.

1. Untuk Ayah dan Ibu

Puisi untuk ayah dan ibu 3 bait ini cocok Anda bawakan dan bacakan di depan kedua orang tua.

“Untuk Ayah dan Ibu”
(Novi Aqila – buku “Senja” )

Ayah.. Ibu..
Walau sering aku mendurhakaimu
Kau tetap tersenyum

Ayah.. Ibu..
Kau peras keringatmu
Hanya untuk buatku bahagia

Ayah.. Ibu..
Aku berjanji
Aku berdoa
Selalu berusaha semampuku
Bahagiakanmu di masa tuamu

2. Kelana

“Kelana”
(dari buku Puisi Makmur HM)

Salam rindu buat Ayah dan Ibu
Maaf.. Ibu..
Setengah nafasmu yang kupinjam
Belum dapat kukembalikan
Angan-angan belum rela
Mengantarku pulang

Maaf.. Ayah..
Setengah tenaga yang kau berikan
Masih dengan bangga ku gunakan
Memikul setangkai demi setangkai
Harapan..

Ampun, Ibu
Ampun, Ayah
Aku masih anakmu, bukan?
Jangan pelihara kekhawatiran

Ampun, Ibu
Ampun, Ayah
Aku masih anakmu, bukan?
Jangan pelihara kekhawatiran!

3. Cerita Tentangmu

“Cerita Tentangmu”

Cerita tentangmu
Kau tak tau, anakmu kini telah dewasa
Aku tak lagi menangis di saat lapar
Aku tak lagi menjerit di kala sakit
Kau tak tau itu

Aku tau banyak hal dari kehidupan
Tapi aku tak tau kehidupanmu
Kenanganmu, juga mimpimu
Hidupmu hanya sebuah cerita

Kini aku hanya bersama wanita yang mengasuhku
Yang menimangku, yang membelai ku
Dan yang memberi cerita hidupmu

Aku tau dirimu
Tapi aku tak kenal dirimu
Kau kenal diriku
Tapi kau tak tau diriku
Cerita tentangmu yang mengenalkan hidupmu pada diriku

Kau lah “Ayah” ku yang telah tiada
Sebelum waktu senja
Di kala matahari bersinar dengan terang-nya
Meninggal kan anakmu yang masih kau timang

4. Bunda

“Bunda”

Kau jadikan tubuhmu sandaran
Di kala tubuhku tak mampu berdiri
Kau topang hidupku
Tapi kau biarkan hidupmu

Nyanyian rindu membawaku tidur di pangkuanmu
Tawaku adalah bahagiamu
Jeritanku adalah deritamu
Kau bisikkan itu di telinga mungilku

Aku tau kau sangat lelah menuntunku
Tapi kau tak tampakkan kelelahanmu
Seakan aku tak boleh tau
Semua rasa yang membebanimu

Tetapi, kerut di keningmu
Membawa kabar itu
Kau susah, kau lelah
Kau tetap berusaha
Hingga ku memahami derita yang kau alami

Sesaat, mengenang Ayah dan Ibu yang sudah tiada adalah kesedihan yang amat mendalam bagi kita. Doakan saja dan ikhlas apabila sudah tiada.

Teruntuk yang masih memilikinya, semoga engkau menjaganya dengan baik dan benar. Merawatnya, memperhatikan layaknya beliau merawatmu semenjak kecil.

Doa anak kepada orang tuanya tentunya sangat berharga bagi mereka. Doakan, doakan, dan doakan mereka selalu dalam lindungan Allah.

Demikian contoh puisi ayah dan ibu dari mulai 2, 3, 4 bait yang sudah kami berikan diatas. Semoga dapat membantu tugasmu juga ya untuk membacakan puisi di depan kelas.

Apabila ada kesalahan dalam penulisan dari kami theinsidemag.com kami mohon maaf sebesar-besarnya. Jika Anda memiliki puisi dan ingin mengirimkan puisinya.

Silakan kontak kami untuk bisa kami upload disini dengan sumber instagram/facebook Anda. Tertarik silakan hubungi kami dan lampirkan puisinya!

Referensi :
https:// www.infohpmurah.com/2018/08/22-kumpulan-puisi-ayah-yang-menyentuh.html
https:// titikdua.net/puisi-ayah/

Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Pengertian Puisi

Kusuma
5 min read

Puisi Bahasa Inggris

Kusuma
9 min read

Puisi Alam

Kusuma
10 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *