Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Puisi Kemerdekaan

8 min read

Puisi Kemerdekaan

Puisi Kemerdekaan adalah salah satu cara mengabadikan perjuangan para pahlawan Indonesia. Menghargai para sosok pendahulu yang mati berjuang atas nama bangsa!

Jelas, perjuangan para pahlawan kita tidak diragukan lagi. Beliau, dengan gagahnya dan berani, pantang menyerah melawan penjajah untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Jasa-jasa mereka jangan sampai dilupakan. Salah satu bentuk ungkapan terima kasih dan upaya untuk selalu mengenang jasa para pahlawan kita.

Di dalam contoh puisi-puisi kemerdekaan berikut ini, semoga Anda dapat memahami bagaimana semangat juang, rasa nasionalisme, kebersamaan dan tanggung jawab yang besar.

Maka dari itu, kita pun dapat mengambil semangat dan meneladani perjuangan mereka. Kumpulan puisi tentang kemerdekaan Indonesia akan menjadikan kita nasionalis.

Puisi Kemerdekaan

Puisi Kemerdekaan

Ini adalah beberapa puisi tentang kemerdekaan yang pasti menggambarkan bagaimana pentingnya kemerdekaan itu untuk sebuah bangsa.

Dapat memberikan pesan kepada kita di masa sekarang bahwa perjuangan para pahlawan untuk mencapai kemerdekaan itu tidaklah mudah, sungguh perjuangan yang sulit.

Puisi kemerdekaan ini menyampaikan banyak hal bahwa para pejuang yang InsyaaAllah mati dalam keadaan sebaik-baiknya telah banyak berkorban.

Dengan ini, puisi kemerdekaan dapat mengenang jasa-jasa mereka, bersyukurlah kita merasakan hidup yang damai dalam kebebasan di negeri sendiri.

1. Kami Ingin Merdeka

Merdeka adalah harga mati. Contoh puisi tentang kemerdekaan memperingati HUT NKRI ini bisa dijadikan acuan dalam mengerjakan tugas membuat puisi.

“Kami Ingin Merdeka”

Pagi ini kami berdiri tegak
Di hadapan bendera pusaka
Derap langkah menghentak
Sigap maju ke depan

Moncong senapan mengarah pada sang ancaman
Para penjajah yang datang dengan ketamakan
Dengan lantang kusuarakan
Bahwa aku putera bangsa
Rela mati demi merdeka

Darah tertumpah di tanah tak mengapa
Asalkan lunas terbayar hutang merdeka
Yang kau rebut berabad-abad lamanya

Kau bangsa asing durjana
Beraninya menginjakkan kaki kotormu
Di tanah milik bangsa yang besar ini
Kau bangsa asing tak beretika
Beraninya mengibarkan benderamu
Di tanah kami
Tanah yang kami junjung kehormatannya
Dan kami perjuangkan kedaulatannya

Kau bangsa durjana
Dengan tegas kami menolakmu
Menjajah negeri kami tercinta
Sampai mati

Kami akan menuntut kemerdekaan kami
Sampai mati
Kami akan merebut hak kami
Sebagai putera bangsa
Yang telah kau injak harga dirinya
Yang telah kau robek izzahnya

Kami takkan tinggal diam
Sebagai putera bangsa
Sebagai pemuda beragama
Camkan itu!
Wahai penjajah durjana
Kami ingin merdeka

2. Kita Indonesia

Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya. Salah satu penggalan lagu tersebut menumbuhkan sedikit jiwa nasionalisme.

Untuk itu coba kalian pahami contoh puisi kemerdekaan 17 Agustus 1945 di bawah ini dengan baik.

“Kita Indonesia”

Daku adalah putera bangsa
Dengan suara keras menyalak
Meneriakkan
Merdeka, merdeka, merdeka!
Tak peduli siapa engkau
Jika kau adalah aku
Maka teriakkanlah hal yang sama
Karena aku dan kau adalah Indonesia

Kita adalah Indonesia
Dengan suara menggelegar kita berteriak
Menyalakkan suara lantang
Merdeka, merdeka, merdeka!
Maka marilah berteriak bersama
Karena aku, kau dan kalian
Adalah Indonesia

Kita Indonesia
Aku kau dan kalian
Akan meraih peran yang besar
Untuk majunya bangsa ini
Menuju kemerdekaan yang hakiki
Kemerdekaan yang sejati
Kita wajib melakukannya
Karena kita Indonesia

3. Satu Kata “Merdeka”

Puisi kemerdekaan Indonesia 3 bait ini cocok banget kalau dijadikan dalam tugas bahasa Indonesia. Bacakan di depan umum dengan semangat membara.

Satu Kata “Merdeka”

Hingga detik ini ribuan darah telah tertumpah
Hingga detik ini ribuan nyawa telah melayang
Hingga detik ini ribuan belulang telah berserakan
Sebuah harga yang harus dibayar
Demi terwujudnya kemerdekaan bangsa
Demi terwujudnya satu kata
Merdeka!

Detik ini bangsa kita telah merdeka
Detik ini Indonesia telah merdeka
Bangsa besar telah lahir
Terwujud dengan semangat para pejuang
Yang terbayarkan dengan tetesan darah dan air mata
Serta jiwa-jiwa yang terkorbankan
Demi satu kata
Merdeka!

Tak terhitung jiwa gugur di medan pertempuran
Darah segarmu merasuk ke dalam sela-sela tanah air
Dengan bangag jenazahmu tersenyum
Menyaksikan kemenangan yang tak pernah kau nikmati
Semua demi satu kata
Merdeka!

4. Setajam Senjata Runcing

Kalau untuk puisi kali ini, kami memberikan salah satu contoh puisi kemerdekaan tentang perjuangan kokoh bangsa Indonesia yang luar biasa.

“Setajam Senjata Runcing”

Diujung senjata runcing
Setajam pedang siap menyayat
Pertaruhan nyawa menentang
Mengoyah jiwa musuh hingga gentar

Pahlawan berjuang hingga raib
Meraih kemenangan untuk kebebasan
Rasa gentar dan takut terlenyapkan
Usaha sampai tumpah darah tiada usai

Kemerdekaan telah membebaskan bekapan
Kini dapat bernapas tanpa sesak
Jasa pahlawan menjadi saksi
Siap siaga hingga merdeka

5. Merdeka atau Mati

Ini adalah contoh puisi tentang kemerdekaan singkat yang membuat terenyuh hati.

“Merdeka atau Mati”

Genangan darah tumpah di atas tanah tak bertuan
Beratus-ratus nyawa melayang
Bergelimpangan di atas tanah tak bertuan
Sebuah tanah lapang yang dahulu
Menjadi medan perang

Seorang pejuang berteriak lantang
Mengangkat tinggi panji kemenangan
Gagah berani memegang senjata
Melawan penjajah hina dan nista

Dua kata menjadi pilihan
Merdeka atau mati
Tak ada lain selain itu
Kecuali merdeka atau mati

Hujan peluru memberondong tubuh kekarnya
Tetap tegak meski tubuh berlubang
Tertembak peluru tajam
Darah bercucuran membanjiri medan perang

Meski namamu tak kami kenal
Meski jasadmu tertimbun bersama gundukan tanah
Atau ragamu berserakan hancur lebur
Terkena ledakan senjata penghancur
Namun kau lah pahlawan sejati kami
Yang telah mengorbankan jiwa dan ragamu
Demi sebuah hak kebebasan
Yakni kemerdekaan

Sekali lagi lantangkan dua pilihan!
MERDEKA! atau MATI!

Puisi Pahlawan Kemerdekaan

Puisi Pahlawan Kemerdekaan

Kemerdekaan yang bangsa Indonesia raih dan nikmati saat ini bukanlah sebuah hadiah dari para penjajah yang durjana.

Murni, perjuangan panjang dan pengorbanan yang amat banyak dari para pahlawan kita. Penjajahan atas negeri ini sangat lama hingga melahirkan para pahlawan yang berjuang.

Puisi pahlawan ini juga memberikan suatu ingatan yang baik kepada generasi muda untuk selalu menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

Ada banyak sekali puisi pahlawan yang diciptakan oleh sastrawan kita. Berikut ini adalah beberapa contoh puisi pahlawan.

1. Di Balik Seruan Pahlawan

Ini bisa dijadikan salah satu contoh puisi di hari pahlawan 10 November juga lho. Anda bisa sadur dan pahami dengan baik ya.

“Di Balik Seruan Pahlawan”
(Oleh : Zshara Aurora)

Kabut..
Dalam kenangan pergolakan pertiwi
Mendung..
Bertandakah hujan deras
Membanjiri rasa yang haus kemerdekaan
Dia yang semua yang ada menunggu keputusan Sakral

Serbu..
Merdeka atau mati! Allahu Akbar!
Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa
Dalam serbuan bambu runcing menyatu
Engkau teruskan menyebut ayat suci
Engkau teriakkan semangat juang demi negeri
Engkau relakan terkasih menahan tepaan belati
Untuk ibu pertiwi

Kini kau lihat
Merah hitam tanah kelahiranmu
Pertumpahan darah para penjajah keji
Gemelutmu tak kunjung sia
Lindungannya selalu di hatimu
Untuk kemerdekaan Indonesia Abadi

2. Untukmu Pahlawan Indonesiaku

Bagaimana tentang 4 bait puisi pahlawan untuk Indonesia? Bacakan dengan membara ya walaupun anak sd, anak smp, bahkan anak tk sekalipun!

“Untukmu Pahlawan Indonesiaku”

Demi negeri..
Engkau korbankan waktumu
Demi bangsa..
Rela kau taruhkan nyawamu
Maut menghadang di depan
Kau bilang itu hiburan

Tampak raut wajahmu
Tak segelintir rasa takut
Semangat membara di jiwamu
Taklukan mereka penghalang negeri

Hari-hari mu di warnai
Pembunuhan dan pembantaian
Dan dihiasi bunga-bunga api
Mengalir sungai darah di sekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu
Yang muncul dari tubuhmu
Namun tak dapat..
Runtuhkan tebing semangat juangmu

Bambu runcing yang setia menemanimu
Kaki telanjang yang tak beralas
Pakaian dengan seribu wangian
Basah di badan keringpun di badan
Yang kini menghantarkan Indonesia
Ke dalam istana kemerdekaan

3. Pahlawanku

Ini adalah contoh puisi pahlawan kemerdekaan 17 Agustus 1945.

“Pahlawanku”
(Oleh: Rheza Hidayat)

Pahlawanku..
Bagaimana ku bisa
Membalas jasa-jasamu
Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi

Haruskah aku turun ke medan perang
Haruskah aku mandi berlumuran darah
Haruskah aku tertembak peluru penjajah
Aku tak tahu cara untuk membalas jasamu

Engkau relakan nyawamu
Demi suatu kemerdekaan yang mungkin
Tak bisa kau raih dengan tanganmu sendiri
Pahlawanku.. engkaulah bunga bangsa

4. Jejak-Jejak Pejuang

Contoh puisi kemerdekaan singkat RI ini mengingatkan tentang bagaimana pahlawan berjuang.

“Jejak-Jejak Pejuang”

Jejak-jejak para pahlawan bangsa
Semerbak harum dalam deretan syair pujangga
Bercerita indah akan kisah perjuangan
Sang pahlawan dalam membela bangsa

Meregang nyawa di medan peperangan
Raga berlubang tertembus peluru tajam
Meski tersungkur tergeletak di tanah
Kau tetap hidup dalam sanubari anak bangsa

Jejak-jejak para pahlawan bangsa
Menapak jelas menembus zaman
Kini kaupun mampu menyaksikan dari surga
Bangsamu bersatu padu dalam semangat membela

5. Pahlawan yang Hilang

Ini contoh puisi kemerdekaan singkat 3 bait bertema pahlawan untuk anak sd, smp, dan sma.

“Pahlawan yang Hilang”

Dimana lagi kau kutemukan keberanianmu
Dimana lagi kan kutemukan pekik teriak semangatmu
Dimana lagi ku temukan sosok sepertimu
Wahai pahlawan

Beribu hari telah kulalui
Jutaan hari telah kuhitung dengan jemari
Namun tak mampu juga kutemukan
Sosok pahlawan sejati

Kumeniti jalanan penuh duri dan ranjau
Menyusuri gurun pasir yang kering kerontang
Dimanakah kan kutemui lagi
Sosok sepertimu wahai pahlawanku

Puisi Kemerdekaan RI

Puisi Kemerdekaan RI

Puisi kemerdekaan memang membubuhkan rasa sakit dan sedih jika kita mengenangnya. Hijau tak terlihat hijau, yang tersisa hanya abu-abu saja.

Kemerdekaan adalah harga mati bagi setiap bangsa, semoga contoh puisi tentang kemerdekaan ini dapat membuat Anda jauh lebih nasionalisme!

Berikut adalah contoh puisi kemerdekaan 5 bait yang cukup bisa membombardir hati semakin terenyuh.

“Terbanglah Indonesia”
(Oleh: Rayhandi)

Terbanglah Indonesia
Terbang ke langit bebas
Gapai bintang hingga jauh melambung
Tunjukkan pada dunia merah putihmu

Terbanglah Indonesia
Takkan ada yang bisa mengikatmu
Juga mengurungmu
Kita bukan jangkrik di dalam kotak
Kita bebas merdeka

Terbanglah indonesia
Terbanglah kemana kau ingin terbang
Lihatlah kemana kau ingin lihat
Cintailah apa yang kau ingini
Kebebasan bersandar di raga kita
Karena kita merdeka

Terbanglah Indonesia
Dunia harus tahu Indonesia bangsa yang hebat
Bangsa yang menghargai perdamaian
Tapi bukan berarti bisa diam jika kebebasan kita di renggut
Takkan kita biarkan hak kita di injak-injak

Terbanglah Indonesia
Di ujung samudera kedamaian kita memuncah
Berdiri di atas gunung
Kita jaga laut kita-kita jaga bumi kita
Takkan kita biarkan Indonesia hancur kembali
Karena Indonesia sudah merdeka di tahun empat lima

Puisi Kemerdekaan Singkat

NKRI

Untuk mengenang para pahlawan, salah satu cara mengasihi dan mengucapkan terimakasih adalah dengan cara berpuisi untuk kemerdekaan.

Ini dia contoh puisi tentang kemerdekaan 17 Agustus 1945 untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kemerdekaan Ini”

Kemerdekaan ini adalah usaha
Usaha tanpa menyerah para pahlawan
Kemerdekaan ini adalah keringat
Setia mencucur ruah hingga habis tak tersisa

Kemerdekaan ini adalah lelah
Lelah yang setia menghantu
Kemerdekaan ini adalah darah
Karena berjuta ton darah raib tergadai untuk kemerdekaan

Kemerdekaan ini adalah nyawa
Karena di Indonesia ini beratus-ratus tahun silam nyawa melayang
Semuanya untuk Indonesia
Semuanya untuk senyum anak Indonesia
Semuanya untuk masa depan Indonesia yang lebih cerah

Puisi Kemerdekaan Chairil Anwar

Chairil Anwar

Karya Chairil Anwar kumpulan puisinya memang takan ingkar janji seperti Merapi. Puisi karya chairil anwar tentang kemerdekaan sangatlah bagus.

Salah satu puisi beliau yang bagus dalam memperingati kemerdekaan adalah dengan judul Diponegoro.

Puisi kemerdekaan karya chairil anwar ini memang patut diacungi jempol. Keren sekali! Berikut ini puisinya secara lengkap.

“Diponegoro”
(Karya Chairil Anwar)

Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali
Padang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati

Puisi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Puisi kemerdekaan ini adalah unjuk ungkapan terbaik untuk bangsa Indonesia di hari jadinya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Hari jadi Indonesia ini harus selalu diperingati dan selalu dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia. Maka dari itu salah satu persembahan terbaik adalah memberikan puisi kemerdekaan.

1. Semangat Kemerdekaan

Salah satu puisi kemerdekaan terbaik memperingati HUT RI adalah sebagai berikut.

“Semangat Kemerdekaan”
(Oleh: Irwan Maulana)

Hari itu..
17 Agustus 1945
Bangsaku telah merdeka
Para pahlawanku turunkan senjata
Tuk hormati sang bendera pusaka

Wahai pahlawan kemerdekaan
Andai kini kau masih disini
Lihatlah..
Indonesiamu sekarang ini

Masa penderitaan telah pergi
Keceriaan pun terpancar dari wajah anak negeri
Ribuan bahkan jutaan nyawa
Kalian korbankan.. demi kami

64 Tahun..
Kebebasan dari penjajahan dapat kami nikmati
Perjuangan yang engkau lakukan
Tak dapat kami tebus dengan intan ataupun berlian

Sebagai anak negeri
Aku berjanji
Kan kuisi kemerdekaan ini
Dengan semangat seorang pelajar bangsa

Satu kata dapat kuucap
Terima kasih..
Pahlawanku

2. Hari Itu, Bangsaku Bahagia

Ini adalah salah satu puisi kemerdekaan yang membuat tangis haru bahagia. Selamat membaca!

“Hari Itu, Bangsaku Bahagia”
(Karya: Asty Kusumadewi)

Indonesia adalah negara kaya
Negara penuh budaya
Negara yang selalu jaya
Di setiap generasinya

Namun, ada kisah nyata dibalik itu semua
Penjajahan dimana-mana
Perjuangan melawan penjajah durjana
Dengan semangat juang 45

Pertumpahan darah di tanah air
Saksi bisu perjuangan bangsa
Dengan satu keinginannya
Tekad kuat untuk Merdeka!

Merdeka, Merdeka, Merdeka!
Hari Itu Bangsaku Bahagia
17 Agustus 1945
Indonesia merdeka dari segala sengsara dan lara

3. Indonesia Sudah Merdeka

Kalau ini mungkin menjadi puisi kemerdekaan yang sangat menunjukan semangat perjuangan. Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kebebasan.

“Indonesia Sudah Merdeka”
(Karya: Asty Kusumadewi)

Penjajah melawan Indonesia
Peperangan di belahan penjuru Nusantara
Bambu runcing senjata utama
Memperjuangkan Indonesia merdeka

Konon katanya, sepotong roti lebih berharga
Soedirman jadi korbannya
Pengkhianat bangsa tunduk menggadaikan harga dirinya
Bersyukur, Jenderal dilindungi oleh Yang Maha Esa

Indonesia sudah merdeka
Kapten Pattimura dengan pedangnya
Jenderal Soedirman dengan tandunya
Pangeran Diponegoro dengan gerilyanya
Melawan penjajah sebegitu kuatnya

Ucapkan syukur kepada Tuhan kita
Dengan segala upaya
Dengan pertumpahan darahnya
Indonesia, sudah.. Merdeka!!

4. Saya Indonesia, Saya Pancasila

Puisi kemerdekaan ini judulnya penulis ambil dari trending pada saat Presiden Jokowi menggemakan tema HUT RI pada bulan Agustus.

“Saya Indonesia, Saya Pancasila”
(Karya: Asty Kusumadewi)

Merdeka harga mati!
Merdeka harga mati!
Merdeka harga mati!
Seruan panglima kepada anggotanya

Masih ingat bung Tomo dengan semangatnya
I Gusti Ngurah Rai dengan Puputan Margarana
Palagan Ambarawa dengan tumpah darahnya
Bekerjasama untuk tanah air kita Merdeka dari para penjajah durjana

17 Agustus 1945
Proklamasi dibacakan
Riuh tangis haru dikumandangkan
Jatuhnya Jepang dan merdekanya Negara Indonesia

Rumusan Pancasila tersusun secara nyata
Bukti jadi dasar Negara Indonesia
Lambang negara Bhineka Tunggal Ika
Saya Indonesia, Saya Pancasila

Itulah tadi merupakan puisi kemerdekaan yang sangat bagus dari mulai perjuangan, perlawanan, dan semangat juang yang tinggi dari para pahlawan.

Kami theinsidemag.com tentunya berharap jiwa nasionalisme akan selalu tumbuh seiring berjalannya waktu. Indonesia harus merdeka!

17 Agustus 1945 dengan teks proklamasi, Indonesia mencatatkan kisah haru merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang.

Jangan sekali-kali melupakan para pejuang Indonesia, mereka berani mati untuk harga diri bangsa! Merdeka, merdeka, merdeka!

Baca lanjutan mengenai puisi lainnya:
1. Pengertian Puisi
2. Contoh Puisi Ayah
3. Contoh Puisi Ibu

Referensi:

https:// ruangseni.com/8-contoh-puisi-kemerdekaan-yang-menyentuh-hati/
https:// www.infohpmurah.com/2018/07/puisi-pahlawan.html
https:// titikdua.net/puisi-kemerdekaan/

Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *