Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Reaksi Redoks

4 min read

Reaksi Redoks

Reaksi Redoks dapat disebut sebagai reaksi yang melibatkan oksidasi dan reduksi. Sebenarnya, redoks itu reduksi dan oksidasi atau oksidasi dan reduksi?

Pertanyaan tersebut memang sedikit mengecoh bukan, mungkin supaya Anda tidak salah paham, redoks adalah oksidasi dan reduksi. 

Sampai sini cukup paham ya gengs? Intinya kalian tidak boleh tertukar dari sisi pengertian. Karena, akan membuat salah pada step berikutnya.

Menarik bukan? Kuy bahas lebih jauh mengenai materi reaksi redoks dimulai dari pengertian, contoh reaksi redoks, dan yang lainnya.

Baca dan simak secara teliti ya! Semoga paham dalam mempelajarinya. Mari kita bahas mengenai pengertian redoks terlebih dahulu.

Pengertian Reaksi Redoks

Ilustrasi sebuah reaksi redoks

Redoks adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia.

Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbondioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana (CH4).

Ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit.

Istilah redoks berasal dari dua konsep yakni reduksi dan oksidasi. Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut ini:

  • Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion.
  • Reduksi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion.
Sudah baca mengenai stoikiometriGaskeun!

Oksidator dan Reduktor

Senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa lain dikatakan sebagai oksidatif dan dikenal sebagai oksidator atau agen pengoksidasi. 

Oksidator melepaskan elektron dari senyawa lain, sehingga dirinya sendiri tereduksi. Oleh karena ia “menerima” elektron, ia juga disebut sebagai penerima elektron.

Biasanya, oksidator adalah senyawa yang memiliki unsur dengan bilangan oksidasi yang tinggi atau senyawa yang sangat elektronegatif.

Sehingga, bisa mendapatkan satu atau dua elektron yang lebih dengan mengoksidasi sebuah senyawa (misal: oksigen, fluorin, klorin, bromin).

Senyawa yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi senyawa lain dikatakan sebagai reduktif dan dikenal sebagai reduktor atau agen pereduksi. 

Reduktor melepaskan elektronnya ke senyawa lain, sehingga ia sendiri teroksidasi. Maka, ia “mendonorkan” elektronnya, ia juga disebut sebagai penderma elektron.

Senyawa yang berupa reduktor sangat bervariasi. Unsur logam seperti Li, Na, Mg, Fe, Zn, dan Al dapat digunakan sebagai reduktor.

Logam ini akan memberikan elektronnya dengan mudah. Jenis reduktor lainnya adalah reagen transfer hidrida, misal (NaBH4 dan LiAlH4).

Reagen ini digunakan dengan luas dalam kimia organik, terutama dalam reduksi senyawa karbonil menjadi alkohol.

Metode reduksi lainnya yang juga berguna melibatkan gas hidrogen (H2) dengan katalis paladium, platinum, atau nikel.

Reduksi katalitik ini utamanya digunakan pada reduksi ikatan rangkap dua atau tiga karbon-karbon. Tahu tidak cara mudah melihat proses redoks?

Cara mudah melihat proses redoks adalah, reduktor mentransfer elektronnya ke oksidator.

Sehingga, dalam reaksi, reduktor melepaskan elektron dan teroksidasi dan oksidator mendapatkan elektron dan tereduksi.

Pasangan oksidator dan reduktor yang terlibat dalam sebuah reaksi disebut sebagai pasangan redoks. 

Pahami lebih dalam yuk ikatan hidrogen!

Contoh Reaksi Redoks

Salah satu contoh dari sebuah reaksi redoks adalah reaksi antara hidrogen dan fluorin.

Contoh Reaksi Redoks

Coba, analisis masing-masing reaksi setengah akan menjadikan keseluruhan proses kimia lebih jelas.

Karena, tidak terdapat perubahan total muatan selama reaksi redoks, jumlah elektron yang berlebihan pada reaksi oksidasi harus sama dengan jumlah yang dikonsumsi pada reaksi reduksi.

Unsur-unsur, bahkan dalam bentuk molekul, sering memiliki bilangan oksidasi nol.

Pada reaksi diatas, hidrogen teroksidasi dari bilangan oksidasi 0 menjadi +1, sedangkan fluorin tereduksi dari bilangan oksidasi 0 menjadi -1.

Ketika reaksi oksidasi dan reduksi digabungkan, elektron-elektron yang terlibat akan saling mengurangi:

Contoh Redoks

Reaksi Pergantian

Redoks terjadi pada reaksi pergantian tunggal atau bisa disebut reaksi substitusi.

Komponen redoks dalam reaksi ini adalah pada perubahan keadaan oksidasi (muatan) pada atom-atom tertentu, bukan pada pergantian atom senyawanya.

Reaksi Pergantian

Reaksi Redoks di Bidang Industri dan Biologi

Di dalam bidang Industri, reaksi redoks merupakan proses utama pereduksi bijih logam untuk menghasilkan logam didiskusikan dalam artikel peleburan.

Oksidasi digunakan dalam berbagai industri seperti produksi produk-produk pembersih. Reaksi redoks juga merupakan dasar dari sel elektrokimia.

Sedangkan, dalam bidang Biologi reaksi ini biasanya berlangsung secara simultan.

Karena apa? karena, sel sebagai tempat berlangsungnya reaksi biokimia, melangsungkan semua fungsi hidup.

Biokimia mendorong terjadinya oksidasi terhadap substansi berguna dikenal dalam ilmu pangan dan kesehatan sebagai oksidan zat untuk mencegah aktivitas oksidan disebut antioksidan.

Ciri-Ciri

Di bawah ini terdapat beberapa ciri-ciri reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari yang diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Ada unsur bebas misalnya Cl (klorin), Cu (Cuprum), O2 (oksigen).
  2. Terjadi perubahan biloks (bilangan oksidasi).
  3. Ada reduktor (pereduksi) adalah suatu zat yang mengalami oksidasi.
  4. Ada oksidator (pengoksidasi) adalah suatu zat yang mengalami reduksi.

Fungsi

Di dalam hal ini, untuk fungsi reaksi redoks yang ada pada kehidupan sehari-hari banyak yang bisa ditemukan, contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Penggunaan lumpur aktif kedalam pengolahan limbah.
  2. Reaksi pada fotosintesis.
  3. Oksidasi makanan pada sel.
  4. Mur dan baut diberikan lapisan zinc, pada lapisan tersebut terdapat proses oksidasi logam zinc dan reduksi di bagian kation.
  5. Alat-alat dapur yang berbahan stainless steel, tidak akan berkarat karena pada permukaannya telah dilapisi oksida dengan proses oksidasi yang continue.
  6. Pemahaman fenomena korosi logam dan cara mencegahnya.
  7. Pembuatan asam sulfat pada keperluan suatu industri.
  8. Mengolah bijih-bijih logam pada industri pertambangan.
  9. Metabolisme pada organ-organ tubuh manusia menggunakan reaksi redoks.

Penyeteraan Reaksi Redoks

Untuk melakukan penyetaraan dalam reaksi redoks, ada dua metode yang digunakan. Berikut adalah dua metode penyetaraan dan cara melakukannya.

1. Metode Perubahan Biloks

Adapun untuk cara-caranya adalah sebagai berikut ini:

  • Menentukan biloks masing-masing substansi dan mengidentifikasi atom/ion mana yang mengalami perubahan biloks.
  • Menuliskan jumlah elektron yang dilepas pada oksidasi dan jumlah elektron yang diterima pada reduksi berdasarkan jumlah perubahan biloks.
  • Menghitung koefisien reaksi reaktan dengan bilangan bulat kecil yang dapat menyetarakan jumlah elektron yang ditransfer selama oksidasi dan selama reduksi, lalu menyetarakan koefisien reaktan dan produk.
  • Menyetarakan atom O dengan H2O(l), lalu menyetarakan atom H dengan H+(aq).
  • Menambahkan OH-(aq) pada reaktan dan produk dengan jumlah sesuai dengan jumlah H+(aq).
  • Mengkombinasi H+(aq) dan OH-(aq) pada sisi yang sama membentuk H2O(l), dan menghilangkan jumlah H2O(l) yang sama pada kedua sisi.

2. Metode Setengah-Reaksi

Adapun untuk cara-caranya adalah sebagai berikut ini:

  • Membagi persamaan reaksi ke dalam 2 setengah-reaksi: oksidasi dan reduksi.
  • Menyetarakan atom-atom selain H dan O pada masing-masing setengah-reaksi.
  • Menyetarakan atom O dengan H2O(l), lalu menyetarakan atom H dengan H+(aq).
  • Menyetarakan muatan dengan elektron (e–).
  • Mengalikan koefisien masing-masing setengah-reaksi dengan bilangan bulat tertentu agar jumlah e– yang dilepas dalam setengah-reaksi oksidasi sama dengan jumlah e– yang diterima dalam setengah-reaksi reduksi.
  • Menggabungkan kedua setengah-reaksi yang sudah setara tersebut menjadi satu persamaan reaksi, lalu menghilangkan jumlah spesi-spesi yang sama pada kedua sisi.
  • Menambahkan OH-(aq) pada reaktan dan produk dengan jumlah sesuai dengan jumlah H+(aq).
  • Mengkombinasi H+(aq) dan OH-(aq) pada sisi yang sama membentuk H2O(l), dan menghilangkan jumlah H2O(l) yang sama pada kedua sisi.

Contoh Soal Reaksi Redoks

MnO4¯(aq) + C2O42−(aq) → MnO2(s) + CO32−(aq)

Seterakan persamaan reaksi redoks dalam larutan suasana basa di atas dengan menggunakan metode:

  1. Perubahan biloks.
  2. Setengah-reaksi.

Itulah tadi merupakan beberapa rangkuman materi mengenai reaksi redoks, mulai dari pengertian, ciri-ciri, fungsi, contoh soal dan contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, apabila ada kesalahan dalam penyampaian materi kami mohon maaf. Kritik dan saran silakan kirimkan di komentar.

Selanjutnya, materi akan selalu diperbaharui. Salam dari kami theinsidemag.com semoga materi ini bermanfaat bagi pembelajaran kalian.

Sudah tahu belum materi siklus krebs?

Referensi:

https:// id.wikipedia.org/wiki/Redoks
https:// www.quipper.com/id/blog/mapel/kimia/apa-sih-reaksi-redoks-oksidasi-dan-reduksi-itu/
https:// www.studiobelajar.com/reaksi-redoks/
https:// rumus.co.id/reaksi-redoks/
https:// www.materibelajar.id/2018/07/pengertian-reaksi-redoks.html#

Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *