Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Rumah Adat Aceh

4 min read

Rumah Adat Aceh

Rumah Adat Aceh merupakan salah satu nama rumah tradisional Indonesia yang ciri khasnya dapat kita ketahui. Sudah tahu nama-namanya?

Rumoh Aceh adalah salah satu nama rumah adat Aceh yang paling terkenal jika dipertanyakan oleh seseorang. Jawaban tersebut adalah salah satu jawaban yang tepat.

Aceh merupakan daerah yang terletak paling barat di Negara Indonesia, daerah yang sering disebut sebagai Serambi Mekkah ini memiliki kebudayaan melayu yang masih sangat kental.

Salah satu kebudayaan yang biasa ditemui ialah Rumah Adat Aceh. Sebelumnya, jika menyebut Aceh pasti terngiang akan kejadian tsunami yang sangat besar bukan?

Inanillahi.. semoga selalu tercurahkan kebaikan di masyarakat Aceh dan seluruh umat di Indonesia. Balik lagi ke topic rumah aceh kali ini.

Rumah adat tersebut biasa disebut dengan Rumoh Aceh, rumah adat ini sangat terkenal hingga mancanegara.

Hal tersebut dikarenakan ia memiliki bentuk dan struktur bangunan yang sangat unik, tak heran mengingat pembangunan rumah ini masih dilakukan secara tradisional.

Pengertian Rumah Adat Aceh

Pengertian Rumah Adat Aceh

Rumah Adat Aceh merupakan rumah asli suku Aceh yang telah ada sejak zaman dahulu, dimana rumah ini memiliki bentuk panggung dengan tiga bagian utama.

Bagian tersebut yaitu serambi depan, serambi tengah, dan juga serambi belakang.

Loading...

Selain itu terdapat banyak sekali bagian lainnya yang memiliki fungsi masing-masing, mulai dari rumoh dapu, atap rumah, tameh raja, dan masih banyak lagi lainnya.

Secara garis besar rumah adat tersebut biasa digunakan untuk proses keagamaan ataupun pelaksanaan adat setempat.

Komponen Rumah Adat Aceh

Adapun untuk komponen rumoh aceh adalah sebagai berikut ini:

1. Keupaleh (Gerbang)

Salah satu dari bagian-bagian rumah adat yang paling penting ialah Keupaleh, bagian ini berfungsi sebagai pintu masuk atau gerbang dari rumah adat tersebut.

Keupaleh terbuat dari tiang berupa kayu dengan bagian atasnya menyerupai payung.

Penggunaan gerbang ini tidak dilakukan pada semua rumah adat yang ada, namun hanya beberapa rumah adat yang memiliki pengaruh besar saja ditemui gerbang tersebut.

Misalnya saja tokoh masyarakat, ketua adat, ataupun kalangan tertentu saja.

2. Seulasa (Teras)

Selanjutnya ada bagian yang bernama Seulasa atau sebuah teras, Seulasa ini terletak di bagian paling depan dari rumah adat tersebut.

Tepatnya menyambung dengan bagian serambi depan dan berbentuk seperti terasering.

Pada dasarnya teras ini berguna untuk menahan air agar tidak masuk ke dalam bagian serambi depan pada rumah adat, teras ini tetap dipertahankan bentuknya dari zaman dahulu hingga sekarang.

Anda bisa melihat bagian teras tersebut dengan sangat mudah karena berada di paling depan.

3. Seuramoe Ukeu (Serambi Depan)

Seuramoe ukeu adalah komponen yang sangat sering disebut sebagai salah satu nama-nama rumah adat, padahal ia merupakan bagian utama yang dimiliki oleh Rumah Adat Aceh itu sendiri.

Fungsi dari serambi depan ialah untuk menerima tamu, tempat makan, hingga tempat tidur sekalipun.

Uniknya bagian dari rumah adat yang satu ini hanya diperbolehkan untuk digunakan oleh laki-laki, baik dalam keluarga maupun tamu laki-laki yang sedang berkunjung.

Para perempuan dilarang untuk menggunakan ruangan tersebut untuk aktivitas apapun.

4. Seuramoe Likoot (Serambi Belakang)

Selain serambi depan tentu saja terdapat juga bagian serambi belakang, komponen ini biasa disebut dengan Seuramoe likoot.

Seperti namanya serambi ini terletak di bagian paling belakang dari sebuah rumah adat, biasanya ruangan tersebut cukup terpisah dengan bagian utama dari rumah adat tersebut.

Fungsi dari serambi ini adalah untuk menerima tamu, tempat makan, dan juga sebagai tempat tidur.

Disini ruangan tersebut dikhususkan untuk tamu perempuan yang berkunjung, tentu saja para laki-laki tidak diperbolehkan memasuki ruangan ini tanpa izin dari pemilik rumah adat.

5. Tamee (Tiang)

Tamee atau bisa disebut dengan tiang adalah bagian yang paling penting dalam konstruksi rumah adat, dimana ia terbuat dari bahan kayu dan berbentuk bulat ataupun persegi.

Tiang ini memiliki tinggi sekitar 150 sampai 200 cm dari permukaan tanah, tiang inilah yang membuat rumah Aceh berbentuk panggung.

Tujuan penggunaan tiang tersebut umumnya untuk mempermudah pemindahan rumah adat, selain itu tiang ini adalah bagian pertama dari tahapan dalam membangun rumah adat.

Sehingga keberadaannya sangat penting sebagai pondasi utama bangunan.

6. Rumoh Inong (Rumah Induk)

Bagian tengah rumah adat adalah bagian utama dari Rumoh Aceh, bagian ini bisa disebut Rumoh Inong ataupun Serambi tengah.

Umumnya bagian tersebut digunakan sebagai tempat berkumpulnya keluarga, disini terdapat dua kamar yang dipisahkan oleh gang kecil.

Bagian utama rumah adat ini terbilang lebih tinggi dari pada bagian lainnya, tentu saja hal tersebut dilakukan untuk membedakan bagian utama rumah dengan serambi depan dan juga serambi belakang.

Apalagi bagian tersebut menjadi bagian paling penting yang ada di dalam rumah adat Aceh.

7. Rumoh Dapu (Dapur)

Terakhir terdapat sebuah ruangan khusus yang disebut Rumoh Dapu yang berarti dapur atau tempat memasak, posisi dari dapur ini tersambung dengan serambi belakang.

Namun ia memiliki lantai dan bangunan yang lebih rendah dari serambi belakang tersebut.

Umumnya yang diperbolehkan untuk memasuki bagian ini hanyalah para wanita, para pria tidak diperbolehkan untuk memasuki area tersebut tanpa alasan khusus.

Selain itu rumah adat Aceh memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang patut diketahui, salah satunya adalah proses pembangunan yang cukup panjang dan juga rumit.

Proses Pembangunan Rumah Adat

Proses pembangunan Rumoh Aceh memiliki tahapan yang cukup kompleks, dimana rumah ini tidak bisa didirikan tanpa melakukan prosesi adat setempat.

Proses pembangunan rumah adat ini bisa anda ketahui dengan melihat langkah-langkanya sebagai berikut:

  1. Pertama akan diadakan musyawarah yang diikuti oleh tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat, disinilah rumah adat yang dibuat akan ditentukan lokasi, ukuran, waktu, ataupun aspek lainnya agar ia bisa aman dan nyaman ditempati.
  2. Kemudian dipilihlah bahan yang akan digunakan dalam membangun rumah adat Aceh tersebut, tentu saja pengambilan serta penggunaan bahan harus melewati tahap-tahap sesuai adat yang berlaku.
  3. Terakhir dibuatlah rumah adat Aceh yang memiliki tiang raja sebagai tahap pertamanya, kemudian akan dibangun tiang-tiang lain dan dilanjutkan hingga proses pembangunan rumah adat tersebut selesai dilaksanakan.

Keunikan Rumoh Adat Aceh

Keunikan Rumah Adat Aceh

Rumah adat Aceh memiliki struktur yang sangat unik dari pada rumah adat lainnya, dimana rumah ini bisa berdiri tanpa adanya satupun paku ataupun alat perekat lainnya.

Rumah ini hanya mengandalkan konstruksi yang saling terikat satu sama lain untuk bisa berdiri. Namun ia tetap memiliki kekuatan yang sangat tinggi bahkan kuat menahan goncangan gempa sekalipun.

Selain itu Rumoh Aceh juga mempunyai ukiran yang sangat unik, setiap rumah memiliki ukiran yang berbeda-beda disesuaikan dengan status sosial dan kondisi yang ada.

Tentu saja hal tersebut menjadi keunikan rumah adat Aceh yang tidak dapat ditemui di rumah adat lainnya.

Rumah adat Aceh memiliki filosofi yang sangat tinggi di setiap bagiannya.

Bahkan anak tangga serta tiang penyangga dibuat dengan angka khusus agar bisa sesuai dengan syarat adat yang berlaku. Setiap bagiannya juga dibuat dengan tujuan dan alasan yang jelas.

Rumah adat Aceh adalah salah satu kebudayaan Indonesia yang patut untuk dilestarikan, bahkan wajib dikembangkan karena kini rumah adat tersebut sudah mulai dikenal hingga mancanegara.

Nama-Nama Rumah Adat Aceh

Nama-Nama Rumah Adat Aceh

Selain rumoh Aceh ada beberapa rumah adat Aceh lainnya dan berikutlah kami jelaskan beberapa penjelasannya secara jelas dan singkat.

1. Rumah Santeut (Tampong Limpong)

Rumah Santeut (Tampong Limpong)

Rumoh Santeut merupakan salah satu rumah adat Aceh yang biasanya dimiliki oleh masyarakat kalangan menengah kebawah.

Tinggi ruangan di dalam rumoh Santeut ini sama, tidak seperti tinggi di ruangan di rumoh Aceh yang dibuat berbeda-beda.

Sebenarnya, dari segi bentuk dan fungsi, rumoh Santeut sama saja seperti rumoh Aceh.

Mungkin, yang membedakan adalah rumoh Santeut dapat disebut sebagai rumoh Aceh yang lebih sederhana karena hanya memiliki ketinggian sekitar 1,5 meter.

2. Rumah Rangkang

Rumah Rangkang

Bentuk dari rumah Rangkang sama seperti rumoh Aceh dan rumoh Santeut, yaitu berbentuk rumah panggung. Namun, tidak seperti keduanya, rumah Rangkang hanya memiliki satu ruangan saja.

Biasanya, ruangan dalam bangunan tersebut digunakan sebagai tempat istirahat para petani yang sedang menggarap lahan mereka.

Bahan bangunan yang digunakan untuk membuat bangunan ini juga sangat sederhana yakni terbuat dari kayu biasa untuk kerangka serta daun rumbia yang dipakai sebagai penutup atap.

Peran pemerintah sangat perlu untuk membuat rumah adat ini bisa tetap terjaga dengan baik hingga di masa yang akan datang.

Demikian dari kami theinsidemag.com mengenai penjelasan dari rumoh Aceh dan nama-nama rumah adat yang ada di Aceh. Semoga bermanfaat!

Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Pameran Seni Rupa

Kusuma
4 min read

Unsur Unsur Seni Rupa

Kusuma
3 min read

Prinsip Seni Rupa

Kusuma
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *