Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Sampah Organik dan Anorganik

6 min read

Sampah Adalah

Sampah adalah salah satu hal yang membuat lingkungan menjadi kotor.

Sampah merupakan benda buangan yang sering berserakan atau bertebaran di sekitar kita. Sampah ini adalah hasil dari kegiatan setiap makhluk hidup, beragam pula jenis dan manfaatnya.

Tetapi perlu diingat, ada beberapa jenis yang dapat diuraikan atau dimanfaatkan kembali dan tidak dapat diuraikan atau tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Di dalam undang-undang nomor 18 tahun 2008 yang isi di dalamnya adalah mengenai pengelolaan sampah. Banyak disebutkan disana yakni :

Sampah adalah sisa-sisa kegiatan setiap hari dari manusia, atau dari proses alam yang terjadi. Baik sampah berupa zat padat maupun zat cair. Sampah yang tidak dapat terurai artinya sudah tidak berguna.

Di bawah ini adalah ulasan lengkap mengenai sampah. Dimulai dari pengertian sampah, jenis sampah, sumber sampah, bank sampah, manfaat bank sampah, cara pengelolaan sampah baik sampah organik dan anorganik.

Pengertian Sampah

Pengertian Sampah

Definisi sampah secara umum adalah sesuatu yang dibuang dan sesuatu yang dihasilkan dari proses produksi yang sudah terjadi, baik dari kegiatan industri maupun kegiatan rumah tangga.

Pengertian lainnya dari sampah adalah sisa material yang tidak diingankan oleh manusia, setelah berakhir proses dan penggunaannya.

Sisa material tersebut bisa berupa sesuatu yang dihasilkan dari hewan, manusia, ataupun tumbuhan yang sudah tidak digunakan lagi.

Biasanya, sisa material ini akan dilepaskan ke alam dan sudah berbentuk cair, padat ataupun gas. Beberapa jenis yang dimiliki harus Anda ketahui, apa saja pengertiannya?

1. Pengertian Sampah Organik

Sampah organik adalah barang yang sudah dianggap tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa digunakan apabila dikelola dengan prosedur yang benar.

Organik adalah proses yang kokoh dan relatif cepat, maka tanda apa yang kita punya untuk menyatakan bahwa bahan-bahan pokok kehidupan, misal molekul organik, dan planet sejenis ada di jagad raya?

Ini adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (disebut kompos).

Kompos adalah hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, rumput dan lainnya yang proses pelapukannya dipercepat bantuan manusia.

2. Pengertian Sampah Anorganik

Sampah anorganik adalah limbah yang dihasilkan oleh berbagai proses, dimana jenis ini sudah tidak dapat terurai kembali dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk melalui proses penguraiannya.

Jenis ini merupakan hal yang cukup mengkhawatirkan bumi, beberapa contohnya adalah seperti plastik, kaleng dan besi. Ini adalah benda yang tidak dapat diuraikan.

Dengan mencegah dan menanggulanginya juga mencegah terjadinya pencemaran tanah dan pencemaran air.

Jenis Jenis Sampah

Jenis Jenis Sampah

Sampah sendiri bukan hanya sesuatu yang harus di buang pada tempatnya, ini juga sesuatu yang wajib diketahui mengenai beberapa jenis-jenisnya.

Dengan begitu maka kita akan paham tentang jenisnya dan bisa membedakan mana yang dapat dimanfaatkan dan mana yang tidak dapat dimanfaatkan.

Jenis-jenis sampah dapat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Jenis Sampah Berdasarkan Sumbernya

Menurut sumbernya jenis ini dapat dibagi kembali menjadi beberapa macam, yakni:

  • Sampah yang berasal dari manusia.
  • Sampah yang berasal dari alam.
  • Sampah yang berasal dari kegiatan industri.
  • Sampah yang berasal dari pertambangan.
  • Sampah konsumsi.
  • Sampah nuklir atau limbah radioaktif.

2. Jenis Sampah Berdasarkan Sifatnya

Menurut sifatnya, jenis ini dibagi menjadi dua macam, penjelasannya adalah sebagai berikut ini:

a. Sampah Organik (Degradable)

Sampah ini adalah sampah yang dapat membusuk dan terurai kembali. Sampah ini dapat dijadikan pupuk kompos yang berguna menyuburkan tanaman. Contohnya sisa makanan dari sayur-sayuran, daun kering atau makanan.

b. Sampah Anorganik (Undegradable)

Sampah ini adalah sampah yang susah membusuk dan tidak dapat diuraikan kembali. Namun keunggulannya yakni dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat. Contoh: botol plastik, kertas bekas, kaleng dll.

3. Jenis Sampah Berdasarkan Bentuknya

Menurut bentuknya jenis ini dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu:

a. Sampah Padat

Sampah ini merupakan jenis material, yang dibuang oleh manusia (kotoran manusia tidak termasuk). Jenis itu seperti plastik bekas, pecahan gelas, kaleng dll.

b. Sampah Cair

Adalah enis sampah yang berbahan cair yang sudah tidak dibutuhkan lagi dan dibuang ke tempatnya. Contoh seperti yang berasal dari toilet, dari dapur sampai dari tempat cucian.

Jika bau bersumber dari kotoran, jelas-jelas ini menjadi pencemaran udara yang sangat mengganggu. Baca lagi yuk materinya.

Sumber Sampah

Sumber Sampah

Adapun mengenai sumber-sumbernya dan yang paling sering terjadi, diantaranya adalah:

1. Sampah dari Rumah Tangga

Jenis kegiatan di rumah tangga biasanya berupa sisa pengolahan makanan, perlengkapan rumah bekas, kertas, kardus, gelas, kain dan masih banyak lagi.

2. Sampah dari Pertanian

Jenis ini merupakan jenis sampah organik. Seperti misalnya jerami dan sejenisnya. Namun, sebagian besar sampah di pertanian dihasilkan selama musim panen. Perlakuan khusus biasanya untuk jenis sampah bahan kimia pestisida.

Mengapa? Karena pestisida mengandung racun yang dapat mencemari lingkungan.

3. Sampah dari Perdagangan atau Perkantoran

Biasanya berasal dari pasar, swalayan dan lain sebagainya. Sedangkan, dari lembaga pendidikan yakni seperti kertas, bolpoin, alat tulis dan lainnya.

Masih ada beberapa lagi contoh lainnya yakni toner foto copy, pita printer, kotak tinta printer, baterai, bahan kimia laboratorium dsb.

4. Sampah yang Berasal dari Industri

Jenis ini biasanya berasal dari seluruh rangkaian proses produksi, yang berupa bahan-bahan kimia, serpihan bahkan potongan bahan.

Sampah industri biasanya memang berupa bahan kimia yang mengandung bahan beracun, yang memerlukan perlakuan khusus dalam pengelolaannya.

5. Sampah yang Berasal dari Sisa Bangunan dan Konstruksi Gedung

Sampah ini biasanya berasal dari segala jenis kegiatan pembangunan dan pemugaran suatu gedung, yang bisa berupa bahan organik atau bahan anorganik.

Contoh disini, kayu;bambu;triplek. Sedangkan, untuk bahan anorganik contohnya semen, pasir, spesi, batu bata, ubin, besi, baja, kaca dan juga kaleng.

6. Sampah yang Berasal dari Jalan Raya

Yakni jenis yang berasal dari pembersihan jalan, pada umumnya jenis ini berupa kertas-kertas, kardus, bebatuan, debu, pasir, sobekan ban, onderdil kendaraan dan lainnya.

7. Sampah yang Berasal dari Kegiatan Pertambangan

Sampah ini bisanya berasal dari daerah pertambangan, yang jenisnya tergantung dari jenis usaha pertambangan itu sendiri. Contoh yakni bebatuan, tanah cadas, pasir, sisa pembakaran dari arang, dsb.

8. Sampah yang Berasal dari Peternakan dan Perikanan

Sampah ini berasal dari peternakan atau perikanan ini contohnya yaitu kotoran ternak, sisa makanan hewan, bangkai binatang dan lainnya.

Bank Sampah

Bank Sampah

Mengenai bank sampah, beberapa memang sudah ada di daerah Indonesia yang mana tujuannya adalah sebagai manajemen sampah agar jadi lebih baik dan terorganisir.

Bank sampah ini sudah menjadi sebuah konsep pengelolaan sampah yang cukup meyakinkan, dan memberikan banyak manfaat bagi setiap manusia dalam penanggulangan sampah yang melimpah.

Pemerintah atau menteri lingkungan hidup tentunya sudah memperkenalkan hal ini sebagai program strategis yang sangat baik. Telah disebutkan bahwa bank sampah merupakan program yang berdampak positif.

Melalui program ini partisipasi masyarakat tentunya akan menjadi kunci keberhasilannya. Umumnya akan dihuni oleh suatu lingkungan yang penghuninya mencapai 1000 orang.

Kebanyakan warga kurang mampu akan memanfaatkan hal ini untuk tambahan penghasilannya. Prosedur tepatnya yakni nasabah akan membawa sampah tersebut dan ditabung seperti tabungan di Bank.

Nantinya, transaksi akan dicatat dan dipegang oleh pemilik dan pihak bank sebagai bukti transaksi. Kemudian, akan dijual kepada para pengepul untuk di daur ulang dan dimanfaatkan kembali.

Uang yang dihasilkan ini tentunya dapat ditarik tiba-tiba ketika para nasabah sedang membutuhkannya. Hanya saja, ada sekitar 15% untuk pemotongan dan digunakan sebagai biaya operasional bank.

Awal berdirinya adalah tahun 2008 tepatnya dibangun di Kota Yogyakarta. Ini, diklaim sebagai bank sampah pertama di Dunia.

Manfaat Bank Sampah

Manfaat Bank Sampah

Didirikannya bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah yang ada di Indonesia. Tujuan lainnya yakni untuk menyadarkan masyarakat tentang lingkungan yang sehat.

Didirikannya hal ini adalah untuk mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang lebih berguna dan bermanfaat, bagi setiap masyarakat tentunya.

Bisa kita lihat salah satu contohnya adalah kerajinan, pupuk atau apapun yang nilainya ekonomi. Dengan adanya ini, maka akan menimbulkan manfaat.

Manfaat bank sampah diantaranya adalah:

  1. Membuat lingkungan menjadi bersih.
  2. Menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan.
  3. Membuat sampah menjadi barang yang jauh lebih ekonomis.

Manfaat lainya adalah sebagai suatu tambahan penghasilan bagi masyarakat, karena setiap mereka membawa sampah tentunya akan menjadi ladang uang bagi mereka.

Imbalannya sebenarnya bukaan hanya uang, namun bahan-bahan pokok lain seperti gula, minyak goreng, sabun, beras dan lain sebagainya. Bagi siswa yang kurang beruntung, ini bisa dimanfaatkan menunjang finansial.

Seorang dokter bernama Gamal Albinsaid sendiri telah menggagas pembayan sebuah asuransi kesehatan menggunakan sampah. Ini dapat melayani dan membantu masyarakat tanpa uang.

Dengan biaya dari asuransi kesehatan sampah yang telah dimiliki, mereka akan mendapatkan jenis layanan kesehatan di sebuah klinik yang tersedia.

Kemudian, selama 1 bulan sekali, masyarakat akan menyetorkan sampah yang nilainya bisa mencapai 10 ribu rupiah sebagai premi asuransi.

Cara Pengelolaan Sampah

Cara Pengelolaan Sampah

Dalam melakukan pengelolaannya, dapat dijabarkan dan dijelaskan seperti berikut ini:

1. Dalam Hal Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah

Pengumpulan sampah harus dimulai dari tanggung jawab pribadi setiap orang dan masing-masing rumah tangga atau institusi yang biasa menghasilkan sampah. Mereka harus menyediakan tempat khusus pengumpulan sampah.

Untuk beberapa tempat pengumpulan, harus diangkat ke tempat penampungan sementara atau TPS. Lalu untuk langkah terakhir ke TPA.

Mekanisme, sistem atau cara pengangkutan di sebagian kota adalah tanggung jawab daerah setempat dan partisipasi dari masyarakat.

2. Pemusnahan dan Pengelolaan Sampah

Dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti berikut ini:

  • Mencoba menanam landfill, yakni pemusnahan sampah dengan membuat lubang di tanah dan kemudian ditimbun menggunakan tanah.
  • Dengan cara dibakar dalam sebuah tungku pembakaran.
  • Menjadikan sampah sebagai pupuk (kompos).

Di daerah pedesaan cara ini jelas dilakukan, sedangkan di daerah perkotaan hal seperti ini harus dibudayakan. Lebih bagus adalah ketika sampah itu dapat digunakan kembali baik dijual atau dipakai sendiri.

3, Pengelolaan Sampah Untuk Menghindari Pencemaran Lingkungan

Pengelolaan sampah disini ada beberapa cara, hanya saja pasti beda antara organik dengan anorganik. Apabila menggunakan cara pengomposan, organik lah yang paling tepat untuk percepatan penguraian.

Hasil akhir dari pengomposan sendiri merupakan bahan yang cukup bagus untuk diaplikasikan ke dalam tanah. Karena ini dilakukan dengan cara yang bersih tanpa menimbulkan efek pencemaran.

Selain itu, teknologi pengomposan juga banyak, salah satunya dilakukan dengan cara aerobik dan anaerobik. Maksudnya, ada bahan tambahan atau tidak.

Bahan tambahan biasanya digunakan untuk proses pengomposan misalnya, aktivator kompos atau bisa dengan menggunakan cacing.

Keunggulan pengomposan adalah teknologi yang sederhana, biaya yang relatif rendah dan dapat menangani sampah dalam jumlah yang banyak.

Namun, tergantung juga pada luas atau tidaknya lahan yang digunakan. Cara yang paling banyak dalam proses pengomposan yakni aerobik karena mudah dan murah.

Lain halnya dengan cara anaerobik yang memanfaatkan mikroorganisme dan membutuhkan udara untuk mendegradasi bahan organik.

Hasil pengomposan akan dibutuhkan untuk kepentingan pertanian Indonesia. Sebagai salah satu upaya memperbaiki sifat kimia, fisika, dan biologi tanah, tentunya produksi melimpah.

Kompos yang dihasilkan juga bisa digunakan untuk menguatkan struktur lahan kritis, untuk menggemburkan tanah pertanian, tanah pertamanan, dan lain sebagainya.

Nah sekian dari kami https://theinsidemag.com apabila ada kesalahan dalam penyampaian kiranya dimaafkan. Salam sukses semoga materi mengenai sampah organik dan anorganik bermanfaat!

Referensi:

https:// thegorbalsla.com/sampah/

Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *