Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Sejarah Kerajaan Singasari

5 min read

Sejarah Kerajaan Singasari adalah cerita sejarah yang cukup populer dengan drama dan perseteruan yang ada. Salah satu kerajaan yang menjadi bagian terbentuknya Nusantara.

Dengan pembahasan tersebut, kamu bisa belajar mengenai masa lalu bangsa dari Nusantara hingga menjadi Indonesia.

Ada cukup banyak kerajaan besar yang dulunya ada di Indonesia. Salah satu kerajaan yang senantiasa dibahas dalam kurikulum sekolah adalah Kerajaan Singasari.

Tidak dipungkiri memang jika sejarah Kerajaan Singasari sangat menarik untuk dibahas.

Adanya cerita mengenai Ken Arok dan Ken Dedes merupakan salah satu daya tarik tersendiri mengenai cerita sejarah kerajaan ini.

Terlebih, Kerajaan Singasari merupakan salah satu kerajaan terbesar yang luas wilayahnya mencakup sebagian besar wilayah Indonesia saat ini.

Sejarah Singkat Kerajaan Singasari

Dalam Kerajaan Singasari disebutkan bahwa kerajaan ini merupakan kerajaan bercorak Hindu dan Budha yang pernah berdiri di Malang, Jawa Timur.

Pada masa kejayaannya, wilayah Kerajaan Singasari sangat luas dan tidak ada kerajaan yang mampu menandinginya.

Meskipun demikian, usia Kerajaan Singasari ini cukup singkat, yakni hanya sekitar 70 tahun saja.

Awal mula berdirinya Kerajaan Singasari adalah ketika Ken Arok mendirikannya sekitar tahun 1222. Lokasi Kerajaan Singasari berada di Malang dan beribu kota di Tumapel.

Sebelum mendirikan Kerajaan Singasari, Ken Arok adalah seorang Bupati di Tumapel yang menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya.

Ken Arok membunuh Tunggul Ametung karena tertarik pada Ken Dedes yang diyakini memiliki betis indah pertanda akan lahir putra raja besar dari rahimnya.

Selain itu, Ken Arok berkeinginan untuk melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kerajaan Kediri yang pada waktu itu diperintah oleh Kertajaya.

Akhirnya, pada tahun 1222 tersebut, Ken Arok dimintai perlindungan oleh Brahmana dan menyerang Kediri hingga Kertajaya mengalami kekalahan.

Kemenangan itulah yang menjadi awal berdirinya Kerajaan Singasari.

Sumber Sejarah Kerajaan Singasari

Sejarah Kerajaan Singasari

Sebagai salah satu dari kerajaan yang pernah berdiri di Indonesia, Kerajaan Singasari ini tentu memiliki beberapa sumber sejarah yang mana bisa kita dapatkan informasinya.

Berikut kami sampaikan mengenai sumber sejarah dari kerajaan singasari:

1. Kitab Negarakertagama

Kitab Negarakertagama merupakan peninggalan kerajaan Majapahit karangan dari Mpu Prapanca.

Disebutkan dalam kitab ini tentang raja Majapahit yang berteman dengan raja Singasari. Selain itu, berisikan pula penjelasan lengkap mengenai raja-raja yang pernah berkuasa di Singasari hingga raja Hayam Wuruk.

2. Kitab Pararaton

Sumber sejarah kerajaan Singasari yang kedua adalah Kitab Pararaton. Kitab ini berisikan dongeng dan mitos.

Namun dari kitab ini, kita bisa mengetahui awal mula Ken Arok mendirikan kerajaan Singasari. Sebelumnya menjadi raja, ken Arok pernah menjadi bupati Tumapel menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya.

Hal ini ia lakukan karena dia menginginkan istri Tunggul Ametung yaitu Ken Dedes. Kemudian dia melepaskan Kabupaten Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kediri yang diperintah raja Kertajaya.

Pada akhirnya, ken arok menyerang kerajaan kediri, membunuh raja Kertajaya dan mendirikan kerajaan Singasari.

3. Bangunan Candi

Keberadaan kerajaan Singasari juga bisa dibuktikan melalui candi-candi yang ditemukan di sekitar Singasari Malang dan Surabaya.

Candi-candi tersebut antara lain candi Singasari, Kidal, dan Jago.

Untuk beberapa hal apakah Anda sudah mengetahui sejarah ini?

1. Sejarah Kerajaan Majapahit
2. Sejarah Kerajaan Kutai
3. Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Sistem Pemerintahan Kerajaan Singasari

Sistem Pemerintahan Kerajaan Singasari

Ada beberapa sistem pemerintahan yang mempengaruhi perjalanan sejarah Kerajaan Singasari. Beberapa sistem pemerintahan tersebut dibagi menjadi beberapa sektor tertentu.

Adapun sektor yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Politik

Kerajaan Singasari bisa dikatakan kerajaan yang tidak lepas dari konflik. Adanya perebutan kekuasaan membuat kondisi politik kerajaan bisa dikatakan kurang stabil.

Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok. Sayangnya, ia hanya bisa bertahan selama 5 tahun saja karena dibunuh oleh suruhan Anusapati yang merupakan anak tiri dari Ken Arok.

Setelah Ken Arok meninggal, Anusapati menjadi raja. Tidak ada pembaruan yang ia lakukan dan ia larut dalam sabung ayam.

Misteri pembunuhan Ken Arok terbongkar oleh Tohjoyo yang merupakan anak dari Ken Arok. Ia akhirnya membubuh Anusapati dan menjadi raja.

Namun, ia tak berlangsung lama karena digantikan oleh Ranggawuni. Ranggawuni kemudian mengangkat Kertanegara sebagai raja.

Ia adalah raja terbesar dan terakhir di Kerajaan Singasari. Pada masa kepemimpinannya, Kerajaan Singasari berhasil dibuat menjadi kerajaan besar dan melakukan ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia.

2. Ekonomi

Dalam catatan sejarah Kerajaan Singasari, tidak banyak catatan yang ditemukan dan menggambarkan bagaimana kehidupan ekonomi penduduk Kerajaan Singasari.

Akan tetapi, dari analisis terkait letak Kerajaan Singasari, bisa dipastikan bahwa mata pencaharian penduduk yang utama adalah bertani.

Hal ini tidak terlepas dari letak Kerajaan Singasari yang berada di sekitar Sungai Brantas. Wilayah tersebut adalah lokasi yang subur dan dekat dengan sumber mata air yang berlimpah.

Dari segi wilayah tersebut, pertanian adalah mata pencaharian yang paling cocok. Selain itu, karena wilayahnya, ada banyak hasil bumi yang dihasilkan sebagai komoditas perdagangan.

Selain itu, cerita sejarah Kerajaan Singasari lain terkait aktivitas ekonomi adalah penduduk Kerajaan Singasari suka berdagang.

Sungai Brantas pada waktu itu juga termasuk salah satu jalur perdagangan. Meskipun bukan utama, namun jalur perdagangan di sekitar Sungai Brantas tergolong ramai.

3. Kebudayaan

Dalam sejarah Kerajaan Singasari disebutkan bahwa kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan yang memiliki kebudayaan yang tinggi.

Meskipun situasi politik kerajaan tidak menentu, namun kehidupan masyarakat sudah mengarah pada kehidupan yang teratur.

Mereka sudah mengenal ajaran agama dan memperlakukan pemuka agama dengan baik. Selain itu, mereka juga membangun bangunan-bangunan suci sebagaimana yang diajarkan dalam kitab suci agama yang mereka anut.

Raja-Raja Kerajaan Singasari

Raja-Raja Kerajaan Singasari

Meskipun berumur cukup singkat untuk hitungan kerajaan, dalam sejarah Kerajaan Singasari ada beberapa raja yang memerintah.

Adapun raja-raja yang memerintah Kerajaan Singasari adalah sebagai berikut:

1. Ken Arok (1222 – 1227)

Ia adalah pendiri dari Kerajaan Singasari. Karena dirinya, terjadi pemisahan dinasti Rajasa dan Girindra.

Masa pemerintahannya cukup singkat karena hanya 5 tahun dan penuh dengan gejolak. Ia akhirnya dibunuh oleh suruhan Anusapati, yang merupakan anak tirinya.

2. Anusapati (1227 – 1248)

Berhasil mengalahkan Ken Arok melalui tangan ketiga, Anusapati akhirnya naik tahta. Namun, kondisi Kerajaan Singasari tidak membaik dalam pemerintahannya.

Ia tidak melakukan perubahan yang signifikan karena sibuk dengan sabung ayam.  Ia akhirnya mati dibunuh oleh Tohjoyo yang merupakan anak Ken Arok dengan Ken Umang.

3. Tohjoyo (1248)

Tohjoyo adalah raja yang paling singkat memerintah Kerajaan Singasari.

Ketika ia naik tahta, langsung terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Ranggawuni yang merupakan anak Anusapati. Ia kemudian mati dalam pertempuran tersebut.

4.Ranggawuni (1248 – 1268)

Ranggawuni akhirnya naik tahta ke Kerajaan Singasari. Ia merupakan raja yang arif dan bijaksana. Kerajaan Singasari dibawanya menjadi kerajaan yang tenteram.

Rakyat Kerajaan Singasari mendapatkan hak mereka dan hidup dalam kondisi yang aman. Pada tahun 1254, ia mengangkat anaknya, Kertanegara sebagai raja muda untuk persiapan menggantikan dirinya.

5. Kertanegara (1268 – 1292)

Kertanegara adalah raja terakhir dalam Kerajaan Singasari. Ia juga merupakan raja terbesar dari Kerajaan Singasari dan bercita-cita mempersatukan seluruh wilayah Nusantara.

Ia dibantu oleh tiga maha patih yang memiliki pemahaman sangat baik. Berbagai ekspedisi dilakukan hingga ke luar Jawa untuk memperluas pengaruh.

Naas, Kerajaan Singasari digempur habis-habisan oleh Jayakatwang dari Kerajaan Kediri. Peperangan ini menghancurkan dominasi Kerajaan Singasari.

Akhirnya, kerajaan ini runtuh dan sejarah Kerajaan Singasari menjadi sebuah cerita.

Masa Kejayaan Kerajaan Singasari

Masa Kejayaan Kerajaan Singasari

Dalam catatan sejarah Kerajaan Singasari, disebutkan jika masa kejayaan Kerajaan Singasari adalah saat pemerintahan Kertanegara.

Saat pemerintahannya, wilayah Kerajaan Singasari meluas hingga ke Malaka. Ia mengadakan kerja sama dengan berbagai kerajaan untuk membangun perdagangan yang kuat.

Akibat perluasan wilayah ini, pengaruh Kerajaan Singasari bertambah besar. Tidak hanya itu, kehidupan rakyat Kerajaan Singasari semakin membaik dari hari ke hari.

Sejarah Runtuhnya Kerajaan Singasari

Sejarah Runtuhnya Kerajaan Singasari

Ada dua sebab mengenai runtuhnya Kerajaan Singasari. Tekanan dari Khubilai Khan dari Cina dan perang melawan Kediri merupakan sebab Kerajaan Singasari runtuh.

Meskipun mampu bertahan, namun akhirnya Kerajaan Singasari tidak sanggup menahan gempuran Cina yang bergabung dengan Kediri dan dipimpin oleh Jayakatwang.

Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Singasari

Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Singasari

Ada cukup banyak peninggalan Kerajaan Singasari yang tercantum dalam sejarah Kerajaan Singasari.

Adapun beberapa peninggalan dari Kerajaan Singasari tersebut yang saat ini masih bisa ditemukan adalah sebagai berikut:

a. Candi Singasari

Candi ini terletak di Kecamatan Singasari Kabupaten Malang, tepatnya di lembah antara pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna.

Menurut kitab Negarakertagama dan prasasti Gajah Mada, candi ini dulunya digunakan sebagai tempat pendharmaan Raja Kertanegara.

b. Candi Jago

Candi jago berbentuk seperti teras punden berundak. Bagian atasmua tersisa sebagian karena tersambar petir.

Terdapat relief Kunjarakarna dan Pancatantra di candi ini. Bahan candi ini keseluruhan berasal dari batu andesit.

c. Candi Sumberawan

Candi Sumberawan terletak 6 Km dari Candi Singasari. Berada di dekat telaga yang sangat bening airnya sehingga diberi nama Candi Rawan.

Dulunya, candi ini digunakan oleh umat Budha dan berbentuk stupa.

d. Arca Dwarapala

Arca Dwarapala memiliki bentuk menyerupai monster dan memiliki ukuran sangat besar. Dulunya, peninggalan kerajaan Singasari ini merupakan pertanda masuk wilayah Kotaraja.

Hingga saat ini sayangnya belum ditemukan dimana letak Kotaraja Singasari.

e. Prasasti Manjsuri

Peninggalan Singasari yang satu ini dulunya ditempatkan di Candi Jago. Namun sekarang sudah disimpan di Museum Nasional Jakarta.

Berbentuk manuskrip yang dipahatkan pada bagian belakang Archa Manjusri dan bertuliskan tahun 1343.

f. Prasasti Mula Malurung

Pada tahun 1975 ditemukan sepuluh lempeng prasasti Mula Malurung di dekat Kota Kediri.

Kemudian pada Mei 2001 ditemukan kembali tiga lempeng di penjualan barang loak. Saat ini, semua lempeng disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Prasasti ini adalah piagam pengesahan penganugerahan dua Desa yaitu Desa Mula dan Desa Malurung.

Tokoh dari dua desa ini yaitu Pranaraja. Diterbitkan oleh Raja Kertanegara pada tahun 1255 atas perintah ayahnya Wisnuwardana.

g. Prasasti Singasari

Prasasti ini bertuliskan aksara Jawa dan bertarikh tahun 1351. Ditemukan di Singasari Malang dan sekarang disimpan di Museum Gajah.

Prasasti ini dulunya dibuat untuk mengenang pembangunan candi pemakaman yang dilaksanakan oleh Gajah Mada.

h. Candi Jawi

Berlokasi di pertengahan jalan raya Kecamatan Pandaan, Prigen dan Pringebukan, candi ini dulunya merupakan tempat penyimpanan abu Raja Kertanegara.

Sebagian abu juga disimpan di Candi Singasari.

i. Prasasti Wurare

Prasasti ini digunakan sebagai bentuk penghormatan dan perlambang Raja Kertanegara yang dianggap telah mencapai derajaat Jina atau Budha Agung.

Tulisan prasastinya melingkar pada bagian bawahnya dan berbahasa Sansekerta. Bertarikh 1211 Saka atau 21 November 1289, prasasti ini isinya memperingati penobatan arca Mahaksbya di tempat yang bernamakan Wurare.

j. Candi Kidal

Candi ini merupakan salah satu candi peninggalan Singasari yang dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Anusapati.

Raja kedua dari Singasari ini telah memerintah selama 20 tahun dan meninggal karena dibunuh oleh Tohjaya.

k. Candi Songgoriti

Nama candi ini sebenernya Candi Supo karena dibangun oleh Mpu Supo.

Candi ini merupakan tempat pertemuan Ken Arok dengan Ken Dedes. Berlokasi di sebelah utara Lereng Gunung Kawi dan bagian selatan Gunung Arjuna.

Demikian beberapa ulasan mengenai sejarah Kerajaan Singasari. Semoga beberapa ulasan di atas bisa menjadi referensi untuk belajar mengenai kerajaan yang ada di Indonesia.

Terimakasih telah mengunjungi theinsidemag.com!

Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *