Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Sistem Periodik Unsur

5 min read

Sistem Periodik Unsur

Sistem Periodik Unsur adalah suatu daftar unsur-unsur yang disusun dengan aturan tertentu. Semua unsur tang sudah dikenal ada dalam daftar tersebut.

Materi ini biasa dipelajari sewaktu menginjak bangku SMA. Biasanya, ini akan dijelaskan pada urutan semester awal kelas X.

Sebelumnya, apakah Anda paham mengenai materi unsur kimia? Mungkin sedikit menjadi bahan pembelajaran sebelum tabel periodik unsur.

Unsur kimia adalah zat kimia yang tidak dapat diubah lagi menjadi zat yang kecil atau dapat juga diartikan zat yang tidak dapat dibagi lagi jika menggunakan metode kimia biasa.

Baiklah, lebih baik langsung saja menuju inti pembahasan dari sistem periodik unsur, yang dimulai dari pengertiannya. Simak sampai bawah ya!

Pengertian Sistem Periodik Unsur

Pengertian Sistem Periodik Unsur

Nah, lalu apa sih pengertian dari sistem periodik unsur? Pahami terlebih dahulu ya, karena ini akan menjadi cikal bakal dalam pemahaman materi.

Pengertian sistem periodik unsur adalah susunan unsur-unsur berdasarkan urutan nomor atom dan kemiripan sifat unsur-unsur tersebut.

Ia juga disebut sebagai “periodik” sebagaimana terdapat pola kemiripan sifat unsur dalam susunan tersebut.

Sistem periodik unsur (tabel periodik) modern yang saat ini digunakan didasarkan pada tabel yang dipublikasikan oleh Dmitri Mendeleev pada tahun 1869.

Loading...

Fyi, sampai dekade kedua abad ke-20, belum diketahui bahwa urutan unsur di sistem periodik adalah berdasarkan nomor atom yang setara dengan muatan listrik positif inti atom.

Sudah baca belum mengenai teori atom dan struktur atom?

Tabel Periodik

Tabel periodik adalah tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur tersebut disusun berdasarkan nomor atom, konfigurasi elektron, dan keberulangan sifat kimia.

Tabel terbagi menjadi 4 blok: blok -s, -p, -d, dan -f. Secara umum, dalam satu periode (baris), di sebelah kiri bersifat logam, dan di sebelah kanan bersifat non-logam.

Baris pada tabel disebut periode, sedangkan kolom disebut golongan. 6 golongan mempunyai nama selain nomor” contoh, unsur golongan 17 adalah halogen, dan golongan 18 adalah gas mulia.

Tabel periodik dapat digunakan untuk menurunkan hubungan antara sifat-sifat unsur, dan memperkirakan sifat unsur baru yang belum ditemukan atau disintesis.

Tabel periodik memberikan kerangka kerja untuk melakukan analisis perilaku kimia, dan banyak digunakan dalam bidang kimia dan ilmu lainnya.

Tabel periodik Dmitri Mendeleev adalah yang paling dipercaya, diakui sebagai tabel periodik pada tahun 1869.

Tabel tersebut untuk menggambarkan tren periodik berdasarkan sifat-sifat unsur yang telah diketahui. Mendeleev juga memperkirakan beberapa sifat unsur-unsur yang belum diketahui.

Akan digunakan mengisi ruang kosong dalam tabel tersebut. Tabel periodik Mendeleev telah dikembangkan dan dilengkapi dengan penemuan dan pengembangan model teoritis baru.

Seluruh unsur dari nomor atom 1 (hidrogen) hingga 118 (oganesson) telah ditemukan atau disintesis, dengan penambahan terbaru yang dikonfirmasi oleh IUPAC (30 Desember 2015).

IUPAC adalah International Union of Pure and Applied Chemistry. 94 unsur pertama terdapat secara alami, meskipun beberapa ditemukan dalam jumlah renik dan disintesis dalam laboratorium.

Bukti menunjukkan bahwa unsur nomor 95 s.d 100 sekali ditemukan di alam, tetapi saat ini tidak dijumpai lagi.

Sintesis unsur dengan nomor atom yang lebih besar masih terus dikembangkan. Sejumlah radionuklida sintetis atau unsur yang berada di alam telah diproduksi di laboratorium.

Tabel periodik standar memberikan informasi dasar mengenai suatu unsur. Ada juga cara lain untuk menampilkan unsur-unsur kimia dengan memuat keterangan lebih atau dari persepektif yang berbeda.

Tabel Sistem Periodik Unsur

Tabel Sistem Periodik Unsur

Adapun untuk format tabel periodik adalah sebagai berikut:

  1. Masing-masing unsur terdapat dalam satu kotak yang berisi nomor atom, lambang unsur, dan nomor massa. Kotak-kotak tersebut berurut dari kiri ke kanan berdasarkan kenaikan nomor atom.
  2. Kotak-kotak tersebut tersusun membentuk barisan horizontal (periode) dan barisan vertikal (golongan). Setiap periode diberi nomor dari 1 hingga 7. Setiap golongan diberi nomor 1 hingga 8 dengan huruf A atau B. Pada sistem IUPAC baru, setiap golongan diberi nomor dari 1 hingga 18 tanpa huruf A atau B. Unsur-unsur dalam satu golongan yang sama pada tabel periodik akan memiliki kemiripan sifat.
  3. Unsur-unsur golongan 1A-8A (golongan 1-2, 13-18) merupakan unsur golongan utama. Unsur-unsur golongan 1B-8B (golongan 3-12) merupakan unsur logam transisi. Dua deret unsur di bagian bawah, yakni lanthanida dan aktinida, disebut unsur logam transisi dalam.

Cara Membaca Tabel Periodik

Cara Membaca Tabel Periodik

Penjelasan dari gambar diatas yakni Mg merupakan lambang dari unsur Magnesium (dapat dilihat pada tabel diatas), dan pada unsur tersebut memiliki nomor atom 12 serta untuk nomor massanya ialah 24.035.

Sifat-Sifat Pada Sistem Periodik Unsur

Sifat-Sifat Pada Sistem Periodik Unsur

Setelah membahas mengenai tabel sistem periodik unsur, pembahasan selanjutnya adalah mengenai sifat yang ada pada sistem periodik unsur?

Apa sajakah sifat yang ada pada sistem periodik unsur? Berikut adalah kelima sifat tersebut:

  • Sifat logam
  • Jari-jari atom
  • Energi Ionisasi
  • Jari-jari Ion
  • Afinitas Elektron
  • Elektronegativitas

Adapun untuk penjabaran dan pembahasan secara detail dapat dipahami dengan membaca penjelasan di bawah ini. Mari simak dan amati baik-baik ya.

Sifat Logam

Berdasarkan sifat, unsur-unsur dapat diklasifikan menjadi logam, non-logam, dan metalloid. Unsur-unsur logam memiliki sifat-sifat:

  1. Konduktor panas dan listrik yang baik.
  2. Dapat ditempa dan ductile.
  3. Titik leleh relatif tinggi.
  4. Cenderung melepaskan elektron kepada unsur non-logam.

Sedangkan, unsur-unsur non-logam memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

  • Non-konduktor panas dan listrik.
  • Tidak dapat ditempa dan rapuh/getas.
  • Kebanyakan berwujud gas pada temperatur kamar.
  • Cenderung menerima elektron dari unsur logam.

Lalu, untuk unsur-unsur mettaloid memiliki sifat-sifat seperti logam dan juga non-logam.

Sifat logam semakin berkurang dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas sistem periodik unsur, kecuali hidrogen.

Unsur-unsur metalloid berada pada “tangga” yang membatasi unsur-unsur logam dan non-logam.

Jari-Jari Atom

Jari-jari atom adalah setengah dari jarak antara dua inti dari dua atom logam yang sejajar atau dalam sebuah molekul diatomik.

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, jari-jari atom cenderung semakin besar, sebagaimana pertambahan kulit elektron.

Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, jari-jari atom cenderung semakin kecil, sebagaimana pertambahan muatan inti efektif.

Energi Ionisasi

Energi Ionisasi

Energi Ionisasi adalah energi yang dibutuhkan oleh sebuah atom atau ion dalam fase gas untuk melepaskan sebuah elektronnya.

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, energi ionisasi pertama cenderung semakin kecil.

Sebagaimana jarak dari inti ke elektron terluar bertambah sehingga tarikan elektron terluar oleh inti berkurang.

Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, energi ionisasi pertama cenderung semakin besar, sebagaimana pertambahan muatan inti efektif sehingga tarikan oleh inti bertambah.

Jari-Jari Ion

Jari-Jari Ion

Jari-jari ion adalah jari-jari dari kation atau anion yang dihitung berdasarkan jarak antara dua inti kation dan anion dalam kristal ionik.

Kation (ion bermuatan positif) terbentuk dari pelepasan elektron dari kulit terluar atom netral sehingga tolakan antar elektron berkurang.

Tarikan elektron oleh inti lebih kuat, dan jari-jari dari kation lebih kecil dari atom netralnya.

Anion (ion bermuatan negatif) terbentuk dari penangkapan elektron pada atom netral sehingga tolakan antar elektron bertambah dan jari-jari dari anion lebih besar dari atom netralnya.

Dalam satu golongan pada sistem periodik unsur, dari atas ke bawah, jari-jari ion bermuatan sama cenderung semakin besar, sebagaimana pertambahan kulit elektron.

Dalam periode, pada deretan ion isoelektronik (spesi-spesi dengan jumlah elektron sama dan konfigurasi elektron sama, seperti O²¯, F-, Na+, Mg²+, dan Al³+ dengan 10 elektron).

Semakin besar muatan kation maka semakin kecil jari-jari ion, namun semakin besar muatan anion maka semakin besar jari-jari ion.

Afinitas Elektron

Afinitas Elektron

Afinitas elektron adalah kuantitas perubahan energi ketika sebuah atom atau ion dalam fase gas menerima sebuah elektron.

Jika kuantitas perubahan energi bertanda positif, terjadi penyerapan energi, sedangkan jika bertanda negatif, terjadi pelepasan energi.

Semakin negatif nilai afinitas elektron, semakin besar kecenderungan atom atau ion menerima elektron (afinitas terhadap elektron semakin besar).

Dalam satu golongan pada tabel periodik unsur, dari atas ke bawah, afinitas elektron cenderung semakin kecil, dengan banyak pengecualian.

Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, sampai golongan 7A, afinitas elektron cenderung semakin besar, dengan banyak pengecualian.

Elektronegativitas

Elektronegativitas

Elektronegativitas adalah ukuran kemampuan suatu atom dalam sebuah molekul (keadaan berikatan) untuk menarik elektron kepadanya.

Semakin besar elektronegativitas, semakin mudah atom tersebut menarik elektron kepadanya sendiri.

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, elektronegativitas cenderung semakin kecil. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, elektronegativitas cenderung semakin besar.

Bilangan kuantum itu adalah? Temukan jawabanya di artikel kami!

Unsur-Unsur Dalam Sistem Periodik

Unsur-Unsur Dalam Sistem Periodik

Adapun untuk unsur-unsur dalam sistem periodik adalah sebagai berikut:

1. Golongan IA (Logam Alkali)

Untuk golongan IA semua logam-nya tergolong logam yang lunak kira-kira sekeras karet penghapus, dan dapat di iris dengan pisau serta ringan massa jenis nya yaitu li, Na, dan K semua nya kurang dari 1 g/cm³.

2. Golongan IIA (Logam Alkali Tanah)

Logam alkali tanah atau di singkat IIA tergolong logam yang aktif tapi kereaktifan-nya kurang jika di bandingkan dengan logam alkali seperiode.

Dan hanya akan bisa terbakar di udara bila dipanaskan, tapi terkecuali dengan berelium karena logam alkali tanah hanya larut dalam air. Dan digunakan sebagai obat maag dalam kesehatan.

3. Golongan VIIA (Halogen)

Golongan dari VIIA ialah merupakan kelompok unsru non-logam yang sangat reaktif.

Karna hal itu berkaitan dengan elektron valensi nya yang berjumlah 7, sehingga hanya memerlukan tambahan 1 elektron saja untuk mencapai konfigurasi stabil seperti pada gas mulia.

4. Golongan VIIIA (Gas Mulia)

Lalu unsur dari golongan VIIIA, yaitu helium, Neon, Argon, Kripton, Xenon, dan sangat susah bereaksi dengan unsur yang lainnya.

Dan, di dalamnya tidak dapat ditemukan satupun senyawa alami dari unsur-unsurnya.

5. Golongan B (Unsur Transisi)

Lalu unsur pada transisi ialah unsur-unsur yang terdapat di bagian tengah sistem periodik unsur yaitu unsur-unsur golongan tambahan (golongan B).

Kimia tidak lepas dari materi siklus krebs. Jelaskan dong!

Referensi:

https:// www.studiobelajar.com/sistem-periodik-unsur/
https:// rumus.co.id/tabel-periodik/

Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tata Nama Senyawa

Kusuma
3 min read

Elektron Valensi

Kusuma
4 min read

Konfigurasi Elektron

Kusuma
6 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *