Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Stoikiometri

3 min read

Stoikiometri

Stoikiometri adalah dasar perhitungan kimia yang menyatakan relasi kuantitatif rumus kimia dan persamaan kimia.

Setelah membahas mengenai materi persamaan reaksi kimia, kali ini saatnya membahas ke artikel penjelasan tentang bab stoikiometri.

Apa saja sih yang perlu diketahui untuk mulai memahami ini? Tentunya, secara definisi stoikiometri, konsep mol dan massa molar, rumus empiris dan rumus molekular.

Dasar stoikiometri larutan dan gas ideal, dan penulisan dan penyetaraan reaksi, beserta dilampirkan mengenai contoh soal dan pembahasan teori stoikiometri.

Tidak perlu risau, InsyaaAllah akan dijelaskan secara lengkap mengenai stoikimetri kimia kali ini.

Pengertian Stoikiometri

Di dalam ilmu kimia, pengertian stoikiometri adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia.

Kata ini, berasal dari bahasa Yunani Kuno stoicheion “elemen” dan metron “pengukuran’.

Dalam bahasa Yunani Patristik, kata Stoichiometria digunakan Nikephoros untuk mengacu pada jumlah baris dari Perjanjian Baru kanonik dan beberapa Apokrifa.

Stoikiometri didasarkan pada hukum-hukum dasar kimia, yaitu hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, dan hukum perbandingan berganda.

Stokiometri diilustrasikan melalui gamber berikut ini dengan persamaan reaksi yang setara dengan:

Sebuah diagram stoikiometris mengenai reaksi pembakaran metana

Loading...

CH4 + 2 O2 + 2 H2O

Di sini, satu molekul metana bereaksi dengan dua molekul gas oksigen untuk menghasilkan satu molekul karbondioksida dan dua molekul air.

Persamaan kimia khusus ini adalah contoh pembakaran sempurna. Menggambarkan hubungan kuantitatif antara zat-zat ketika mereka berpartisipasi dalam reaksi kimia (stoikiometri reaksi).

Pada contoh diatas, stokiometri reaksi mengukur hubungan antara metana dan oksigen ketika mereka bereaksi membentuk karbondioksida dan air.

Karena hubungan mol yang diketahui dengan massa atom, rasio yang diperoleh dengan stokiometri dapat digunakan untuk menentukan jumlah massa dalam suatu reaksi.

Yang dijelaskan oleh persamaan yang setimbang. Hal ini disebut sebagai stokiometri komposisi.

Stoikiometri gas berkaitan dengan reaksi yang melibarkan gas, dimana gas berada pada suhu, tekanan, dan volume yang diketahui dan dapat dianggap gas ideal.

Untuk gas, rasio volume idealnya sama dengan hukum gas ideal, tetapi rasio massa dari reaksi tunggal harus dihitung dari massa molekul dari reaktan dan produk.

Pada pengaplikasiannya, karena keberadaan isotop, massa molar digunakan sebagai ganti ketika menghitung rasio massa.

Baiknya baca juga teori atom dan struktur atom!

Konsep Mol dan Massa Molar

Dalam sistem SI, satu mol didefinisikan sebagai jumlah dari materi yang terdiri dari entitas-entitas (atom-atom, molekul-molekul, partikel-partikel).

Sejumlah jumlah atom-atom yang berada dalam 12 gram karbon-12. Nilai jumlah atom tersebut adalah 6,022 x 1023 yang disebut bilangan Avogadro, NA.

Massa molar “}”, didefinisikan sebagai massa dari 1 mol entitas (atom, ion molekul, unit formula) dari materi. Satuan dari massa molar (}) adalah gram/mol.

Materi Stoikiometri: Hubungan massa, jumlah mol, dan jumlah atom dari unsur

Rumus Empiris dan Rumus Molekular

Rumus empiris adalah rasio bilangan bulat paling sederhana dari jumlah mol dari masing-masing unsur dalam suatu senyawa.

Rumus molekular merupakan jumlah mol sebenarnya dari masing-masing unsur dalam 1 mol senyawa.

Rumus molekular bisa saja identik dengan rumus empiris ataupun merupakan kelipatan bilangan bulat dari rumus empiris.

Sebagai contoh: asam fosfat (H3PO4) memiliki rumus molekuler dan rumus empiris yang identik.

Glukosa memiliki rumus molekular C6H12O6 yang merupakan kelipatan 6 kali rumus empirisnya, CH2O.

rumus molekuler = (rumus empiris)n

}rumus molekuler  = n x }rumus empiris , n = 1, 2, 3, …..

Merasa cerdas? Coba jelaskan apa itu bilangan kuantum!

Dasar Stoikiometri Larutan

Istilah dari “konsentrasi” larutan menyatakan jumlah zat terlarut yang dilarutkan dalam sejumlah tertentu pelarut atau sejumlah tertentu larutan.

Konsentrasi larutan dapat dinyatakan dalam molaritas. Molaritas (M) didefinisikan sebagai jumlah mol zat terlarut per liter larutan.

M = n/V

Dasar Stoikiometri Gas Ideal

Volum molar, Vm, didefinisikan sebagai volum dari 1 mol entitas (atom, ion, molekul, unit formula) dari materi.

Satuan dari volum molar (Vm) adalah L/mol.

Vm = V/n

Hukum Avogadro menyatakan bahwa pada tekanan dan temperatur tertentu dan tetap, volum gas secara langsung berbanding lurus terhadap jumlah gas.

Dasar Stoikiometri Gas Ideal

Mengenai sistem periodik unsur, coba jelasin!

Penulisan dan Penyetaraan Reaksi Kimia

Persamaan reaksi kimia adalah pernyataan yang ditulis dengan rumus molekuler yang memberikan informasi identitas dan kuantitas zat-zat yang terlibat dalam suatu perubahan kimia/fisika.

Semua zat yang bereaksi, disebut pereaksi/reaktan, ditempatkan di sebelah kiri tanda panah, yang arah panahnya ke kanan menunjuk pada produk, yakni semua zat yang dihasilkan dari reaksi.

Di dalam persamaan reaksi, dikenal koefisien reaksi, yaitu bilangan yang berada di sebelah kiri rumus molekuler untuk mengalikan semua atom dalam rumus molekuler tersebut.

Perbandingan koefisien-koefisien reaksi dapat diinterpretasi sebagai perbandingan mol zat-zat dalam reaksi.

Pada setiap reaktan dan produk, dituliskan wujud zatnya (s (padat), l (cair), g (gas), atau aq (larutan dengan pelarut air) ) dalam tanda kurung sebelah kanan rumus molekuler masing-masing.

Contoh persamaan reaksi kimia setara:

Contoh persamaan reaksi kimia setara

Contoh langkah-langkah menyetarakan persamaan reaksi:

1. Langkah pertama adalah:

Contoh langkah-langkah menyetarakan persamaan reaksi

2. Langkah kedua adalah:

Contoh langkah-langkah menyetarakan persamaan reaksi

3. Langkah ketiga adalah:

Contoh langkah-langkah menyetarakan persamaan reaksi

4. Langkah ke-empat adalah:

stoikiometri adalah

Tata nama senyawa sudah paham materi tersebut?

Stoikiometri Reaksi

Di dalam reaksi kimia, jumlah reaktan-reaktan yang bereaksi kadang tidak sesuai dengan jumlah stoikiometrik reaksi.

Maka dari itu, akan ada reaktan yang habis bereaksi terlebih dahulu dibanding reaktan lainnya. Reaktan yang masih tersisa setelah bereaksi disebut sebagai pereaksi lebih.

Reaktan yang habis duluan itu disebut sebagai pereaksi pembatas. Setelah pereaksi pembatas habis, tidak ada lagi produk reaksi yang terbentuk.

Jadi, jumlah pereaksi pembatas menentukan jumlah produk yang dihasilkan.

Contoh Soal Stoikiometri

Adapun untuk contoh soal bab stoikiometri larutan adalah sebagai berikut ini secara jelas dan lengkap.

  1. Logam alkali (golongan 1) bereaksi dengan halogen (golongan 17) membentuk senyawa ionik logam halida. Berapa gram klorida yang terbentuk dari reaksi 5,25 L gas klorin pada tekanan 0,959 atm dan temperatur 293 K dengan 17,0 gram kalium?

Jawaban dan pembahasan soal stoikiometri kimia:

Contoh Soal Stoikiometri

Demikian materi mengenai teori stoikiometri yang dapat Anda jadikan sebagai doc ataupun pdf. Rangkuman bab stoikiometri dari kami theinsidemag semoga dapat membantu!

Salam sejahtera dan sukses, semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat dan berguna dalam penerapan kehidupan sehari-hari.

Referensi:

https:// www.studiobelajar.com/stoikiometri/

Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Reaksi Redoks

Kusuma
4 min read

Ikatan Hidrogen

Kusuma
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *