Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tari Tor Tor

4 min read

Tari Tor Tor

Tari Tor Tor adalah tari tradisional khas Indonesia yang berasal dari Sumatera Utara.

Sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi, Indonesia memang memiliki pesona yang luar biasa. Setiap kali Anda datang ke sebuah daerah, selalu saja ada hal menarik yang membuatnya spesial.

Sebut saja tarian daerah yang kerap kali menjadi pertunjukan tradisional di daerah-daerah Indonesia yang biasanya digelar pada acara-acara tertentu.

Seperti ketika Anda datang ke Batak, Toba, Sumatera Utara. Pada acara upacara kesembuhan, kematian dan lainnya.

Tari Tor Tor sering kali dipertunjukkan, bahkan tarian ini sudah menjadi bagian dari upacara adat yang telah digelar sejak ratusan tahun lalu ini.

Tari tradisional ini kemudian mendapat pengaruh kebudayaan Hindu-Budha.

Hingga pada perkembangannya tarian ini bukan hanya digunakan menjadi bagian dari upacara adat saja, namun juga banyak dipertontonkan dalam acara seperti pertunjukan seni.

Bukan hanya pertunjukannya, busana yang digunakan oleh para penari Tor Tor juga telah mengalami perombakan sehingga tampak lebih menarik.

Sementara pada iringannya, biasanya tarian ini diiringi oleh musik gondang yang akan menimbulkan suara hentakan penari di atas lantai.

Tarian asal Batak ini juga memiliki makna yang cukup dalam, yakni makna komunikasi pada tuhan. Dimana di dalamnya terdapat 3 makna utama yang disampaikan.

Sejarah Tari Tor Tor

Sejarah Tari Tor Tor

Loading...

Penggunaan nama Tor Tor sendiri diambil dari bunyi hentakan kaki pada penari di lantai papan rumah adat masyarakat Batak.

Sejarah tentang penggunaan nama ini diperkirakan sudah ada sejak jaman dahulu kala, bahkan sejak zaman Purba.

Dimana pada kala itu Tari Tor Tor digunakan sebagai tari persembahan untuk roh leluhur.

Togarma Naibaho yang tak lain adalah seorang pecinta dan praktisi Tor Tor mengungkapkan pendapat jika “tujuan tarian ini dulu untuk upacara kematian, panen, penyembuhan dan pesta muda-mudi. Tarian ini memiliki proses ritual yang harus dilalui”.

Gerakan Tari Tor Tor

Gerakan Tari Tor Tor

Dari segi pertunjukan, gerakan yang digunakan pada tarian tradisional masyarakat Batak ini sangatlah sederhana.

Jadi tak heran jika banyak orang yang langsung bisa mencoba mempraktikkan begitu melihat pertunjukan Tari Tor Tor untuk pertama kalinya.

Gerakan pada tarian ini terbatas pada gerakan tangan yang melambai yakni gerakan naik turun secara bersamaan.

Serta gerakan hentakan kaki yang menyesuaikan iringan musik mangondangi atau yang lebih sering disebut gondang.

Perpaduan gerakan ini akan dilakukan secara berulang hingga iringan musik berhenti.

Walaupun terkesan begitu sederhana, namun tak membuat pertunjukan tari ini menjadi membosankan, karena setiap penari benar-benar melakukan gerakan sesuai iringan musik.

Iringan Tari Tor Tor

Iringan Tari Tor Tor

Daya tarik lain dari pertunjukan Tari Tor Tor selain dari gerakan dan kostumnya adalah dari iringan yang digunakan.

Tarian adat ini diiringi dengan tabuhan seperangkat alat musik tradisional asal Sumatera Utara yang dikenal dengan nama Mangondangi.

Mangondangi sendiri terdiri dari 9 buah gondang, terompet khas Batak, tagading, saruna, kaleem, odap ordang, hesek, ogung, oloan, doal dan panggora.

Semua alat musik tersebut dimainkan secara bersamaan dengan nada yang seirama, sehingga menghasilkan alunan musik yang merdu dan mudah diikuti oleh gerakan penari.

Setting Panggung Tari Tor Tor

Jika biasanya dalam sebuah pertunjukan tari, setting panggung akan sangat diperhatikan, namun lain halnya dengan pertunjukan Tari Tor Tor.

Dimana setting panggung pada pertunjukan tari tradisional satu ini tak begitu diperhatikan.

Fungsi tari sebagai sarana komunikasi dan merupakan tari pergaulan menjadikanya tak membutuhkan tata panggung dengan segala perlengkapannya.

Dengan kata lain penari bisa bebas bergabung serta menari di sebuah tanah kosong atau halaman yang luas.

Jika pun dalam pertunjukan panggung, settingnya tak begitu berlebihan. Cukup menyediakan ruang yang relatif luas untuk penari bisa melakukan gerakan dengan leluasa.

Properti Tari Tor Tor

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika Tari Tor Tor ini dulunya digunakan sebagai tarian ritual keagaaman atau kematian.

Namun seiring perkembangan jaman, tari asal Batak ini sudah banyak dijadikan sebagai pertunjukan atau hiburan. Perbedaan fungsi tari juga menjadikan properti yang digunakan pada setiap pertunjukan menjadi berbeda.

Jika tari digunakan sebagai tarian ritual keagaaman, maka patung batu adalah properti wajib yang harus digunakan.

Menarinya, patung ini akan bergerak sesuai dengan ritme musik yang dimainkan. Konon patung ini sudah terisi oleh roh leluhur.

Sedangkan jika traian dimainkan hanya sebagai media hiburan, maka tak ada properti wajib yang digunakan. Penari hanya melakukan gerakan tari di pangung yang kosong.

Jenis Tari Tor-Tor

Sama seperti tarian tradisional lain, Tari Tor Tor juga memiliki beberapa jenis yang masing-masing memiliki perbedaan. Berikut adalah 3 jenis tarian Tor Tor.

1. Tor Tor Pangurason (Pembersihan)

Jenis Tor Tor Pangurason ialah tarian yang digunakan ketika ada pesta besar.

Sebelum acara pesta dimulai, tempat serta lokasi pesta harus dibersihkan terlebih dahulu menggunakan jeruk purut.

Tujuannya adalah agar tidak ada mara bahaya yang datang secara tiba-tiba.

2. Tor Tor Panasulan

Berbanding terbalik dengan Tor Tor Pangurason yang digunakan untuk menangkal musibah, Tor Tor Panasulan ini justru akan digunakan ketika sebuah desa sedang dilanda musibah.

Biasanya pertunjukan ini dilakukan oleh seorang dukun yang telah mendapat petunjuk untuk mengatasi musibah tersebut.

3. Tor Tor Sipitu Cawan

Tor Tor Sipitu Cawan merupakan tarian yang digunakan ketika acara pengukuhan raja.

Tarian ini konon berasal dari 7 putri kayangan yang mandi di telaga yang ada di puncak gunung Pusuk Buhit.

Kejadian tersebut bertepatan sekali dengan datangnya Piso Sapitu Sasarung atau Pisau Tusuh Sarung ke tegala tersebut.

Setiap jenis Tari Tor Tor tersebut akan dipertunjukkan sesuai dengan fungsi atau ketentuannya.

Pola Lantai

Pola lantai pada tari ini sebenarnya sangat simple, yakni hanya hentakan kaki di tempat.

Dengan kata lain, penari tak banyak melakukan pola lantai ketika pertunjukan berlangsung.

Keunikan Tari Tor Tor

Keunikan Tari Tor Tor

Dari satu pertunjukan tari ini saja, ada beberapa keunikan yang dimiliki, seperti di bawah ini.

1. Tari Tor Tor Merupakan Media Komunikasi

Sekarang ini Tari Tor Tor sudah banyak digunakan sebagai tarian seremonial.

Namun uniknya, tarian asal Batak ini bukan hanya sebagai tari seremonial saja, namun juga sebagai media komunikasi.

Ini bisa dilihat dari gerakan yang dilakukan oleh penari yang kemudian menghasilkan interaksi partisipan.

2. Prosesi Tua Ni Gondang

Sebelum musik pengiring dimainkan, ada permintaan khusus dari tuan rumah atau hasuhuton pada penabuh gondang.

Prosesi ini disebut dengan prosesi Tua ni Gondang atau berkat dari musik gondang.

Biasanya permintaan yang diinginkan berupa kata-kata sopan santun yang diucapkan serta sama di setiap pertunjukan Tari Tor Tor.

Setiap satu permintaan selesai, maka akan diselingi dengan tabuhan gondang berritem tertentu selama beberapa saat.

Hal ini dilakukan dengan tujuan sebagai bentuk keberkahan yang berasal dari alat musik pengiring terhadap apapun permintaan yang dimaksudkan oleh tuan rumah.

3. Setiap Penari Mengenakan Ulos

Busana yang digunakan oleh setiap penari Tor Tor ialah ulos atau salah satu kain khas dari suku Batak.

Warna kain ulos yang digunakan dominan hitam, merah dan putih serta dihiasi oleh beragam tenunan dari benang perak atau emas.

Dulunya ulos hanya digunakan dalam bentuk sarung atau selendang saja dan hanya dikenakan ketika upacara adat saja.

Namun banyaknya wisatawan yang datang ke Batak menjadikan kain tradisional ini banyak dijadikan cinderamata.

4. Pantangan bagi Penari Tor Tor

Ketika melakukan pertunjukan tari, para penari harus mengikuti aturan, dimana tangan penari tak diperbolehkan melewati batas setinggi bahu ke atas. J

ika penari menghiraukan pantangan tersebut, artinya penari siap menantang siapapun.

Selain itu, penari yang melanggar pantangan tersebut juga diyakini akan mendapat kesialan.

Selain itu penggunaan alat musik gondang juga menjadi keunikan tarian ini yang sulit Anda jumpai pada pertunjukan tari lain.

Demikian dari kami theinsidemag.com semoga bermanfaat untuk kedepannya dalam menyelesaikan makalah tari tor tor.

Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Pameran Seni Rupa

Kusuma
4 min read

Unsur Unsur Seni Rupa

Kusuma
3 min read

Prinsip Seni Rupa

Kusuma
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *