Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tari Yapong

4 min read

Tari Yapong merupakan tari tradisional khas Indonesia kebanggaan masyarakat Betawi.

Jika mendengar nama Tari Yapong, mungkin banyak diantara Anda yang mengira jika tarian ini sama dengan tari Jaipong asal Jawa Barat, tapi keduanya memiliki perbedaan yang begitu banyak.

Mulai dari asal usulnya, gerakan dan lain sebagainya.

Awalnya Yapong tak dipentaskan untuk pertunjukan, namun dengan banyaknya permintaan perlahan tarian ini mulai menjadi tari pertunjukan dalam bentuk tari pergaulan.

Variasi tarian yang dipertunjukan pun beragam sesuai dengan acara.

Tentu di bawah akan dijelaskan dimulai dari asal usul hingga keunikan tarian ini. Semangat memahami!

Asal Usul Sejarah Tari Yapong

Asal Usul Sejarah Tari Yapong

Diketahui jika Tari Yapong mulai diciptakan pada tahun 1977, dan hal ini tentu menunjukkan jika tarian ini bukan merupakan warisan kebudayaan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Tari ini diciptakan untuk memeriahkan ulang tahun Jakarta ke-450.

Ide tentang pertunjukan kesenian tradisional ini berasal dari Dinas Kebudayaan DKI serta realisasi dipercayakan pada Bagong Kussudiarjo yang tak lain adalah seniman kenamaan di masa itu.

Cerita yang diangkat pada tarian ini adalah perjuangan Pangeran Jayakarta dan pementasannya dalam bentuk sendratari.

Bahan untuk tarian sendiri didapatkan melalui penelitian dan observasi pada kebudayaan masyarakat Betawi.

Tarian ini pertama dipertunjukkan pada tanggal 20 dan 21 Juni 1977 di Balai Sidang Senayan.

Sebanyak 300 orang seniman yang terdiri dari penari serta musisi ikut serta pada pertunjukan sendratari tersebut.

Perkembangan Tari Yapong

Perkembangan Tari Yapong

Awalnya, Tari Yapong merupakan bagian dari sendratari yang waktu itu dipertunjukkan.

Sendratari ialah pertunjukkan kesenian yang menggabungkan antara drama dan tarian yang tak mempunyai dialog dalam satu kesatuan pementasan.

Selanjutnya masuk pada bagian ketika penari perempuan bersuka cita menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta.

Bagian ini banyak mendapat respon positif karena gerakannya yang menarik.

Bagian ini sengaja dipasang sendratari kemudian dipentaskan dalam bentuk pertunjukan tari yang berdiri sendiri.

Pementasan tari ini kembali diamanatkan pada sutradara pementasan sendratari, yakni Bagong Kussudiarjo untuk menjadikan bagan tersebut bisa dipentaskan secara mandiri dan menjadi pertunjukan yang begitu apik.

Biasanya tarian ini akan dipentaskan pada acara adat, pesta rakyat ataupun pagelaran kesenian sebagai bentuk warisan kebudayaan Betawi.

Penggunaan nama Yapong sendiri diambil dari suara penari yang mengucapkan “ya.. ya… ya…” ketika melakukan gerakan tari dan musik pengiring yang terdengar seperti “pong… pong… pong…”.

Kedua suara yang mendominasi tersebut kemudian digabungkan dan terciptalah nama Tari Yapong dan sama sekali tak ada kaitannya dengan Tari Jaipong.

Gerakan Tari Yapong

Gerakan Tari Yapong

Tarian ini tersusun dari beberapa ragam gerak, diantaranya gerak jalan megol lembehan kanan, enjer loncat, singgetan ngigel, dan gerak yapong.

  1. Gerak jalan megol lembehan kanan adalah posisi jalan ditempat dengan tangan kiri diletakkan di dada dengan ibu jari diletakkan di pinggul (untuk penari putra) dan menempel di dada (untuk penari putri).
  2. Enjer Loncat adalah gerakan salah satu tangan dibengkokan dan tangan lain lurus, penari loncat kecil ke arah tangan yang dibengkokan.
  3. Singgetan ngigel adalah posisi tangan berada di depan mata, lalu melakukan ngigel (berputar).
  4. Yapong adalah gerakan tangan diletakan di atas kepala, telapak tangan dibuka, lalu bergerak seperti menyapu angin ke kiri dan kanan.

Itulah tadi merupakan beberapa gerakan dari tari yapong. Setelah ini kita akan membahas mengenai musik dan iringannya.

Baca materi tari lainnya:
1. Tari Tradisional
2. Tari Bali
3. Tari Saman
4. Tari Topeng
5. Tari Merak

Musik Tari Yapong

Pertunjukan tarian yang awalnya berasal dari sendratari ini diiringi dengan alat musik tradisional Betawi yang kebanyakan merupakan rebana.

Jenis rebana yang digunakan sendiri ada 3 macam, yakni rebana hadroh, rebana ketimpring dan juga rebana biang.

Awalnya ketika masih tergabung dengan sendratari, musik pengiring yang digunakan berasal dari alunan Gamelan Jawa Tengah, Gamelan Jawa Barat dan juga Gamelan Betawi tentunya.

Kostum Tari Yapong

Untuk kostum yang digunakan oleh pata penari bersumber pada penembagan tari Topeng dari Betawi.

Hal ini terlihat jelas dari detail pakaian serta aksesoris yang digunakan, seperti hiasan kepala dan juga selempang merah yang menutupi dada atau lebih dikenal dengan nama toka-toka.

Perpaduan budaya Tionghoa juga tampak pada kostum Tari Yapong, yakni dengan adanya motif naga berwarna merah pada kostumnya.

Motif ini juga kerap digunakan sebagai motif pada pakaian pertunjukan opera Tionghoa.

Bentuk Akulturasi Tari Yapong

Berbeda dengan tari tradisional lain yang sudah tercipta sejak ratusan tahun lalu.

Tari Yapong ini merupakan tari yang diciptakan pada masa modern namun tetap ingin memperlihatkan budaya masyarakat Betawi yang merupakan wujud akulturasi budaya.

Berikut ini adalah hal-hal yang mendasari terbentuknya tarian Yapong.

1. Berawal dari Tari Kontemporer

Pada pertunjukan tari terdapat unsur pop yang melambangkan kehidupan sehari-hari masyarakat. Unsur ini dapat dilihat dari gerakan bertumpu pada tangan dan kaki.

Penari berlenggak-lenggok dengan ekspresi wajah cerita untuk menunjukkan rasa suka cita yang ingin diperlihatkan dari pertunjukan tersebut.

Keceriaan ini layaknya kebahagiaan rakyat ketika menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta yang merupakan sosok pahlawan asal Betawi pada masa penjajahan dulu.

Sifatnya yang termasuk tari kontemporer menjadikan tarian ini tak terikat pakem dengan adat atau tradisi layaknya tari tradisional.

Dengan begitu gerakan tari pun terlihat lebih dinamis serta perpindahan tempat penari yang cepat.

Gerakan Tari Yapong juga kerap mengalami perkembangan dan banyak mendapatkan variasi di setiap pertunjukannya.

Bisa dikatakan jika dalam setiap pertunjukan ada perbedaan bentuk tarian walau cerita yang diangkat masih sama.

2. Busana Mirip dengan Tari Tradisional

Walaupun termasuk tari kontemporer namun jika dilihat sekilas, busana yang digunakan para penari Yapong terlihat mirip dengan busana para penari Kembang Topeng asal Betawi.

Dimana busana yang dikenakan menggunakan kain berwarna terang serta memiliki detail aksesoris serupa.

Aksesoris lain yang digunakan seperti toka-toka atau selendang serta hiasan kepala pun masih sama.

Sementara untuk motif pada pakaiannya ada yang menggunakan motif naga warna merah yang menunjukkan jika budaya Betawi sudah banyak dipengaruhi budaya Tionghoa.

Bukan hanya dari motif busana, beberapa gerakan juga akan tang berasal dari tarian asal negeri tirai bambu tersebut.

4. Meretas Ide dari Tarian Betawi dan Sumatera

Berbagai jenis tarian dan unsur tradisional seperti tarian tradisional Betawi dan Sumatera banyak diambil kemudian digabungkan dengan unsur-unsur gerakan tarian pop.

Penggabungan ini tampak terlihat dari gerakan tari yang sederhana tapi tetap memiliki dinamika tinggi. Gerakan tangan, kaki sampai pinggul diadopsi dari tarian tradisional.

Sedangkan dinamisasi gerakan merupakan budaya tarian pop.

5. Alat Musik Daerah

Musik gamelan dipilih sebagai pengiring tarian, namun yang digunakan ialah perpaduan antara Gamelan Jawa Tengah, Gamelan Jawa Barat dan Gamelan Betawi.

Setelah tarian dilepaskan dari pertunjukan sendratari, alat musik yang dipakai ilah ragam alat musik asal Betawi guna mempopulerkan alat musik tradisional setempat.

Beberapa macam alat musik yang digunakan untuk pementasan adalah rebana hadroh, rebana ketimpring, dan rebana biang.

Baca tari tradisional lainnya:
1. Tari Serimpi
2. Tari Pendet
3. Tari Gambyong
4. Tari Payung
5. Tari Seudati

Keunikan Tari Yapong

Keunikan Tari Yapong

Pertunjukan tari ini sangat digemari oleh masyarakat setempat maupun dari luar daerah, tentunya karena Tari Yapong sendiri memiliki beragam keunikan, seperti di bawah ini.

1. Kebanyakan Penarinya Wanita

Dari sekian banyak pertunjukan tarian Yapong, penarinya merupakan para wanita yang jumlahnya antara 5 sampai 10 penari.

Meski demikian namun bukan berarti jika penari pria tak boleh memainkannya.

Semua penari akan berjajar simetris dengan jumlah penarinya kemudian melakukan gerakan tari sesuai iringan musik yang ditabuh.

2. Keindahan Murni dari Gerakan Tari

Jika kebanyakan tari kontemporer menggunakan properti sebagai pendukung pertunjukan, namun tidak dengan Tari Yapong yang tak menggunakan properti apapun.

Dengan begitu keindahan pertunjukan murni berasal dari gerakan tarian.

Selain itu setting panggung pun sangat sederhana, bahkan seakan tak ada space special.yang terlihat adalah ruang luas untuk para penari leluasa melakukan gerakan tari.

Pola Lantai Tari Yapong

Dalam gerakan pola lantai tarian ini adalah garis-garis imajinatif di atas lantai yang di lalui oleh seorang atau sekelompok pola tari yapong ada dua:

  1. Garis lurus.
  2. Garis melengkung.

Itulah penjelasan lengkap tentang Tari Yapong asal Betawi. Begitu banyaknya sisi menarik pertunjukan tari ini tentu menjadikan masyarakat Indonesia wajib melestarikannya sebagai bentuk kekayaan budaya.

Demikian dari kami theinsidemag.com apabila ada kesalahan dalam tutur kata harap dimaafkan. Semoga dapat dijadikan acuan makalah tari yapong.

Kusuma Hamba Allah pengejar surga yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *