Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tari Zapin

5 min read

Tari Zapin

Tari Zapin Melayu adalah sebuah tari tradisional yang berasal dari Riau. Tarian ini termasuk dalam kategori tari Melayu.

Sebelumnya sudahkah Anda melihat atau menyaksikan pertunjukkan dari tari zapin sendiri? Tarian ini adalah tarian yang sangat indah dari daerah Melayu.

Tarian Zapin merupakan salah satu tarian yang sangat menghibur sekaligus sarat dengan pesan agama dan pendidikan.

Tidak hanya menyajikan gerakan yang elok, namun nilai filosofisnya sangat bagus. Anda harus menyaksikan langsung agar tahu mengenai maknanya.

Di era tahun 2000-an, tari zapin pernah mewabah ke penjuru Nusantara dan menjadi kesenian budaya yang kerap kali diperlombakan.

Tari Zapin sendiri memiliki kaidah dana aturan yang tidak boleh diubah (baku), namun keindahan gerak serta musiknya tetap indah dan sedap dipandang.

Serta, nyaman ditelinga ketika mendengar musik dan syair walaupun aturannya tidak pernah diubah dari dulu. Berikut adalah pengertian hingga gerakan dari tari zapin.

Pengertian Tari Zapin

Pengertian Tari Zapin

Tari Zapin merupakan salah satu tarian Melayu yang masih ada hingga sekarang.

Tarian Zapin berasal dari perkataan Arab yaitu “Zaffan” yang artinya penari dan “Al-Zapin” yang artinya gerak kaki. Tarian ini diilhamkan oleh peranakan Arab dan diketahui dari Yaman.

Loading...

Tarian ini mulanya adalah sebagai tarian hiburan di istana. Setelah dibawa dari Yaman oleh para pedagang Arab pada awal abad ke-16, kemudian merebak ke sekitar Johor, Riau dan Brunei.

Tarian ini diperkenalkan oleh Adam dari Sumatra sekitar tahun 1930-an. Namun, populernya tarian ini pada tahun 1950-an dan 1960-an.

Sejarah Tari Zapin

Sejarah Tari Zapin

Berdasarkan catatan sejarah, tari zapin sebenarnya bermula dari sebuah tarian khusus bagi kalangan istana di kesultanan Yaman masa lampau.

Pada masa perdagangan lintas benua, sekitar abad 16 awal, saudagar Arab membawa kesenian ini dan memperkenalkannya pada masyarakat pemeluk agama Islam di sekitar Selat Malaka.

Sekitar tahun 1824 tarian ini mulai tumbuh dan berkembang di kerajaan Johor, Riau, dan Lingga. Khususnya, di daerah Riau tari zapin berkembang di daerah Siak, Bengkalis dan Pelalawan.

Di Pekanbaru sendiri tarian ini diperkenalkan oleh seorang songkok asal Sumatra yang bernama Adam tahun 1930-an. Namun, baru populer di tahun 1950-1960 terutama di kampung Tanjung Gemuk.

Sekarang kita bisa menemukan Zapin hampir diseluruh pesisir Nusantara, seperti: pesisir timur Sumatra Utara, Riau dan kepulauannya dan berbagai daerah Melayu lainnya.

Tema dan Makna Tari Zapin

Tema dari Tari Zapin ini adalah berhubungan pola hidup masyarakat Melayu. Tiap-tiap gerakan tarian ini memiliki nilai-nilai filosofis yang terkait dengan kehidupan masyarakat setempat.

Meskipun pada mulanya hanyalah tari yang diperuntukkan sebagai hiburan saja. Namun, perkembangan tarian ini telah menjadi sebuah ikon dari kemajuan kebudayaan yang ada di masyarakat Riau.

Hal-hal yang paling menyentuh adalah kentalnya nilai-nilai pendidikan serta keagamaan yang diajarkan dan dimasukkan ke dalam syair-syair yang mengiringi tarian ini.

Gerakan Tarian Zapin

Gerak-gerak di dalam tari Zapin antara laki-laki dan perempuan adalah sama, yang membedakan hanyalah gerak tangannya saja.

1. Tahto 1

Gerakan ini bermakna sikap rendah diri dan menghargai. Gerak ini merupakan gerak yang ditampilkan diawal-awal tarian zapin.

Gerakan ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada awal dan akhir tarian zapin. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.

2. Tahto 2

Gerak ini bermakna sikap rendah diri dan menghargai. Gerak ini selalu dilakukan setelah gerak Tahto 1.

Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu diawal dan diakhir setelah gerak Tahto 1. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.

3. Tahto 3

Gerak ini bermakna sikap rendah diri dan menghargai. Gerak ini selalu dilakukan setelah gerak Tahto 2.

Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali juga yaitu di awal dan diakhir setelah gerak Tahto 2. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.

4. Bebas

Gerak ini merupakan gerak yang selalu ditampilkan dalam Tarian Zapin. Gerak ini dilakukan diantara gerak-gerak yang lain, ada yang sebanyak 1 kali maupun sebanyak 2 kali. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.

5. Shut

Gerak ini bermakna mendahulukan sikap adil dan sabar dengan keseimbangan. Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas yang sebelumnya adalah gerak Tahto 3.

Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu Shut maju dan Shut mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 16 hitungan per 1 kali.

6. Siku Keluang

Gerak ini bermakna dinamis kehidupan. Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas 2 kali yang sebelumnya adalah gerak Shut maju mundur.

Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu maju dan mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 16 hitungan per 1 kali.

7. Mata Angin

Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas 1 kali yang sebelumnya adalah gerak Siku Keluang maju mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 1 kali. Gerak ini dilakukan sebanyak 16 hitungan.

8. Titik Bintang

Gerak ini bermakna bahwa keteguhan hati dan keterampilan dalam menghadapi cobaan. Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas 2 kali yang sebelumnya adalah gerak mata angin.

Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu maju dan mundur dimana diantara gerak titik batang maju dan mundur itu terdapat 1 kali gerak bebas yang memisahkan gerak itu. Dilakukan sebanyak 16 hitungan per 1 kali.

Pola tarinya sangat sederhana dan dilakukan secara berulang-ulang. Gerak tarinya mendapat inspirasi dari kegiatan manusia dan alam lingkungan.

Misalnya: titi batang, anak ayam patah, siku keluang, sut patin, pusing tengah, alif, dan lainnya.

Busana Tari Zapin

Kostum dan tata rias para penari saat akan menarikan tari zapin adalah:

a. Kostum dan Tata Rias Penari Laki-Laki

  • Baju kurung cekak musang dan seluar.
  • Kain samping (songket, plekat).
  • Kopiah.
  • Bros

b. Kostum dan Tata Rias Penari Perempuan

  • Baju kurung labuh.
  • Kain songket.
  • Kain samping.
  • Selendang/tudung manto.
  • Anting-anting.
  • Kembang goyang.
  • Rantai/kalung.
  • Sanggul (biasa, lipat pandan, conget, dll)

Kostum atau busana tari zapin secara tradisi memakai pakaian Melayu. Pakaian ini sangat banyak variasinya, karena dilatar belakangi oleh masyarakat dan kebudayaan Melayu yang majemuk.

Kemajemukan ini terwujud melalu kontak budaya tempatan dengan budaya luar yang berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama.

Pakaian yang digunakan zapin yang bernuansa islamiah itu yang memunculkan nilai estetika tinggi karena pakaiannya saja sudah menimbulkan norma kesopanan di dalam berpakaian.

Dan, dengan cara berpakaian itu saja sudah menjadi acuan masyarakat dalam berpakaian yang sejalan dengan adat istiadat yang berlaku.

Fungsi penataan busana itu adalah:

  • Menutupi tubuh penari.
  • Memperjelas garis-garis ruang gerak penari.
  • Mendukung ungkapan suasana tari.
  • Mempertegas identitas tari.
  • Tidak mengganggu gerak penari.

Itulah tadi merupakan beberapa fungsi dari penataan busana dan penjelasan busana tari zapin.

Lagu Tari Zapin

Lancang kuning lancang kuning
Berlayar malam hai berlayar malam
Lancang kuning lancang kuning
Berlayar malam berlayar malam

Haluan menuju haluan menuju kelaut dalam
Haluan menuju haluan menuju kelaut dalam
Lancang kuning lancang kuning
Lancang kuning lancang kuning

Kalau nahkoda kalau nahkoda
Kuranglah paham hai kuranglah paham
Kalau nahkoda kalau nahkoda
Kuranglah paham hai kuranglah paham

Alamatlah kapal alamatlah kapal akan tenggelam
Alamatlah kapal alamatlah kapal akan tenggelam
Lancang kuning berlayar malam
Lancang kuning berlayar malam

Fungsi Tari Zapin

Fungsi tari zapin dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  • Sarana upacara perkawinan.
  • Sarana ungkapan kegembiraan.
  • Pergaulan.
  • Hiburan.
  • Acara penyambutan tamu.
  • Acara hari besar keagamaan.

Fungsi tari dalam masyarakat juga mengacu kepada teori yang dinyatakan oleh Seodarsono:


“Tari yang sejak lama menjadi kehidupan manusia purba mempunyai peran yang sangat penting, baik sebagai sarana upacara keagamaan maupun sebagai saluran-saluran untuk mengekspresikan perasaan gembira, meskipun masih dalam bentuk yang sangat sederhana”. (1987:17)


Menurut G.P. Kurath menjelaskan ada 14 macam fungsi tari dalam masyarakat yaitu:

  1. Untuk upacara pubertas.
  2. Upacara inisasi.
  3. Percintaan.
  4. Persahabatan.
  5. Upacara perkawinan
  6. Pekerjaan.
  7. Upacara kesuburan.
  8. Perbintangan.
  9. Upacara perburuan.
  10. Lawakan.
  11. Perang.
  12. Upacara pengobatan.
  13. Upacara kematian.
  14. Sebagai tontonan.

Komponen Tari Zapin

Ada beberapa komponen yang menjadi bagian penting dalam perselenggaraan tari zapin ini. Tentunya dibawah ini dijelaskan secara detail.

1. Iringan Musik Tari Zapin

Musik yang mengiringi tarian ini terbagi menjadi 2 elemen, yaitu suara alat musik yang ditabuh serta syair-syair melayu yang dinyanyikan sebagai pesan moral tersendiri.

Untuk tari zapin murni yang langsung berasal dari budaya Arab, hanya ada 2 alat musik yang dipakai untuk mengiringinya, yakni Marwas dan Gambus.

Sementara tari zapin yang telah mengalami akulturasi dan perkembangan dengan budaya corak melayu biasa ditampilkan dengan iringan berbagai alat musik (rebana, akordeon, gembos, marwas, gitar & gendang).

Syair-syair lagu yang mengiringi jenis tarian ini biasanya merupakan lagu-lagu yang dibuat oleh seorang pencipta lagu terkenal Tengku Mansor.

Beberapa judul lagunya adalah Ya Salam, Tanjung Serindit, Yale-Yale, Gambus Palembang, Sri Pekan, Lancang Kuning, dan juga Lancang Daik.

Sebelum lagu-lagu tersebut dibuat, tari zapin biasanya diiringi oleh beberapa lagu lama, seperti Bismillah, Anak Ayam Patah, Zapin Asli dan lainnya. Lagu-lagu itu memiliki pesan moral mendalam.

2. Setting Panggung

Pada masa sebelum tahun 1960-an sebenarnya tarian ini hanya boleh ditampilkan oleh para lelaki saja secara berkelompok.

Namun, setelah mengalami berbagai perkembangan, tarian ini telah dibuat dengan beberapa versi.

Salah satu setting tarian ini yang paling populer diantaranya adalah versi berpasangan antara penari pria dengan penari wanita.

Dalam pertunjukan panggung, jumlah penari tidak dibatasi dan menyesuaikan dengan kebutuhan tertentu.

Itulah tadi merupakan beberapa penjelasan lengkap mengenai tari zapin dari kami theinsidemag.com agar dapat dijadikan acuan dalam pembuatan makalah.

Semoga materinya dapat digunakan sebaik-baiknya, demikian dari kami. Salam sukses!

Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Rumah Adat Jambi

Kusuma
3 min read

Rumah Adat Riau

Kusuma
3 min read

Rumah Adat Kepulauan Riau

Kusuma
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *