Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Tekanan Udara

3 min read

Tekanan Udara

Tekanan udara memainkan peranan penting terhadap kondisi iklim serta cuaca di suatu daerah.

Adanya angin yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain juga merupakan pengaruh dari perbedaan tekanan atau air pressure.

Untuk itu sangat penting memahami konsep air pressure serta faktor yang berpengaruh.

Pengertian Tekanan Udara

Pengertian Tekanan Udara

Tekanan udara adalah bobot udara di suatu tempat yang ditarik oleh gaya gravitasi menuju permukaan bumi yang menimbulkan tekanan.

Oleh karena itu, apabila bobot udara di suatu tempat semakin banyak, maka tekanan atmosfer pun semakin tinggi.

Pada daerah dataran rendah, tekanan udara yang dirasakan semakin tinggi dikarenakan jumlah udara di tempat tersebut lebih banyak.

Sementara di daerah dataran tinggi, tekanan atmosfer yang dirasakan justru lebih rendah. Hal ini dikarenakan jumlah udara di dataran tinggi lebih sedikit.

Baca juga: Tekanan Gas

Jenis–Jenis Tekanan Udara

Jenis–Jenis Tekanan Udara

1. Tekanan Udara Horizontal

Tekanan horizontal adalah tekanan pada atmosfer yang dipengaruhi oleh besar suhu di udara.

Pada daerah yang memiliki suhu rendah (dingin), maka tekanan udara di tempat tersebut juga tinggi.

Sementara pada daerah dengan suhu udara tinggi (panas), maka tekanan udaranya rendah.

2. Tekanan Udara Vertikal

Tekanan vertikal adalah tekanan atmosfer yang semakin terasa atau semakin keras ketika menurun. Hal ini dipengaruhi oleh faktor seperti:

  • Kekuatan gaya tarik gravitasi semakin ke atas semakin berkurang dan sifat udara yang dapat dimampatkan.
  • Semakin ke atas, komposisi gas penyusun berkurang.

Di atas lapisan troposfer 32 km, terdapat variasi suhu

Alat–Alat Pengukur Tekanan Udara

Alat–Alat Pengukur Tekanan Udara

Untuk mengukur tekanan udara di suatu tempat, digunakan alat yang disebut barometer. Barometer ditemukan oleh ilmuwan Robert Boyle asal Irlandia.

Jenis-jenis barometer sendiri ditentukan oleh jenis larutan yang mengisi kolomnya seperti barometer air, barometer air raksa, dan barometer aneroid.

Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Udara

Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Udara

Setiap wilayah di dunia ini memiliki besar tekanan udara yang berbeda. Perbedaan tekanan pada atmosfer disebabkan oleh berbagai macam faktor.

Dari berbagai macam faktor yang ada, tiga faktor utama yang sangat berpengaruh adalah suhu udara, ketinggian wilayah dan kelembaban udara.

1. Ketinggian Suatu Lokasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tekanan udara pada daerah dataran tinggi lebih rendah ketimbang daerah dataran rendah.

Oleh karena itu, semakin tinggi seseorang berada, maka tekanan atmosfer yang dirasakan pun lebih rendah.

Sehingga ketinggian suatu lokasi berbanding terbalik dengan tekanan atmosfer. Kebanyakan udara di bumi ini hanya berada di ketinggian kurang lebih 8 km pada lapisan terbawah atmosfer.

Sehingga saat seseorang berdiri di pantai, maka tekanan udara yang dirasakan adalah setebal 8 km di atas kepala.

Sebaliknya, saat seseorang berdiri di puncak gunung dengan ketinggian mencapai 5 km, maka tekanan dari udara yang dirasakan adalah udara dengan ketebalan 3 km di atas kepala.

Oleh karena itu, ketebalan udara 3 km akan lebih ringan dirasakan ketimbang ketebalan udara 8 km.

2. Paparan Sinar Matahari

Jumlah paparan sinar matahari di suatu daerah akan berpengaruh terhadap tingkat suhu udara di daerah tersebut.

Daerah tropis akan jauh lebih hangat ketimbang daerah kutub karena lebih sering menerima paparan sinar matahari.

Garis lintang dan bujur berpengaruh terhadap paparan sinar matahari yang diterima suatu tempat. Tekanan atmosfer terpengaruh oleh suhu udara di suatu tempat.

3. Suhu di Daerah Tersebut

Sifat udara sangat berkaitan dengan suhu udara tersebut. Partikel-partikel udara bersifat lebih renggang atau berjauhan jaraknya ketika berada di lingkungan dengan suhu tinggi atau panas.

Sebaliknya, partikel udara akan lebih rapat jaraknya satu dengan yang lainnya ketika bersuhu rendah atau dingin.

Sehingga, pada udara yang hangat, maka udara tersebut akan mengambang di atas atmosfer.

Sementara ketika udara rapat, maka lebih banyak udara yang terperangkap pada suatu daerah dan membuat bobot udara meningkat. Oleh karena itu, udara dingin akan bergerak ke bawah sementara udara hangat ke atas.

Tekanan udara berbanding terbalik dengan suhu. Suhu semakin panas (tinggi), maka tekanan atmosfer semakin rendah karena udara bergerak ke atas dengan jarak partikel yang renggang.

4. Kelembaban Udara

Apabila kelembaban udara di suatu tempat tinggi, maka partikel udara akan saling berjauhan alias renggang.

Sehingga, tekanan atmosfer di wilayah tersebut pun berkurang karena bobot udara yang sedikit. Tekanan atmosfer berbanding terbalik dengan kelembaban udara.

Udara hangat memiliki kelembaban lebih tinggi ketimbang udara kering. Hal ini dikarenakan udara hangat mengandung banyak partikel uap air dari proses transpirasi dan evaporasi.

Cara Mengukur Tekanan Udara

Cara Mengukur Tekanan Udara

Untuk mengukur tekanan udara digunakan barometer. Cara kerja alat barometer yakni menggunakan kolom merkuri yang bekerja untuk menentukan besar tekanan atmosfer.

Ketinggian kolom pada barometer akan berubah sesuai dengan tekanan di tempat tersebut.

Satuan untuk menunjukkan besar tekanan udara oleh para meteorologist adalah Bar. Selain Bar, satuan lain yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah milibar atau mb.

Sementara, untuk satuan lain yang digunakan adalah hektopascal serta cmHg. Satuan 1 cmHg bernilai 1,103 x 105 Pascal (Pa).

Rumus Tekanan Udara

Rumus Tekanan Udara

Tekanan udara dapat dihitung secara sistematis jika diketahui ukuran ketinggian suatu tempat dan tekanan atmosfer pada suatu permukaan acuan.

Tekanan atmosfer yang dijadikan acuan adalah tekanan pada permukaan air laut.

Px = (Pu – h/100) cmHg

Keterangan:

Px = Tekanan atmosfer pada ketinggian x.
Pu = Tekanan atmosfer pada titik acuan atau permukaan air laut.
x = Ketinggian suatu tempat.

Sementara jika diketahui nilai tekanan atmosfer pada suatu tempat, maka dapat diketahui ketinggian pada tempat tersebut dengan menggunakan rumus berikut:

x = (Pu – Px) x 100 m

Contoh Soal Tekanan Udara

Contoh Soal Tekanan Udara

Suatu bangunan mempunyai ketinggian dari atas permukaan laut sebesar 200 m. Tekanan atmosfer sebesar 76 cmHg berada di atas permukaan laut. Maka berapakah besar tekanan atmosfer yang ada di atas gedung.

Diketahui:

Pu = 76 cmHg = 760 mmHg
x = 200 m

Jawab:

Px = (Pu – h/100) cmHg
Px = (76 cmHg – 200/100) cmHg
Px = 74 cmHg

Maka, besar tekanan atmosfer yang ada di atas gedung sebesar 74 cmHg.

Contoh Tekanan Udara dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Tekanan Udara dalam Kehidupan Sehari-hari

Nelayan berlayar ke lautan lepas adalah contoh penerapan tekanan udara di kehidupan. Adanya perbedaan tekanan atmosfer di lautan serta daratan memungkinkan nelayan dapat pergi melaut pada malam hari dan pulang keesokan hari di waktu siang.

Angin darat membawa nelayan menuju laut di malam hari, sementara angin laut membawa nelayan pulang di siang hari. Pada malam hari, angin bergerak dari darat menuju laut (angin darat) karena suhu di daratan lebih rendah ketimbang di lautan.

Masih banyak lagi pemanfaatan dari tekanan udara di kehidupan sehari-hari. Dengan memahami konsep tekanan pada udara, maka diharapkan kita dapat lebih maksimal memanfaatkan potensi yang ada.

Demikian dari kami theinsidemag.com semoga materi mengenai tekanan udara ini dapat membuat kamu lebih paham dan jelas dalam belajar ya, salam sukses!

X CLOSE
Advertisements
ADVERTISEMENT
X CLOSE
Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Gelombang Mekanik

Kusuma
3 min read

Tekanan Hidrostatis

Kusuma
3 min read

Tekanan Gas

Kusuma
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published.