Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Teks Pantun

3 min read

Teks Pantun

Teks Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang masih populer hingga saat ini. Pasti, sering Anda lihat di TV atau acara comedy menampilkan pantun-pantun lucu bukan?

Di Indonesia terutama, pantun merupakan hal yang masih di gandrungi oleh beberapa kalangan usia. Banyak sekali meme di Instagram maupun Twitter mengenai pantun, baik itu guyonan atau sindiran.

Secara lebih lanjut tentang apa yang akan kami sampaikan disini adalah mengenai pengertian, definisi, ciri-cirinya, kaidah kebahasaan dan hal lain yang berkaitan dengan teks pantun.

Lanjut saja ke materi lengkap pantun dan kita kupas secara lebih mendalam mengenai struktur beserta contoh lengkapnya. Cek kuy!

Pengertian Teks Pantun

Pengertian Teks Pantun

Secara umum, Pantun adalah jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empat baris serta memiliki sampiran dan isi. Pantun sendiri pada umumnya memiliki empat baris tiap bait dan bersajak a-b-a-b.

FYI, untuk bentuk pantun pada baris pertama dan kedua dinamakan sampiran. Sedangkan, untuk baris ketiga dan keempat dinamakan isi atau tujuan dari pantun. 

Sampai sini cukup paham ya untuk definisi pantun secara umum? Mungkin agar lebih paham dan jelas akan kami bahas juga definisi pantun menurut beberapa ahli ya.

Definisi Pantun Menurut Para Ahli

Definisi Pantun Menurut Para Ahli

Adapun pengertian pantun menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

  1. Menurut Suseno, Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang mempunyai sampiran dan isi serta bersajak a-b-a-b.
  2. Menurut Soetarno, Pantun merupakan bentuk puisi yang terdiri atas empat larik yang bersajak a-b-a-b dan tiap larik (baris) terdiri dari sampiran pada baris pertama dan isi pada baris kedua.
  3. Menurut Sugiarto, Pantun merupakan salah satu karya sastra Melayu yang sampai sekarang masih dikembangkan.

Langkah-Langkah Membuat Teks Pantun

Langkah-Langkah Membuat Teks Pantun

Bagaimana cara membuat teks pantun? Langkah-langkah membuatnya bisa diawali dengan menentukan jenis pantun dan karakteristik pantun yang ingin dibuat, kemudian dilanjutkan dengan menentukan tema.

Menulis isi dan menentukan sampiran, sampiran dibuat terakhir karena akan sangat ditentukan oleh isi pantun yang akan disampaikan.

Berikut adalah langkah-langkah membuat teks pantun:

  1. Memahami karakteristik pantun.
  2. Menentukan tema.
  3. Menulis isi.
  4. Menulis sampiran.

Ciri-Ciri Teks Pantun

Ciri-ciri utama pantun adalah:

Pernah tidak Anda berpikir mengenai bagaimana cara mengenali sebuah pantun? Bisa banget Anda lakukan dengan mencocokan detail seperti berikut ini.

Ciri-ciri utama pantun adalah:

  1. Satu bait terdiri dari 4 baris.
  2. Dua baris pertama merupakan sampiran.
  3. Dua baris akhir merupakan isi.
  4. Satu baris terangkai dari 4-6 kata.
  5. Satu bait terdiri dari sekitar 8-12 suku kata.
  6. Memiliki sajak a-a-a-a atau a-b-a-b.

Ciri-ciri pantun 2 baris adalah:

  • Satu bait terdiri dari 2 baris.
  • Satu baris terdiri dari 4-6 kata.
  • Jumlah suku kata 8-12.
  • Pola sajak biasanya a-a.
  • Baris pertama adalah sampiran.
  • Baris kedua adalah isi.

Struktur Teks Pantun

Struktur Teks Pantun

Struktur adalah susunan atau hal yang disusun berdasarkan pola tertentu. Setiap jenis pantun sejatinya memiliki struktur yang berbeda-beda.

Untuk lebih jelasnya berikut ini merupakan struktur teks pantun berdasarkan jenisnya. Langsung dipahami saja dan dicermati perbedaannya.

1. Teks Pantun Biasa

Struktur pantun ini dibangun atas unsur bait, larik (baris), rima, sampiran, dan isi. Selain unsur tersebut, sebuah pantun juga mementingkan irama pada waktu pengucapan atau penyampaiannya.

Biasanya pantun ini memiliki empat larik dengan akhiran sajak a-b-a-b. Umumnya juga, dua baris pertama adalah sampiran dan dua baris akhir disebut dengan isi.

Sampiran disini biasanya berupa sketas alam/suasana yang fungsinya sebagai pengantar untuk mempermudah pemahaman isi pantun.

2. Teks Pantun Kilat/Karmina

Selain pantun biasa, ada juga pantun kilat yang bisa disebut dengan karmina. Pantun tersebut merupakan pantun yang terdiri dari dua larik dan bersajak a-a.

Larik pertaa pada pantun merupakan sampiran dan larik keduanya merupakan isi. Perhatikan rima akhir pada sampiran dan isinya.

3. Teks Talibun

 Talibun sendiri biasanya berjumlah lebih dari empat baris, dimana bisa berjumlah enam, delapan, sepuluh, dua belas dan seterusnya asalkan jumlahnya wajib genap.

Dengan demikian, rima akhir pada talibun akan terbentuk a-b-c-a-b-c, a-b-c-d-a-b-c-d, dan seterusnya. Teks talibun memiliki struktur yang berbeda dengan pantun biasa dan pantun kilat.

4. Teks Pantun Berkait

Struktu pantun berkait sendiri lebih rumit dibanding pantun lainya. Larik kedua sampiran bait pertama akan menjadi larik pertama sampiran bait kedua.

Larik keempat bagian isi bait pertama akan menjadi larik ketiga isi bait kedua. Demikian selanjutnya struktur yang sama berlaku pada bait ketiga dan keempat.

Jenis-Jenis Teks Pantun

Jenis-Jenis Teks Pantun

Adapun macam-macam pantun adalah sebagai berikut ini berdasarkan siklus kehidupan:

1. Pantun Anak-Anak

Pantun ini terbagi menjadi 2 pantun, yaitu pantun suka cita dan pantun duka cita. Pantun suka cita biasanya berisikan perasaan kegembiraan. Sedangkan, pantun duka cita biasanya berisikan kesedihan.

Contoh pantun suka cita maupun duka cita dapat Anda pahami lebih lanjut di artikel kami yang berjudul contoh pantun suka cita dan contoh pantun duka cita

2. Pantun Orang Muda

Jenis pantun ini biasanya berhubungan dengan kehidupan di masa muda. Mungkin, Anda bisa mengamati seperti pantun jenaka, pantun cinta, pantun teka-teki atau pantun dagang.

3. Pantun Orang Tua

Adapun untuk jenis pantun ini biasanya berhubungan dengan Orang Tua. Beberapa contohnya seperti pantun agama, pantun nasehat dan pantun nasib.

Kaidah Kebahasaan Teks Pantun

Kaidah Kebahasaan Teks Pantun

Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks pantun sendiri juga sangat berbeda dengan teks anekdot, berikut ciri kaidah kebahasaannya:

1. Diksi

Pilihan kata yang tepat dan cocok dalam penggunaannya guna menyampaikan gagasan sehingga diperoleh dampak tertentu seperti yang diharapkan.

2. Bahasa Kiasan

Bahasa yang digunakan atau dipakai pelantun dalam menunjukkan makna secara tidak langsung. Umumnya berupa peribahasa/ungkapan.

3. Bunyi

Umumnya muncul dari kiasan, imaji, serta diksi yang diciptakan ketika menunturkan pantun. Biasanya ada unsur rhyme (rima) dan rhytm (ritme). Guna memperindah pantun dan lebih mudah mengingat.

4. Imaji

Penggambaran yang diciptakan oleh pelantun secara tidak langsung. Sehingga, seolah-olah digambarkan dalam teks pantun dapat dilihat (imaji visual), didengar (imaji auditif), atau dirasa (imaji taktil).

Cara Mengevaluasi Teks Pantun

Cara Mengevaluasi Teks Pantun 

Berikut  ini adalah cara mengevaluasi teks pantun:

  • Bacalah teks pantun yang akan dimaknai dengan menggunakan irama/ritme yang tepat.
  • Cobalah mencari kaitan antara sampiran dan isi pantun.
  • Carilah kata-kata yang tidak lazim (kata arkais) dan kata-kata konotasi yang terdapat dalam pantun lalu berpedoman-lah ke KBBI untuk memahami makna kata demi kata.
  • Buatlah simpulan makna isi dari pantun tersebut.

Demikianlah penjelasan singkat dan jelas mengenai materi teks pantun dari theinsidemag.com semoga bermanfaat ya teman-teman!

Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Teks Tanggapan Kritis

Kusuma
4 min read

Teks Cerita Fantasi

Kusuma
7 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *