Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Unsur-Unsur Seni Musik

3 min read

Unsur-Unsur Seni Musik

Unsur-Unsur Seni Musik adalah penyusun yang harus ada di dalam seni musik. Ibarat kata belum afdhol jika musik tidak memiliki unsur-unsur pokok pembangun.

Sebelumnya, sudah tahukah kamu mengenai materi seni budaya yang akan kita bahas? Yups, benar sekali.. seni musik adalah yang akan kita bahas terutama unsur-unsurnya.

Musik sendiri merupakan seni yang paling disukai dikalangan universal, bagaimana tidak? Musik sangat terkenal di berbagai penjuru di dunia ini.

Seperti yang kita ketahui, seni musik sendiri memiliki banyak sekali model-model musik. Terutama musik yang sedang berkembang saat ini. Pecinta musik pasti sudah sangat dimanjakan bukan?

Oke, lebih lanjut berikut adalah beberapa unsur-unsur seni musik yang dapat kamu ketahui beserta penjelasannya secara jelas dan lengkap.

Unsur-Unsur Seni Musik

Unsur-Unsur Seni Musik

Berikut adalah unsur-unsur seni musik beserta penjelasan lengkapnya:

1. Melodi

Melodi merupakan unsur seni musik yang pertama. Melodi adalah tingkatan tinggi-rendah dan panjang-pendeknya nada dalam musik.

Dalam musik melodi akan terdengar layaknya nada yang seolah-olah bergerak menuju puncak kemudian kembali ke kondisi sebelumnya.

Melodi terdiri dari pitch, durasi, dan tone. Pitch juga biasa disebut timbre atau warna suara. Pitch merupakan suatu hal yang mengatur serangkaian not, yang mana dilambangkan dengan alfabet A-G.

Loading...

Not-not tersebut menjadi melodi dalam selang waktu tertentu yang dinamakan durasi. Not bisa dihasilkan dari berbagai macam alat musik dengan warna suara yang berbeda-beda atau dikenal dengan nama tone.

Jika, seniman/musisi ingin mengungkapkan sebagian atau penuh nada-nada, maka melodi menjadi media penting untuk dipelajari.

Berbeda dengan melodi yang merupakan bentuk penuh atau sepenggal ungkapan nada yang ingin disampaikan kepada penikmat musik.

Tingkatan melodi yang baik adalah melodi yang memiliki interval yang terjangkau oleh alat musik maupun oleh suara manusia. Tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah.

Baca juga: Pengertian Seni Musik

2. Irama (Ritme)

Unsur seni musik kedua adalah irama atau bisa juga kamu sebut dengan ritme. Irama adalah rangkaian gerak yang beraturan dan menjadi unsur dari musik.

Ritme terbentuk dari pengulangan bunyi, panjang-pendek kata dalam sebuah lagu, atau karena pergantian tekanan kata-kata dalam syari sebuah lagu.

Secara sederhana irama atau ritme bisa diartikan sebagai penentu ketukan dalam musik. Cara merasakan sebuah ritme yaitu dengan mendengarkan lagu secara berulang-ulang.

Ritme akan melekat di benak penikmat musik jika selalu dilatih. Seperti misalnya ketika kita mendengarkan sebuah lagu dan dengan tanpa sadar mengganguk-angguk mengikuti irama lagunya.

Pola irama akan memberikan perasaan ritmis, karena irama sendiri akan menggerakkan perasaan sesorang seirama dengan gerakan fisik.

3. Tangga Nada

Tangga nada merupakan urutan dari suatu nada yang disusun membentuk tangga. Tangga nada dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada diatnois dan pentatonis.

Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang terdiri dari 7 buah nada dengan 2 jenis jarak (½ dan 1). Sedangkan, tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang terdiri dari 5 nada pokok.

Suatu tangga nada, pasti memiliki satu nada dasar yang diikuti oleh nada-nada lainnya yang bisa lebih rendah atau lebih tinggi dengan pola interval tertentu, sehingga membentuk ciri khas tertentu.

4. Birama

Unsur seni musik keempat adalah birama. Birama adalah ketukan atau ayunan berulang-ulang, datang secara teratr dalam waktu yang sama.

Birama biasanya ditulis dalam angka pecahan seperti 2/4, 3/4, 2/3, dan seterusnya. Angka diatas tanda “/” (penyebut) menunjukan nilai nada dalam satu ketukan.

Birama yang nilai penyebutnya genap disebut birama binair, sedangkan birama yang penyebutnya ganjil disebut dengan birama ternair.

Baca juga: Fungsi Seni Musik

5. Tempo

Unsur seni musik yang kelima adalah tempo. Tempo merupakan ukuran kecepatan birama lagu. Semakin cepat suatu lagu dimainkan, maka semakin besar juga nilai tempo dari lagu tersebut.

Unsur tempo di dalam seni musik digolongkan menjadi 8 yaitu:

  1. Largo (lambat sekali).
  2. Lento (lebih lambat).
  3. Adagio (lambat).
  4. Andante (sedang).
  5. Moderato (sedang agak cepat).
  6. Allegro (cepat).
  7. Vivace (lebih cepat).
  8. Presto (cepat sekali).

Tempo menjadi satu hal pokok dalam bermusik, jika tempo tidak tepat maka seseorang penyanyi bisa saja akan menyanyi lebih cepat dari iringan musiknya.

Ukuran dari tempo sendiri adalah beat. Beat merupakan ketukan yang menunjukan banyaknya ketukan dalam satu menit.

Sebagai contoh, apabila ada sebuah lagu dengan beat MM 60, berarti dalam satu menit terdapat 60 ketukan.

6. Harmoni

Harmoni adalah keselarasan paduan bunyi. Secara teknis, harmoni meliputi susunan, peranan, dan hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk keseluruhan.

Harmoni memiliki elemen interval dan akor. Interval merupakan susunan tiga nada apabila dibunyikan secara serentak akan terdengar harmonis.

Sedangkan, akor akan mengiringi melodi. Tanpa akor, akan kehilangan separuh nyawa dan tidak akan terdengar harmonis.

Bisa diibaratkan bahwa melodi akan memenuhi komposisi seni musik secara horizontal, sedangkan harmoni akan memenuhi aspek yang berhubungan dengan nada-nada secara vertikal.

Peranan harmoni akan terlihat ketika seorang penyanyi membawakan sebuah lagu yang diiringi menggunakan instrumen musik.

Jika terdengar indah, maka dapat diartikan lagu tersebut berhasil dibawakan dengan baik. Karena, memiliki paduan bunyi yang selaras antara penyanyi dan instrumen musik yang digunakan.

7. Timbre

Unsur seni musik yang ketujuh adalah timbre. Timbre merupakan kualitas atau warna bunyi di dalam seni musik.

Timbre sangat dipengaruhi oleh sumber bunyi dan cara bergetarnya, biasa dikatakan timbre akan bergantung dari instrumen musik yang dibunyikan.

Timbre yang dihasilkan alat musik tiup tentu saja akan berbeda dengan timbre yang dihasilkan dari alat musik petik, meskipun keduanya dimainkan dalam nada yang sama.

8. Dinamika

Dinamika dapat diartikan sebagai tanda untuk memainkan nada dengan volume nyaring atau lembut. Keadaan nyaring atau lembut tersebut memiliki istilah tersendiri dalam permainan musik.

Contoh istilah di dalam dinamika adalah:

  • Piano (p: lembut).
  • Pianissiomo (pp: sangat lembut).
  • Mezzo Piano (mp: setengah lembut).
  • Mezzo Forte (mf: setengah keras).
  • Forte (f: keras).
  • Fortissimo (ff: sangat keras).

Selain beberapa istilah diatas sebenarnya masih banyak lagi tanda lainnya. Misal, crescendo dan decrescendo salah duanya.

Crescendo adalah penanda agar musik dimainkan dengan keras, sedangkan berbanding terbalik dengan decrescendo yang menandakan agar musik dimainkan dengan lembut.

Dinamika merupakan unsur yang paling kuat menunjukan emosi atau perasaan yang terkandung dalam sebuah karya seni musik jika dibandingkan dengan unsur-unsur seni musik lainnya.

Dinamika dapat menunjukkan sebuah karya seni musik memiliki nuansa sedih, riang, agresif atau datar. Dinamika akan memainkan perasaan seniman atau pendengar sehingga musik akan masuk ke relung jiwa.

Demikian beberapa unsur-unsur musik yang theinsidemag.com telah kupas dan perjelas secara saksama. Semoga materi tersebut bermanfaat sama halnya dengan materi seni rupa.

Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Seni Musik

Kusuma
5 min read

Seni Tari

Kusuma
7 min read

Pengertian Seni Tari

Kusuma
4 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *