Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Unsur Unsur Seni Rupa

3 min read

Unsur Unsur Seni Rupa

Unsur-Unsur Seni Rupa adalah unsur yang ada pada seni rupa untuk membangun sebuah karya seni menjadi suatu karya yang indah. Apa saja unsur seni rupa?

Sebenarnya, jika mempelajari mengenai seni rupa, yang dibahas bukan hanya tentang pengertian atau contohnya saja. Namun, hal-hal yang membangun seni rupa juga perlu diketahui.

Seluruh aspek dalam membangun karya seni jelas harus diperhitungkan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini sama saja dengan memperhatikan prinsip komposisi.

Komposisi yang bagus tentu sangat berpengaruh terhadap hasil karya seni rupa. Maka dari itu, para seniman tentu harus memikirkan betul unsur beserta prinsip seni rupa.

Berikut ini merupakan penjelasan dan ulasan lengkap yang dapat kami jelaskan. Semoga, bisa dipahami secara maksimal dan seksama.

Unsur-Unsur Seni Rupa

Unsur-unsur dari seni rupa adalah titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. Adapun berikut adalah penjelasan beserta gambarnya.

1. Titik

Unsur Seni Rupa Titik

Titik adalah unsur yang paling dasar. Titik dibutuhkan untuk membentuk sebuah garis, bentuk, ataupun bidang.

Terdapat sebuah teknik lukis yang menggunakan kombinasi warna titik dan ukuran yang biasa dikenal dengan sebutan pointilisme.

Unsur yang satu ini juga hanya berada pada satu dimensi saja. Dengan adanya titik ini, ide dari berbagai macam karya seni dimulai dari sebuah titik kecil.

Loading...

Baca juga: Aliran Seni Rupa Beserta Penjelasannya

2. Garis

Unsur Seni Rupa Garis

Garis adalah unsur seni rupa yang merupakan hasil dari penggabungan unsur titik. Garis dalam seni rupa menjadi goresan atau batasan dari suatu benda, ruang, bidang, warna, tekstur dan lainnya.

Menurut Mikke Susanto, garis adalah perpaduan sejumlah titik yang sejajar dan sama besar, mempunyai dimensi memanjang dan punya arah.

Garis dikelompokkan menjadi 3, yaitu menurut jenisnya, menurut kesannya, dan menurut wujudnya. Garis menurut jenisnya adalah garis lengkung, panjang, pendek, patah-patah dan lainnya.

Garis berdasarkan kesan dapat ditimbulkan dengan adanya variasi jenis garis yang digunakan. Garis berdasarkan wujudnya ada dua yaitu garis semu dan garis nyata.

Baca juga: Seni Rupa 2 Dimensi dan Gambarnya

3. Bidang

Unsur Seni Rupa Bidang

Bidang adalah unsur seni rupa dimana merupakan evolusi dari garis yang membatasi suatu bentuk sehingga menciptakan bidang yang mempunyai sisi lebar dan panjang, serta mempunyai ukuran.

Bidang ini merupakan unsur dengan dimensi kedua yang mempunyai ukuran panjang serta lebar. Contoh dari unsur bidang ini adalah persegi panjang, segitiga, persegi, trapesium dan banyak lagi.

Berdasarkan bentuknya, bidang terdiri dari bidang biomorfis, geometris, bersudut, dan tak beraturan. Bidang terbentuk dari pertemuan ujung-ujung garis atau juga karena sapuan warna.

Baca juga: Seni Rupa 3 Dimensi dan Gambarnya

4. Bentuk

Unsur Seni Rupa Bentuk

Bentuk merupakan wujud yang terdapat di alam dan terlihat nyata. Bentuk dapat berarti shape, yakni bentuk benda polos yang muncul tanpa penjiwaan atau hadir secara kebetulan.

Dapat pula dilihat, hanya sekedar penyebutan sifatnya saja seperti: ornamental, bulat, panjang, tidak teratur, persegi dan lain sebagainya.

Terdapat 2 macam bentuk yaitu geometris dan non-geometris. Bentuk geometris terdiri dari bentuk kubistis (contoh: balok dan kubus) dan silindris (contoh: bola, kerucut, dan tabung).

Sedangkan bentuk non-geometris merupakan bentuk yang meniru objek yang terdapat pada alam. Contohnya tumbuhan, hewan, dan manusia.

Baca juga: Pengertian Seni Secara Umum dan Contohnya

5. Ruang

Unsur Seni Rupa Ruang

Unsur-unsur seni rupa berikutnya adalah ruang. Ruang ini sendiri merupakan unsur dari seni rupa yang mempunyai sifat yakni nyata dan semu.

Di dalam sebuah karya 2 dimensi, ternyata ruang memiliki sifat semu dikarenakan hanya memiliki penggambaran saja.

Sedangkan, unsur ruang yang ada dalam karya 3 dimensi memiliki sifat yang nyata. Hal tersebut berarti bahwa karya dapat dirasakan secara langsung.

Baca juga: Pengertian Budaya Secara Umum dan Menurut Ahli

6. Warna

Unsur Seni Rupa Warna

Warna adalah kesan yang ditimbulkan oleh cahaya pada mata dan merupakan salah satu bagian paling penting dalam pembuatan karya seni lukis.

Penggunaan banyak warna menjadi suatu ciri khas pelukis yang menggunakan berbagai macam warna dalam lukisan-nya, dimana warna yang sama biasanya atidak dipakai pada objek yang berdekatan.

Baca juga: Pameran Seni Rupa dan Apresiasi Seni Rupa

Terdapat 7 spektrum warna terhadap cahaya. Salah satu teori warna dalam seni rupa adalah teori warna pigmen yaitu sebagai berikut:

  • Warna Primer adalah warna dasar atau warna pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain. Warna primer terdiri atas merah, kuning dan biru.
  • Warna Sekunder adalah jenis pigmen yang dapat diperoleh dari mencampur kedua warna primer dalam takaran tertentu. Contohnya adalah ungu, orange dan hijau.
  • Warna Tersier adalah warna yang dihasilkan melalui pencampuran warna sekunder.
  • Warna Analogus adalah deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna, misalnya deretan dari warna ungu menuju merah, deretan warna hijau menuju kuning, dan lainnya.
  • Warna Komplementer adalah warna kontras yang letaknya berseberangan di dalam lingkaran warna. Contohnya adalah kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan lainnya.

Baca juga: Tari Tradisional Indonesia dan Gambarnya

7. Tekstur

Unsur Seni Rupa Tekstur

Tekstur adalah keadaan/nilai raba suatu permukaan benda, baik nyata maupun semu. Menurut Fajar Sidik dan Aming Prayitno, tekstur adalah sifat permukaan yakni lunak, keras, lembut, licin.

Setiap benda ada yang memiliki tekstur yang berbeda dan ada yang memiliki tekstur sama. Pengertian tekstur semu adalah kesan yang berbeda antara penglihatan dan perabaan terhadap karya seni,

Pengertian tekstur nyata adalah nilai raba yang sama antara penglihatan dan rabaan.

Baca juga: Rumah Adat di Indonesia dan Penjelasannya

8. Gelap Terang

Unsur Seni Rupa Gelap Terang

Gelap terang berfungsi untuk menggambarkan benda seolah gambar 3 dimensi, memberikan kesan ruang/kedalaman, juga memberikan kontras pada gambar.

Teknik gelap terang dibedakan menjadi 2 yaitu chiaroscuro yang merupakan peralihan bertahap atau gradasi dan silhouette yakni bayangan tanpa peralihan bertahap atau gradasi.

Cahaya sangat berpengaruh terhadap gelap terang suatu objek, di dalam karya seni gelap terang juga dibutuhkan untuk memperdalam kesan seni itu sendiri.

Baca juga: Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

Misalnya, lukisan kamar, gelap terang akan berpengaruh terhadap kesan yang ditimbulkan. Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil menarik unsur ini harus dimaksimalkan.

Itulah merupakan materi singkat mengenai unsur-unsur seni rupa beserta gambarnya semoga dapat dijadikan hal yang bermanfaat dan membantu meringankan tugasmu! Salam seniman!

Kusuma Hamba Allah yang ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat muslimin dan muslimat di dunia. Suka travelling dan wisata kuliner.

Pengertian Seni

Kusuma
4 min read

Pengertian Budaya

Kusuma
5 min read

Musik Kontemporer

Kusuma
8 min read

One Reply to “Unsur Unsur Seni Rupa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *